Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kita Teman End


__ADS_3

"Gua ga bisa nyakitin Anya, meskipun gua ingin, tapi gua ga sanggup ngelakuinnya!!" Ujar Arya menangis menatapku. Jari jemarinya gemetar, keringat dingin menetes menyusuri wajahnya. Respon alamiah tubuh manusia dengan segala kekuatannya melawan takdir.


"Katakan semuanya dengan jelas!!" Ucap Archie menegakkan paksa badan Arya dan memegangi bahunya.


Arya mengigil memegangi tubuhnya sendiri, karena dari tatapan matanya yang tak fokus, bisa ku rasa kan. Dia mempertaruhkan segala yang ada di dalam hidupnya demi keegoisannya sendiri.


"Kalau benar, Libiru menargetkan gua dan berenti menargetkan Anya, bukannya itu berarti Anya sedang tidak dalam bahaya kalau lu bawa Anya ke tempat yang di rencanakan Libiru." Archie tak gentar dan merentetnya dengan pertanyaan tambahan, "tapi kenapa lu malah bawa Anya pergi ke tempat lain tanpa maksud yang jelas!!"


Arya tak mengatakan apa pun, dia menatap mata Archie dengan maksud tak ingin menjawabnya.


"Arya. Apa yang sedang lu sembunyikan!?" Archie terus mendesaknya. "Katakan semua yang lu tau, karena gua ga mau pake kekerasan buat bikin lu bicara!!"


Arya meneguk liuarnya sendiri, keringat itu berubah menjadi bulir-bulir sebesar jagung di sekitaran wajahnya. Akhirnya dia menyadari jika Archie tak punya niat untuk menggertak. Dan semua yang di katakan Archie adalah murni kebenaran.


"Sebenarnya, Libiru berencana membawa Anya ke luar negri setelah berhasil ngehancurin lu!!" Ucap Arya dengan nada mengigil.


"Membawa ku ke luar negri, apa maksudnya itu?" Tanyaku.


Archie menguatkan cengkraman tangannya di bahu Arya, menyuruhnya agar cepat bicara.


"Entah sejak kapan tepatnya. Libiru jadi bersikap aneh, dan jadi tiba-tiba sensitif jika membahasa apapun yang berhubungan dengan lu. Dia jadi sering berdalih dengan berbagai alasan, dengan mengatasnamakan kedok. Tapi sebenarnya gua pun sadar, kalau Libiru ada sesuatu sama lu."


Aku diam saja dan menyimak.


"Dia jadi menaruh rasa, setelah sekian lama berinteraksi menjadi teman. Itu yang gua sadari selama ini, karena meskipun target sebenarnya adalah Archie, gak mungkin dia tiba-tiba melakukan hal yang ga guna kayak gini, yang ga ada hubungannya dengan misi."


Arya lalu berjalan selangkah ke hadapanku sambil menunjukku. "Bukannya lu sendiri yang bilang, kalau pertemanan antara wanita dan pria itu ga mungkin!!" Arya setengah memekik.


Aku menggeleng menatap Arya. "Bukannya dia itu bukan laki-laki, bahkan lihat saja kelakuannya!!"


"Apa lu benar-benar percaya rumor itu!?" Tanyanya. "Apa lu ngerasa aneh setelah bertahun-tahun temenan ama dia, dan dia ga sekalipun pernah jalan bareng cowok!!" Balas Arya.


Aku diam sambil berpikir. Meskipun rumor itu menyebar dan langsung meledak karena anak-anak heboh membicarakannya, tapi barang sekalipun Libiru tak pernah terlihat sedang bersama laki-laki manapun, bahkan meskipun tanpa ada-adanya bukit seperti itu, isu nya tetap bertahan. Dan semua itu jelas terbantahkan setelah Hendri membuktikannya.


