Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kiat-kiat Jitu Laila Part 2


__ADS_3

"Fokus!" Gumamku sendiri sambil mengisi lembar jawaban.


Sial. Gara-gara Archie, ini semua karena dia yang sudah mengiming-imingi ku dengan rencana keberangkatan bulan madu. Sehingga semua yang kulakukan seolah tidak fokus dan teringat dengan yang aneh-aneh.


"Aaaaaaghhhh....!!" Pekik ku pelan sambil mengobrak abrik rambutku sendiri dan menelungkup kan kepalaku dia atas lembar jawaban.


Apa yang harus ku lakukan, kenapa di tengah-tengah ujian seperti ini, aku malah berkutat dengan pikiran negatif ku mengenai rencana bulan madu.


Sejurus kemudian aku langsung tersentak, dan mengangkat pandangan ku menatap lembar jawaban yang sedikit lagi hampir terselesaikan.


Aku teringat harus bertanya kepada siapa jika harus menghadapi masalah yang rumit seperti ini.


Dengan mata melotot segar bersinar cerah layaknya matahari yang terbit di ufuk barat. Aku langsung memacukan otakku dan dengan lancar mengisi soal ujian yang tadi sempat tersendat.


"Laila?" Sapa ku yang menunggu nya keluar dari kelasnya.


Laila langsung tersentak kaget, dan memasrahkan tubuhnya untuk ku gotong ke arah taman. "Aku mau ngomong sesuatu, ini penting banget!" Ucapku sembari membawanya tergesa-gesa menuju kursi taman.


"Buwaahahahahaha...!!" Tawa Laila meledak saat aku mengungkapkan perihal kekalutan ku selama ini.


Laila menikmati segala kesengsaraan ku selama ini dan dengan terang-terangan dia meledek ku dengan panggilan..


"Buntut kuda laut!" Ucapnya dengan tawa yang meledak-ledak sampai gusinya yang merah itu keluar menyembul dari mulutnya, bisa di bayangkan seberapa lebar dia membuka mulutnya sendiri.


Buntut kuda laut adalah istilah gaul yang sering kami gunakan untuk menamai seseorang wanita sebagai perawan tua, yang artinya meskipun sudah pernah pacaran berkali-kali pun, wanita tersebut masih tetap tak terjamah dan steril. Padahal setelah di pikir-pikir gada sangkut pautnya sama sekali, meskipun asal usul nya gaje, istilah ini malah populer di kalangan kami.


"Kan, kan. Apa ku bilang, dah lah males!" Ucapku yang hampir berhambur dari hadapannya. Namun karena aku masih membutuhkan pertolongan nya, maka ku urungkan niatku dan duduk kembali di dekatnya.


"Astaga Nya, ga nyangka gua." Ucapnya yang masih tertawa terpingkal-pingkal. "Gua kira lu udah abis dari malam pertama."


"Ngasal!" Sahutku yang berdecak kesal sembari memegangi tengkuk ku sendiri.


"Jadi selama ini lu gak pernah tuh nganu bareng babang bule sekali pun."


Aku mendengus kesal sembari mengerjapkan mataku. "Gak pernah sekalipun, meskipun udah ada ancang-ancang bakalan kejadian, tetap aja gagal, dan selalu berujung kikuk." Jelasku.


Tawa Laila pun kembali pecah bahkan dia hampir tersungkur karena goncangan tubuhnya yang tak bisa lagi membendung rasa geli di hatinya.


Sialan kau Laila.


"Udah dong Lai. Aku harus gimana?" Ucapku yang memelas mencoba menghentikan kegilaan nya.


"Bentar, bentar." Ucapnya sembari merentangkan kedua tangannya kepada ku." Gua ambil napas dulu. Hhuuufff...."


"Aku harus mulai dari mana dulu. Maksud ku, selama ini yang selalu inisiatif buat nolak tuh selalu aku dan sekarang itu bikin gak nyaman dan terkadang bikin frustasi!" Ucapku sambil menumpuk kedua tangan ku menutupi wajahku.

