Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 20


__ADS_3

"Beneran lu udah yakin!!" Tanya Archie.


Anak-anak menatap Tora dengan perasaan iba. Hari ini tepat tiga hari setelah kecelakaan itu, dia tiba-tiba mengusulkan sesuatu kepada Archie, sehingga semuanya berkumpul di hall room untuk sama-sama mendengarkan.


"Lu beneran mau ngelanjutin rencana liburan kita, meskipun tau kondisi Ruana sedang ga baik!!" Tanya Rio yang terlihat gusar.


Tora mengidar pandang dan menatap kami satu persatu, lalu menampakan wajah optimis kalau keputusannya sudah benar.


"Gua setuju bawa Ruana pergi ke tempat ini karena memang ingin membawanya berlibur. Dia bakalan lebih tertekan kalau di biarkan terkurung di dalam kamar, atau ga melakukan apa pun. Kondisinya akan semangkin memburuk jika dia teringat dengan sesuatu yang menyengsarakannya!" Ungkap Tora.


"Tapi, scedule kita kali ini kamping di sungai deket gunung loh, lu yakin kalau Ruana ga bakalan kecape'an!!" Tanya Dafa.


"Gua bakalan jagain dia kalau seandainya dia drop atau kenapa-napa, karena ini udah keputusan gua buat ngelanjutin scedule." Tora optimis. "Ruana harus hepi, tujuan gua bawa dia kesini agar dia bahagia, jadi ga mungkin gua ga ngelanjutin scedule yang emang kita rencanain dari awal."


Anak-anak diam dan saling pandang, pasti terbesit di hati mereka kalau merasa iba dengan perjuangan Tora, terlebih lagi Tora sudah lama menderita karena hal ini.


"Ok fix ya." Archie berdiri dan memecah keheningan. "karena dari awal gua emang berniat buat ga ngelanjutin scedule karena kondisi adek lu ga baik. Tapi kalau lu sendiri yang ngomong berarti ga masalah kan kalau kita lanjutin." Tambah Archie.


Anak-anak pun akhirnya setuju dengan keputusan ini, dan acara liburan pun kembali di lanjutkan.


"Tora!!" Panggilku saat anak-anak telah berpencar dan kembali ke kamar masing-masing.


Dia berhenti dan mendatangiku.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanyanya.


"Ahh..tidak, aku hanya ingin memastikan sesuatu?"


Dia menunduk dan seperti sudah menebak isi kepalaku.


"Apa kau melakukan ini karena ada hubungannya dengan apa yang kita bicarakan kemarin?" Tanyaku.


"Gua ga bisa kalau cuman duduk diam saja dan menunggu keajaiban." Balasnya.


"Tapi, kau tahu sendiri kan kalau semua ini berbahaya. Entah kejadian apa yang akan terjadi nantinya!!"


"Gua ga takut." Ucapnya spontan, "gua ga takut, sumpah gua ga takut!!"


"Sumpah gua udah capek lari, gua udah bosan berdiri di atas bayang-bayang kesialan, gua udah jengah ga bisa berbuat apa-apa selain tunduk." Ujarnya sambil mengepalkan tangan berusaha agar tak menunjukan air matanya yang menggenang di pelupuk mata.


"Oke liat aja tar!!" Dia berhenti dan mengusap wajahnya sendiri untuk memudarkan air mata. "Siapapun pelakunya. Gua ga akan pernah ngelepasin dia!" Sambungnya berapi-api.


*************


Subuh-subuh sekali peralatan kamping sudah di siapkan, berbagai jenis perbekalan juga sudah di angkut. Selain karena tempat nya agak jauh dari tempat menginap akses jalan menuju lokasi juga sulit. Banyak trek susah untuk di lalui oleh mobil apalagi kondisi tempat ini sering sekali di guyur hujan, maka kami pun memilih berangkat pagi sekali untuk menghemat waktu saat di perjalanan.


Saat matahari telah terbit, kami sudah berangkat menuju lokasi. Penjaga penginapan mengatakan, kalau lokasi tempat kemping yang kami tuju merupakan Hiden gem, yang artinya tempat tersebut merupakan tempat yang amat menakjubkan dan tak banyak orang yang tau selain orang-orang tertentu yang pernah ke sana.

__ADS_1


"Di sana ada udang darat yang bisa di makan juga Nyonya. Bisa mancing dan pake kayak juga!!" Kelakar bapak penjaga penginapan dengan logat khas daerahnya, beliau juga ikut beserta 6 orang lainnya untuk membantu mengemasi peralatan kemping.


Rombongan kami membawa 5 mobil pengangkut. 3 mobil untuk kami pakai sebagai angkutan, dan 2 mobilnya untuk angkutan barang. Jadi lebih terlihat seperti konvoi balak liar di bandingkan rombongan yang ingin kemping di alam.


Aku satu mobil bersama Archie, Laila, Ruana,Tora dan Rio beserta bapak penjaga yang menyetir mobil. Selebihnya berada di mobil yang lain.


"Terakhir gua kemping pas masih SMP, waktu itu juga masih jaman pramuka." Laila mengambil alih percakapan di tengah perjalanan. "Kempingnya di tempat angker pula, terus gada yang sadar kalau lagi ngendiriin tenda di atas makam keramat." Dia menceritakannya dengan dramatis.


"Kok bisa ga tau, emangnya gada tanda kalau itu kuburan!!" Sambung Rio menanggapi cerita Laila.


"Gada yang sadar. Terus kalian tau ga, pas malemnya tiba-tiba ada beberapa anak yang kebangun di tengah malam karena dengar suara keributan di luar," Laila menjeda ceritannya agar terlihat dramatis, sehingga anak-anak yang mendengarnya menjadi penasaran. "Terus pas mereka keluar dari tenda, tempat kemping itu malah berubah jadi pasar di tengah hutan!" Ceritanya Heboh.


"HIIIIIIYYYYYHHH...!!!" Anak-anak bergidik.


"Terus lu juga ikutan kebangun ga?" Tanya Archie.


"Kaga, gua molor ampe pagi." Jawab Laila.


"Yakali, kirain lu juga keluar tenda pas tau ada pasar kaget, abis itu lu beli gado-gado!!" Sambung Rio menggodanya.


"Enggalah, gua ga tau gimana kejadiannya, gua juga taunya pas pagi dari anak-anak yang ngalaminnya langsung!!" Jelasnya Laila.


Aku menatap Ruana yang sudah mulai tertawa dan juga menyimak percakapan ini. Sesekali Tora mengecek keadaan Ruana dengan memperhatikan ekspresi adiknya.

__ADS_1


Yah biar bagaimanapun, Tora lah yang banyak mempertaruhkan banyak hal untuk kelanjutan scedule ini.


__ADS_2