"Semua itu bohong, dia berpura-pura kayak gitu karena ingin mengelabuhi kalian. Dan ga tau kenapa dia malah beneran suka sama lu dan pengen ngenjadiin lu milik dia sendiri. Apa lu pikir gua bisa ngembiarin ini gitu aja, setelah gua mengetahui apa yang terjadi!!" Ucap Arya memandangku.


"Dan lagi pula, Sabiru dan Libiru itu adalah orang yang sama." Ucapnya lagi sebelum aku merespon pernyataan pertamanya.


"Ma-maksudmu, mereka!!"

__ADS_1


"Dia sengaja membuat dirinya menjadi dua orang karena peran nya hampir terbongkar setelah adanya Sakurai dan juga With owl di pihak kalian, dia merasa terancam akan posisinya saat itu. Dan dengan membuat dalih kalau dia ada dua, dia bisa meminimalisir perannya agar kalian gak curiga!!" Lanjutnya.


Kami berdua terhenyak dan menatap Arya secara bersamaan.


"Mereka berdua adalah orang yang sama!!" Aku tak percaya mendengar ini.


"Gua tadi bilang kalau yang memperalat Ruana sebagai budak **** adalah Libiru bukannya Sabiru, karena dari awal mereka adalah orang yang sama!!" Jawab Arya.


"Jadi, benar dugaan gua. Kalau selama ini Libiru itu tak punya saudara kembar!!" Sambung Archie.


"Dia punya. Tapi kabarnya, saudaranya itu sudah meninggal 7 tahun yang lalu karena penyakit astma!!" Jelas Arya.


Archie tercenung dalam diam, "7 tahun yang lalu, penyakit astma!!" Gumamnya.


"Lalu, bagaimana dengan Ruana. Apa yang terjadi dengannya, dimana dia sekarang?" Tanyaku dengan nada cepat.


"Entahlah, gua juga ga tau dia dimana. Tapi yang pasti, semua rencana ini menjadi berantakan karena ulah pria penjaga resort itu. Seandainya gua tau dia suruhan siapa, gua pasti bakalan langsung bertindak!!" Arya masih belum tahu jika pria itu adalah Pay Long Tse.


"Gua yakin lu ga makan makanan yang udah di racuni Ruana. Tapi kenapa lu juga ikutan pinsan!!" Archie mendesaknya lagi.


"Gua pura-pura. Karena kalau enggak, kalian semua bakalan curiga ama gua!!" Balas Arya. "Lagi, pula. Selama ini, selain tim lu yang selalu menggagalkan rencana kami, pria tua itu juga sering mengganggu!!"


"Jadi gua mohon, mohon banget sama lu. Sebelum musuh lain berdatangan, dan menargetkan kalian berdua. Gua mohon pergi jauh-jauh dari sini, bila perlu ke luar negri. Ganti nama, ubah penampilan, rubah identitas, jangan ampe ketahuan lagi ama Libiru atau musuh-musuh yang lainnya. Gua sadar dari awal, selain Libiru. Ternyata yang mengincar kejatuhan kalian ada banyak, dan mereka mungkin bakalan ngelakuin hal yang lebih sadis lagi ketimbang yang kami lakukan!!" Arya menampakkan tampang memelas.


Perkataannya pun tidak salah, hanya saja yang membuat musuh terlihat menyerang kami secara berjamaah, adalah kehadiran paman Paisee.


Aku dan Archie saling menimpuk pandang satu sama lain, lalu secara bersamaan memandangi Arya dalam keadaan memohon.


Memang sepertinya, aku tak punya sesuatu yang harus di salahkan selain Tuhan. Dia mengadili perasaan ku, tapi juga menjatuhkan keputusan atas nasibku. Dia juga yang menghujani ku dengan kesengsaraan, tapi di satu sisi memberikanku harapan untuk memaafkan.


"Kenapa kau melakukan semua ini?" Tanya ku. "Bukannya kalau kau diam saja dan tak melakukan tindakan seegois ini, mungkin Bapak mu dan juga Laila akan baik-baik saja!!"


Arya membalasku dengan senyum simpul, dan melirikku dari sudut matanya.