__ADS_1


"Hhhmmm..." Ujar Laila berpura-pura berfikir sambil menautkan tangannya menyentuh dagu. "Jadi selama ini lu tuh bersikap jual mahal gitu, jadi itu yang bikin lu kesusahan buat bersikap lunak kek menyerahkan diri buat di pasrahkan."


Aku mengangguk pelan sambil membuka telapak tangan yang masih menutupi wajahku.


"Yah, gua sih ngerti keadaan lu. Cuman yah Archie ini menurut gua tipe cowok yang tsundere!"


"Tsundere?" Tanyaku memutar kepalaku menoleh kearahnya.


"Ho'oh tsundere adalah sifat yang terlihat keras di luar padahal lembut di dalam." Jelasnya sambil mengacungkan satu jari keatas, menjelaskan nya seperti seorang pro. "Yah gua rasa lu juga kesusahan ama sifat Archie yang kayak gini mangkanya lu jadi berasa canggung kalau tetiba bersikap lunak."


"Jadi.." Ucapku sambil tak sabar menunggu penuturan selanjutnya."Aku harus gimana?" Tanyaku memelas.


"Coba aja kalau gitu sekarang lu balikin keadaannya!"


"Maksud kamu?" Tanyaku.


"Yah lu yang harusnya bersikap agresif duluan!" Ujarnya lalu mendekati ku. "Sosor duluan, terkam, gerayangi, lahap. Bukitiin kalau lu istri yang bisa di andalkan dalam urusan ranjang."


Aku tertegun sesaat setelah mendengar kata-kata absurd nya. Lagi pula pertama kalinya aku berinisiatif memberikan diriku kepadanya di saat pertemuan di gedung F barat, saat Archie meminta ku menciumnya dengan suka rela.


"Agresif!" Ucapku sembari melamun.


Laila menatapku tajam dan menaikkan satu alisnya. "Gua bakal ajarin lu dari awal." Ucapnya sembari menepuk pundak ku dan berdiri dengan dada membusung dan kaki satunya terangkat di atas kursi.


Dia mengingatkan ku dengan Tarzan, hanya gender nya saja yang berbeda. Laila langsung menarik tangan ku dan beranjak pergi dari taman kampus.


Laila membawaku ketempat nya.


"Oke. pelajaran pertama!" Ucap Laila sambil menyodorkan kepada ku sebuah flashdisk. "Pelajari ini dan hayati. Gua bakalan ngunciin lu disini ampe batas waktu yang udah gua tentukan." Ucapnya lalu mengunciku di dalam kamarnya bersama laptopnya yang masih menyala.


"Pelajari dan hayati!" Gumamku sambil menyolok flashdisk kedalam lobang nya.


Dan...


Aku langsung tercengang dengan mata membulat besar. Tak ku sangka-sangka bocah yang kelihatan suci itu menyimpan file video p*rno sampai 500 copy.


"Laila!" Pekik ku dengan wajah memerah dan menutup mulutku sendiri.


"Pelajari dan hayati!" Pekiknya dari luar kamarnya.


"Shhhhit!!" Gumam ku sambil tersenyum menyeringai malu dan memutar salah satu film biru yang kelihatannya hot.


1 jam kemudian.


Cekleek....

__ADS_1


Laila akhirnya membuka pintu kamarnya setelah aku hampir mati terkapar menonton adegan tak senonoh sebanyak 50 film pendek yang berdurasi beberapa menit.


"Gimana?" Ucapnya sembari menyilangkan tangan di dadanya dan bersandar di kusen pintu. "Celana lu udah basah belom!" Sambungnya terkekeh.


"Siyaaaal..!" Runtuk ku mengangkat pandangan ku ke langit, dan langsung berhambur menyerobotnya yang berdiri di tengah-tengah pintu, dan langsung menuju WC.


