Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 15


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Tanyaku kelabakan.


"Si brengsek itu, dia yang mendalangi kejadian itu dan memerintahkan teman-teman cowok Ruana untuk memperkosanya di rumah kosong." Ucap Tora dengan berapi-api. "Dan asal lu tau aja, Ruana ga pernah membahas kejadian ini dan ga pernah ngasih tau siapa pun, karena dia memikirkan nama baik keluarganya jika hal ini tersebar."


"Itu sebabnya dia menjadi masokis!!" Ucapku sambil memegangi tubuhku sendiri karena gemetar, dan bisa ku bayangkan bagaimana sengsaranya menjadi Ruana.


"Dan yang bikin gua ga abis pikir, Ruana tau kalau Sabiru yang bikin dia kayak gini. Tapi dia ga bisa berbuat apa-apa karena selama ini dia bergantung dengan Sabiru, dan baginya hanya manusia itu yang mampu memahami kondisinya." Jelasnya dengan mata meradang.


"Sabiru merencanakan semua itu, hanya demi membuatmu patuh?!"


"Hah...sial, brengsek!!" Dia kehilangan kendali dan mengamuk memukuli dinding. "Manusia bedebah itu, gua..ga bakalan tinggal diam, gua bakalan ngancurin dia ampe gak ada yang tersisa dari nya."


Aku mengerti betapa hancurnya hati Tora saat ini, dia hanya mengingkan yang terbaik untuk keluarganya, tapi masa lalu yang kelam malah menghianatinya dan memaksanya untuk bungkam akan perannya sebagai seorang kakak.


*************


"Lu dari mana aja sih, gua cariin kemana-mana!?" Ucap Archie yang datang langsung mengocehiku.


Dia lalu memperhatikan ku yang berjalan berbarengan dengan Tora yang memang berasal dari tempat yang sama.


"Kenapa lu bisa berbarengan ama insect ini!!" Cemoh Archie yang terang-terangan mengatai Tora, lalu dia menarik tubuhku agar tak dekat-dekat dengan Tora yang memang bersebelahan denganku.


"Archie, udah deh. Aku tadi abis dari kamar Ruana!!" Jelasku.


Tapi Archie tak mengidahkan kata-kataku dan jelas sedang mengintimidasi Tora.


"Kita berdua cuman abis ngobrol dari hati ke hati kok." Tora malah mengompori Archie. "Yakan Nya!" Tambahnya tersenyum kearah ku.

__ADS_1


"Dari apa ke apa, lu bilang apa tadi?" Archie terpancing dan mendekat ke arah Tora.


"Apasih, gua kan ga ngapa-ngapain cewe lu!?" Tora terdesak.


"Ngobrol dari hati ke hati juga termasuk ngapa-ngapain. Dan lagi, dia tuh bukan cewe gua tapi bini gua. Paham lu!" Jelas Archie yang selalu membuat lawan bicaranya tak bisa berkata-kata.


"Ahh..serah lah, dasar ga waras!!" Umpat Tora yang ciut dan langsung kabur dengan cara menyerobot tubuh Archie.


"Kamu tuh jangan keseringan ngerjain anak orang, dia kan gak berbuat salah." Ucapku memarahi nya.


"Sapa suruh lu ngobrol dari hati ke hati ke cowok lain selain gua!" Balasnya sambil menyentil jidatku.


"Itu kan hanya ngobrol, lagi pula dia sedang membicarakan sesuatu yang menyangkut hidup seseorang!!" Jelasku sambil mengusap jidat.


"Maksud lu?" Tanyanya.


Lalu aku menceritakan semua yang telah ku alami dan mengatakan semua yang telah ku dengar dari Tora.


"Iya bener, dia salah ngira kalau peralatanku adalah peralatannya!!"


"Lu beneran percaya apa yang dia bilang!?"


Aku tergagap dan menatapnya dengan bingung.


"Karena dia berhubungan langsung dengan Sabiru, anggap aja dia adalah kaki tangan musuh. Kita berdua selalu mendapatkan pernyataan berbeda dari setiap orang yang menyatakan kalau mereka sendiri korban." Ucap Archie dengan penuh penekanan. "Apa lu ingat apa yang di sampaikan Libiru saat itu? Lalu Sabiru juga menyatakan sesuatu yang juga berbeda dan mengatasnamakan dirinya korban. Gua tegasin, karena ga ada bukti yang memperlihatkan mereka benar-benar bersalah, mereka jadi gampang buat memperdaya kita."


Apa yang di sampaikan Archie ada benarnya juga, sejauh ini orang-orang yang kami curigai sebagai musuh selalu melempar peran mereka ke orang lain, dan mengaku berdiri sebagai korban.

__ADS_1


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanyaku.


Archie merangkulku dan kemudian mengusap punggungku, lalu dia berbisik di dekat telingaku. "Tetap pada rencana, jangan mudah terpengaruh atau terpedaya." Bisiknya.


Aku mengangguk antusias dan menepuk-nepuk lengan Archie.


"Wuihh..sore-sore udah bermesraan aja nih!!"


Ucap seseorang melangkah ke arah kami yang memang terlihat seperti sedang bermesraan.


"Siapa?" Tanyaku yang tak mengenal siapa laki-laki yang ada di hadapanku.


Laki-laki itu terkekeh dengan sorot mata yang memancarkan kegantengan yang hakiki, dia geli mendengar ku bertanya, sampai-sampai memegangi perutnya sendiri.


"Apa kita harus kenalan dulu biar lu ingat siapa gua?" Ucapnya sambil menjulurkan tangannya.


Aku dengan canggung mengangkat tanganku dan berniat menyambut tangannya, tapi Archie menepis tangan laki-laki ramping itu dan menatapnya tajam.


"Gosah sok ganteng deh lu Yang, basi!!" Ucap Archie.


Aku langsung diam dengan mulut membekap.


"T-tunggu, tadi kau memanggilnya siapa?" Tanyaku pada Archie.


Aku langsung tersadarkan sesuatu yang membuat kaki-kaki ku gemetar karena kaget. Lelaki ramping yang punya paras rupawan bak pangeran yang berasal dari dunia yang sama dengan Archie, yang punya muka gateng kalem dan mampu meluluhkan seantero wanita di seluruh negri.


"Sa-sayang!!" Tunjukku dengan gemetar, karena dia benar-benar terlihat tak di kenali dengan rambut pendek dan tanpa riasan.

__ADS_1


Lelaki ramping itu mengangguk sambil tersenyum dengan mata menyipit, yang menandakan kalau suasana hatinya sedang sangat senang luar biasa.


Mati aku, ternyata Sayang adalah seorang Cross-dresser.


__ADS_2