
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Laila tak pernah melepaskan tanganku barang sedetikpun.
Dia menggenggam tanganku seperti anak kecil yang tak ingin terpisah dari ibunya di keramaian pasar malam yang hiruk pikuk.
Namun saat itu dia melihat sebuah balon udara dan meminta ibunya untuk menuju kesana. Namun Ibunya diam di tempat. Semangkin kuat hasratnya untuk pergi ke tempat itu. Maka semangkin tak beranjak juga ibunya dari tempat itu. Sampai akhirnya dia jengah dan memberontak, lalu melepaskan tangan ibunya karena hasrat itu. Hasrat yang begitu kuat sehingga sukar untuk di kendalikan.
Saat tangannya dan juga tangan ibu nya terlepas, dia pun tersadar. Jika di tengah hiruk pikuk tempat keramaian ini, dia pun sendirian, tanpa ada siapapun yang menemani. Tak seorang pun.
"Anya!!"
Tiba-tiba dia memanggil namaku dengan suara parau yang hampir tak terdengar. Bibirnya pucat dan membiru, tangannya dingin sedingin es, air matanya pun telah mengering memasuki pori-pori wajahnya.
Anak-anak yang sedang berada di sekelilingku tak menyadari peristiwa itu.
Aku pun langsung beranjak dari posisiku dan mendekatkan telingaku di sudut bibirnya.
"Bertahanlah sedikit lagi." Ucapnya seperti bisikan. "gua yakin lu itu kuat!!"
Aku menangis sejadi-jadinya memegangi tangannya yang berlahan-lahan melemah menggenggam tanganku. Entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang buruk di tengah kegelisahan ini.
"Sebentar lagi!!" Bisikku di telinganya.
Dia tersenyum.
"Laila. Sebentar lagi kita sampai!!"
Dia memejamkan mata sambil tersenyum.
"Bertahanlah sedikit lagi. Kita hampir sampai di perkotaan!!" Ujarku lagi dengan nada bergetar.
Tapi dia tak lagi merespon ucapanku, dia tak lagi menggenggam tanganku.
"Laila. Kau pasti lelah. Tidurlah untuk sesaat. Tapi kau harus janji, jika kita sampai di rumah sakit. Kau harus segera bangun!!"
Laila tak menjawab.
"Tidurlah. Kau pasti sangat-sangat lelah!!" Ucapku memegangi wajahnya sambil menangis.
Taakkk...
Aku terdiam.
__ADS_1
Tanganya tiba-tiba terjatuh dari genggamanku.
Ku pandangi raut wajah tidur damainya yang terlelap. Dan ku pandangi lagi tanganku yang tak lagi menggenggam tangannya.
Dalam sekejab dunia ku seakan runtuh berkeping-keping.
"Lai, lai. Bangun lai!!" Pekikku panik sambil menampar-nampar pipinya.
Tapi dia tetap tak mau bangun, dia tertidur dalam damai.
Anak-anak berhambur dengan panik melihatku yang histeris.
"Laila. Lai, bangun Lai. Bangun!!" Panggilku tak hentinya menampar pipi nya.
Mobil pick up yang di kemudikan oleh Rio mendadak berhenti saat mendengar keganduhan yang ku buat.
Mereka semua merubung tubuh Laila yang tertidur dengan pulas.
"Lailaaaa..bangun Lai....bangun!!" Teriakku menggoncang-goncangkan tubuhnya beberapa kali.
Tapi dia tak mengidahkan ku, dia tetap saja tidur nyenyak.
Sisa anak-anak lainnya yang menggiring mobil kami dari belakang sontak berhambur keluar dan berlari menghampiri ku.
Dia menatap kosong ke arah Laila dan tanpa di sadarinya sendiri, air mata itu mengucur deras membasahi wajahnya.
"Arya. Tolong, suruh Laila bangun. Kenapa dia tak mendengarkanku saat ku suruh bangun. Kenapa dia terus tertidur saat ku suruh untuk bangun."
Arya mematung tak membalas perkataanku.
"Bangunkan Laila, aku mohon!!"
"Anya!!" Arya terus memanggil namaku dan memandangi Laila yang tertidur.
Sayang naik ke atas mobil dan menghampiri tubuh Laila.
Dia menatapku dahulu lalu memegangi pergelangan tangan Laila untuk beberapa saat, kemudian beralih memegangi lehernya dan terakhir mendekatkan telunjuknya di dekat hidung Laila.