*************


Laila membawaku ke suatu toko, dimana tempat tersebut menjual pakaian dalam wanita sexy dan berenda.


Bahkan di patung pajangan nya aku sudah melihat baju yang amat kurang bahan.Terlihat lebih baik dari pada tidak memakai baju sama sekali.


"Pelajaran kedua." Ucapnya sembari terkekeh nakal. "Penampilan yang bakalan bangunin joni untuk bercinta." Ungkapnya hampir memekik.


Sialan Laila, Pertama menyuruhku menonton Film p*rno sekarang dia membawaku mencari pakaian tak senonoh yang terlihat memalukan jika di pakai.


"Mbak!" Panggilnya sambil memanggil penjaga toko. "Rekomendasi kan semua produk import yang paling mahal dan berkualitas untuk ukuran nona ini." Ucap Laila menunjukku.


Penjaga toko itu memandangi tubuhku untuk sesaat. lalu mengangguk setuju dan menggiring kami berdua ke suatu tempat yang nuansanya berbeda dari tempat kami masuk tadi.


"Ini adalah lingerie yang terkenal di kalangan penghibur malam kalangan atas saat ini. Lingerie ini terinspirasi dari cerita pada zaman mesir kuno!!" Ucap si penjaga tokoh sembari mempersembahkan kepadaku sebuah lingerie berwarna hitam berkelap-kelip bertabur seperti emas di pinggiran pinggan dan dadanya, serta di lengkapi sebuah penutup wajah berbahan tipis yang juga merupakan bahan yang sama di bagian pinggang nya, berupa bahan transparan yang menjuntai sampai ke lantai.


"Gua yakin kalau lu make ini bisa lolos 17 ronde Nya!" Bisik Laila menggodaku.


"Kampret lu!!" Balasku sembari mencubitnya yang dari tadi terus terkekeh-kekeh.


Setelah itu si penjaga tokoh terus memperkenalkan ku kepada lingerie import lainnya, bahkan yang mengejutkan, mereka juga mempunyai koleksi lingerie yang khusus untuk para wanita pemuas lelaki seperti sebuah lingerie yang hanya menutupi setitik bagian intim mereka, bayangkan setitik saja. Dan itu membuat ku ngeri jika aku yang memakainya di depan Archie, mau di bawa kemana otak suciku yang selama ini ku jaga.


Dan akhirnya atas pertimbangan ku dan Laila kami memutuskan untuk membeli 5 set lingerie yang terlihat menantang dan juga membuat tegangan.


*************


Dia membawa ku tempat sebuah rumah cantik yang memiliki jasa untuk melakukan perawatan khusus terhadap wanita yang akan menjadi pengantin baru.


Sejauh ini, baru kali ini Laila membawa ku ke sebuah tempat yang normal. Bahkan selama perawatan, aku di manjakan oleh perawatan yang berkelas dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Namun di akhir perawatan yang sangat menentramkan hati tersebut. Laila menunggu ku di sebuah ruangan dengan berisi segelas besar ramuan herbal tradisional berwarna coklat butek dan bau rempah yang menyengat.


"Minum!" Ucapnya sembari menyodorkan gelas segede gaban itu padaku. "Ini adalah ramuan tradisional yang bakalan buat badan lu segar bugar, dan kuat sampe beronde-ronde."


"Gak!" Pekik ku sambil menutup mulutku sendiri.


"Minum gak lu." Balasnya sambil memegangi leherku dengan kekuatan nya.


"Enggaaakk...!!" Pekik ku sembari menutupi rapat mulutku sendiri.

__ADS_1


Kampret nya Laila, akhirnya dia berhasil membuatku membuka mulutku dan menenggak habis jamu kuat yang dia peruntukan untuk ku.


Setelah selesai menghabiskan satu gelas jamu kuat tersebut, tubuh ku berasa mengalami peningkatan XP, serasa bagaikan hero betina yang mampu membacok lawan hingga tripple kill.


__ADS_2