"Menurut lu kenapa!?" Tanyanya balik dengan mengulum senyum.


"Kenapa?!" Ucapku.


"Karena lu udah jagain Laila selama ini. Semua yang udah lu lakuin. Itu semua udah lebih dari cukup buat balikin kewarasan gua. Gua ga mau bersikap lebih rendah dari bintang!!" Jawabnya memandang sedih ke arahku.

__ADS_1


Aku Berlari dari tempatku, dan secara spontan langsung memeluk Arya sambil menangis.


Kenapa dunia ini selalu di penuhi oleh orang seperti Arya atau dua orang penjaga yang ku temui tadi. Kenapa nasib selalu kejam terhadap mereka yang menginginkan kebahagiaan.


"Maafin gua Nya, udah ngelakuin ini semua demi diri gua sendiri. Gua terlalu egois dan serakah. Mungkin aja kalau gua ga egois dan menerima takdir. Semuanya pasti bakalan baik-baik aja!!" Ujarnya sambil terisak.


Aku tak membalasnya dan terus menangis sesenggukan di pundaknya, perjuangannya pun sudah cukup. Dia juga sudah cukup menderita.


"Kenapa kau merahasiakan ini sendiri, kenapa kau tak meminta tolong kepada ku. Kenapa kau harus bersekongkol dengan orang-orang kejam yang ada di belakang Libiru!!" Ujarku yang mencengkram bajunya karena marah. Marah atas ketololannya. Marah atas keegoisannya. Marah atas kebaikan hatinya.


"Maafin gua Nya. Maaf!!" Ujarnya menangis tersedu-sedu di pundakku.


Archie memandangi kami berdua, dan sesegera mungkin menegakkan kepalanya ke atas, dia berusaha agar air mata yang menggenang di pelupuk matanya tidak tumpah. Tangan Archie terus mengepal dari tadi, dan dia pun sebenarnya punya ikatan emosional yang tinggi terhadap Arya, mengenang kalau mereka adalah sesama laki-laki.


"Karena sekarang lu udah mengatakan semua nya kepada kami. Yang artinya tindakan lu ini sudah bisa di kategorikan sebagai bentuk penyerahan diri!!" Ucap Archie yang tak ingin berlama-lama.


Arya berhenti bersedih dan aku pun melepas pelukanku.


"Karena lu berani berbuat seenaknya, dan mementingkan ego lu sendiri buat nyelamatin Anya tanpa menyerahkannya kepada Libiru. Itu artinya lu pun udah siap dengan segala resikonya!!" Archie menekankan pemahamannya.


Arya mengangguk.


"Dan sekarang apa yang harus kami tawarkan atas semua informasi dan pengorbanan yang telah lu berikan!!" Tanya Archie.


Arya memandangi kedua mata Archie dengan lekat.


"Ayo kita bekerja sama!!" Arya menatapi kami satu persatu. "Untuk menjebak balik Libiru!!"


************


"Jadi, pria itu adalah Pay Long Tse yang di kabarkan meninggal beberapa tahun yang lalu, tapi sebenarnya dia masih hidup dan melakukan serangan balik!!" Ucap Arya sambil berlari menggiring kami berdua menerobos semak belukar.


"Benar!!" Jawab kami berdua secara bersamaan setelah memaparkan identitas laki-laki penjaga resort.


"Lalu, dia sadar kalau dia tak pernah mengadopsi siapapun, karena memang semua itu hanyalah kebohongan yang Libiru buat semata-mata untuk mengelabuhi kalian!!"


Kami berdua mengangguk lagi secara serempak, dan berlari-lari kecil menyusuri semak-semak.


Kami terus berjalan menyusuri tepian hutan, tepatnya di bawah kaki bukit yang tak jauh dari perkemahan. Dan setelah berjalan selama hampir 40 menit. Akhirnya kami menemukan jalur sungai, yang berarti tempatnya tak berada jauh dari daerah ini.

__ADS_1


__ADS_2