Sayang tak mengatakan apapun kepadaku. Namun langsung mendengus berat dan melakukan pertolongan pertama kepada seseorang yang mengalami henti jantung.
"Sayang. Apa yang kau lakukan!!" Ucapku panik sambil menyingkirkan tangannya.
__ADS_1
Tapi Archie menarik tubuhku dan menjauhkan ku dari tubuh Laila.
"Apa yang kau lakukan kepada orang yang sedang tidur. Sayang hentikan!!" Pekikku berusaha melepaskan diri dari Archie.
Semua anak-anak yang menyaksikan pemandangan itu, meraup wajah mereka sendiri dengan air mata. Suasana berubah menjadi kelam dalam sesaat.
Archie menghalangi ku mendekat ke tubuh Laila saat sayang melakukan kompresi dada dan memberikan nya napas buatan selama beberapa menit, yang di bantu oleh anak-anak yang lain.
Sayang terus berusaha sampai keringat di tubuhnya mengucur deras.
Namun setelah 25 menit berlalu. Laila tak kunjung terbangun dari tidurnya. Dia sudah terlelap cukup dalam sampai-sampai enggan untuk membuka matanya kembali.
Sayang berhenti melakukan itu dan mengangkat kepalanya karena air mata yang sedari tadi tertahan di kelopak matanya, sampai akhirnya dia menatapku dan menampakan kenyataan yang sesungguhnya.
"Dia sudah pergi!!" Ucap Sayang dengan suara parau.
Tubuhku langsung kehilangan tenaga sekedar untuk bangkit. Arya meraung-raung sejadi-jadinya bersujud di jalanan dan meninju tanah dengan kuat. Anak-anak yang lain menangis sesenggukan dan menutup wajah mereka sendiri dengan telapak tangan. Sedangkan Archie memelukku dengan kuat seolah-olah menjadi pilar agar aku tak jatuh.
***************
Tepat 2 jam sebelum kami semua sampai di perkotaan menuju rumah sakit. Laila menghembuskan napas terakhirnya dengan damai dan di kelilingi oleh teman-teman yang menyayanginya.
Dia tak mengucapkan kata-kata terakhirnya seperti adegan sinetron atau film-film india yang sering ku lihat di tv. Dia hanya mengatakan sepatah dua patah kata kepadaku dengan seribu senyuman, yang tak kan pernah ku lupakan sepanjang hidupku.
Dan duniaku berubah kelam hanya berselang beberapa detik.
Tiga hari kemudian.
Seluruh negri dihebohkan oleh berita kasus korupsi yang kembali mencuat kepermukaan setelah perkara itu di tutup beberapa tahun yang lalu karena terdakwa terbukti tidak bersalah.
Namun setelah terungkapnya pelaku penerima suap yang terlibat, beserta para jajaran petinggi negri ini yang mendapatkan kompensasi besar atas terhentinya kasus itu. Negri ini lagi-lagi redup karena akhlak mulia dari para yang-mulia yang terhormat, mengalahkan wewangian harta dari pada martabat.
Keterlibatan buronan Todoroki Hiru asal jepang yang menjadi intensitas pencarian tertinggi dalam kejahatan internasional, membuat kasus ini menjalar menjadi perkara baru.
Media di seluruh dunia menyorot berita besar itu sebagai kejadian luar biasa di seluruh dunia karena melibatkan para petinggi negara yang untuk pertama kalinya, terungkap telah bekerja sama dengan buronan internasional.
Sampai berita itu sampai ke media jepang.
Kejadian yang terjadi di lombok dan langsung melibatkan keluarga besar Yuaga Konisuke setelah tragedi INFER, menjadi kehebohan tersendiri di media lokal jepang. Apalagi sampai saat ini Hiru Todoroki, tidak di temukan keberadaannya setelah melarikan diri dengan speedboat dan bersembunyi di pulau-pulau tak berpenghuni yang tak bisa terdeteksi oleh pemetaan laut.
Tragedi itu menjadi panjang setelah di ketahui telah menewaskan satu orang yang tidak bersalah dan satu orang lagi mengalami kelumpuhan seumur hidup.
__ADS_1
Dan pusat dari perkara ini terlimpahkan sepenuhnya kepada putra terdakwa yang terbukti bersalah, setelah di ketahui menjalin hubungan antar perjanjian dengan Hiru Todoroki yang merencanakan penyerangan terhadap keluarga besar Yuaga Konisuke.