Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 7


__ADS_3

"Apa gua terlihat seperti orang yang tahu sesuatu?!" Jawab Tora yang memainkan hipotesis kami berdua.


"Kau memang terlihat seperti itu!!" Ucapku.


Dia tersenyum simpul dan mengangkat kedua bahunya.


"Apa lu beneran lagi main-main bareng gua!!" Ujar Archie yang berdiri di sisi nya, dan bisa ku saksikan kejadian selanjutnya yaitu keengganan Tora untuk berada di dekat Archie, karena dia masih merasakan imunitas kewaspadaan pada ancaman.


"Ehhmm..gua ga bermaksud buat nyampurin urusan kalian, tapi sedikit informasi dari gua ini mungkin bisa ngembantu." Ucapnya tetap jaim meskipun dia memasang tanda pertahanan diri.


"Informasi?" Serempak kami berdua saling menatap satu sama lain.


"Kemarin malam sesaat sebelum pesta barbeque, ga sengaja gua berpapasan ama seseorang yang membeli kacamata renang." Ucapnya dengan mata yang menyipit. "Gua ga terlalu jelas siapa, karena selain Dimas ama Rio, malam itu ga ada yang make hodie hitam selain mereka!!"


Kami berdua diam saja dan terus menyimak perkataannya.


"Lagi pula, orang yang bisa menyeretmu ke tengah lautan adalah seseorang yang juga berada di dalam air, dia handal menyelam, dan bisa berenang dengan cepat!!" Lanjutnya lagi, "yah kalian mengerti kan maksud gua! Lagi pula, sepertinya gua hampir menebak setengah dari tujuan kalian membawa kami kemari."


Kami tetap diam saja, dan mendengarkan.


"Sebagai informasi tambahan. Rio, dia atlet renang seperti gua, dan dia juga jago snorkling!!"


Serempak kami berdua menatap tajam pada Tora dan dia langsung menunjukan kengerian dari ekspresi kami yang haus akan kebencian.


"Yah, gua ngomong gini bukan karena gua nuduh dia pelakunya. Tapi ga ada salahnya juga kan, kalau kalian berdua juga berhati-hati dan mulai menyelidikinya!!" Ucapnya yang kaku dan menggosok belakang lehernya sendiri.


"Tapi kenapa?" Ucapku lalu menatapnya lagi, "kau sampai membeberkan hal ini pada kami berdua bahkan menyelamatkan ku? Apa kau juga punya maksud tertentu?"


"Haahh...apa lu juga ikutan paranoid gegara deketan terus ama orang ini!!" Jelas maksudnya adalah Archie. "Dengar!! Gua ga ada maksud tertentu, karena dari awal gua jahat karena kepaksa."

__ADS_1


"Yang benar aja, lu malah bilang kepaksa." Archie mengomporinya sambil mengeluarkan senyum meremehkannya yang amat mengesalkan.


Tora terlihat kesal sampai mengepalkan tinjunya tapi sejurus kemudian kepalan itu terbuka dan terlepas secara berlahan-lahan.


"Entah apa yang udah kalian lakuin selama ini. Tapi gua beneran makasih ama semua yang udah terjadi." Ucapnya dengan suara rendah, "gua ga tau apa yang udah kalian lakuin. Ga tau kenapa, tiba-tiba Sabiru ngelepasin Ruana gitu aja dan ga menjadikannya alasan untuk ngancam gua."


Dia mengembuskan napas panjang dan hampir menangis. "Gua ga tau gimana cara gua bales perbuatan kalian, mungkin aja kalau saat itu gua ga ketemu kalian, gua masih jadi pengecut dan jadi orang jahat selamanya." Ratapnya tak berhenti.


Archie diam saja tanpa berkata-kata, mungkin pengakuan tulus dari Tora juga memukul hatinya. Entah mengapa sejak pertengkaran terakhir kali nya dengan Sakurai. Dia berlahan menjadi orang yang berbeda, ada kehangatan yang sedikit demi sendikit di lontarkannya kepada orang lain, atau dari dulu Archie memang seperti ini, namun dia enggan menunjukannya kepada siapa pun karena dia tak mau di remehkan.


*************


Besoknya tak ada kegiatan apa pun yang di lakukan anak-anak selain acara berdiam diri di sekelilingku dan menatapku dengan pandangan menyedihkan. Mereka semua orang-orang baik, sebagian sudah berada di sisiku sejak lama, bahkan sebelum aku belajar menggunakan perasaanku untuk mencintai diriku sendiri dan orang lain.


Tapi, di balik ini semua, seseorang itu, mau dia teman lama yang sudah ku kenal, atau yang baru ku kenal, semuanya tak menunjukan dirinya musuh bagi nyawaku.


Aku seperti sedang di batasi oleh tirai tipis, di mana di balik tirai itu seseorang sedang menyembunyikan belatinya, bersiap menikamku, tak perduli kalau aku sudah tertikam ribuan kali, dia tak kan memandangku.


Mereka semua bingung dan menatapku lagi dengan pandangan yang sama, pasti mereka mengira aku aneh karena merasa baik-baik saja padahal hampir mati.


"Nya, kalau boleh saran. Mending lu gosah maksain diri, gua ga papa kalau acara hari ini batal asal lu baik-baik aja dan ga kenapa-napa!?" Ucap Laila yang langsung menenangkanku seperti pasien sakit jiwa.


"Gua sih setuju, lu ga tau aja gua beneran masih shock tau ga, karena waktu itu yang paling deket ama lu itu kan gua. Dan gua sama sekali ga sadar kalau lu ngilang." Tambah Arya menjadi.


"Astaga, sumpah deh!!" Ucapku dan langsung mengamit mereka berdua di kiri dan kanan ku. "Aku beneran ga kenapa-napa. Kapan lagi ya kan, kalian di traktir liburan ama konglomerat. Ini tuh momen penting yang harusnya aku inget seumur idup. Gila kali, gegara kejadian ini kita semua ga jadi snorkling."


"Lu ini terbuat dari apa sih, tahan banting banget!!" Laila mengomel seperti emak-emak.


Padahal sebenarnya aku masih takut, aku takut pergi ke dasar lautan sana dan kembali tenggelam. Tapi diam saja pun aku tak kan dapat apa-apa selain pikiran negatif yang mencurigai mereka satu persatu.

__ADS_1


************


"Siniin tangan lu!!" Ucap Archie yang merentangkan tangannya untuk menyambutku naik ke atas kapal.


Aku langsung menyambutnya dan dia pun langsung menarik tubuhku dalam dekapannya, lalu tanpa di duga di tengah keramaian anak-anak yang masih ribut untuk berebut naik ke atas kapal, dia malah menciumku bahkan itu di lakukan di depan Dimas yang tercengang menatapku, bahkan ku rasa dimas sampai lupa menarik napas.


Plaakkk..


"Kau gila ya!?" Ucapku marah dan menamparnya karena malu.


"Hah, gua di tampar nih!!" Ucapnya tercengang karena kaget.


"Hahahahaha..di tampar!!" Anak-anak berebut untuk meledeknya.


Sialan banget, kenapa dia harus melakukannya di depan anak-anak.


"Archie..bantuin!!"


Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang selalu mengusik pikiranku akhir-akhir ini.


Aku memalingkan tubuhku, dan ku dapati pandangan mengusik mata yang membuat telur mentahpun menjadi matang setelah ku genggam.


Dengan elegan, Archie merangkul tubuh Sayang seperti adegan princess disneyy yang menari-nari di dalam istana kerajaan. Mereka berdua terlihat bersinar bagaikan raja dan ratu sungguhan.


Lihatlah rambut mereka berdua yang berkibar-kibar di terpa angin bagaikan sentuhan ilalang kuning yang mengembun di pagi buta, gerakan mereka berdua terlihat mengesankan bagaikan dua bangau yang menari-nari karena mendapati sinar rembulan yang memantulkan buruan di atas air, pandanganku sekejab tersihir dan aku melihat dunia seperti di slowmotion dan mereka berdua adalah peran utama yang sedang melakukan adegan epic.


Susah sekali mendapati perasaan ini, aku benar-benar takjub karena karisma mereka berdua jika di satukan, tapi di satu sisi juga aku tak boleh menyerahkan milikku kepada orang lain.


Ini membuatku dongkol, apalagi tadi Archie sudah menciumku dan aku pun menamparnya di depan anak-anak.

__ADS_1


Sayang tersenyum senang, dan menatapku dengan padangan picik dari jauh. Dia pasti berfikir kalau aku sudah kalah dari nya.


__ADS_2