
Satu minggu sebelum camping.
"Lu kapan balik ke jepang?!" Tanya Archie yang mengganggu obrolanku dengan Sayang di hallroom.
Sayang langsung menatap Archie dengan tampang datar. Matanya menyipit, bibirnya meper.
"Ngapain nanyain gua kapan balik!!" Balasnya langsung ngegas. "Lu beneran pengen ngusir gua. Gegara gua pernah tidur sekamar bareng ama bini lu!!"
Aku langsung menyubit pinggang Sayang dan melototinya karena berbicara dengan terang-terangan.
"Kenapa ga lu umumin pake toa aja sekalian. B*go!!" Balas Archie menggaplok kepala Sayang.
"Sakit b*go!!" Balas Sayang yang mengejar Archie dan ingin melakukan hal yang sama.
Traaakkkk..taakk....
Sebuah benda tiba-tiba terjatuh dari saku hodie milik Sayang.
Aku mendekat dan memungutnya dari lantai.
"Apa ini!!" Ucapku memperhatikan toples kecil yang berbentuk memanjang sebesar tabung gelas reaksi, dan di dalamnya berisi sesuatu yang menakjubkan.
Ada hutan kecil yang hidup dan berkembang biak di sana, mereka menciptakan ekosistemnya sendiri di dalam tabung itu, tumbuhan itu akan terus hidup sampai berpuluh tahun atau bisa beratus tahun jika wadahnya tidak pecah atau tutup stoplesnya tidak sengaja di buka, penghobi tanaman menyebut hal ini sebagai terarium. Keajaiban kecil milik semesta.
Archie dan sayang berhenti membuat kegaduhan dan memandangi ku yang masih memegang benda itu. Mereka mendekat secara bersamaaan dan memandangi nya yang masih berada di genggaman tanganku.
"Lu masih nyimpen benda itu!!" Ucap Archie yang memandangi lekat botol itu.
Sayang tak menjawab, dia hanya menatap Archie dengan menaikan alisnya.
"Mau sampai kapan lu terjebak dengan hal ga guna kayak gitu!!" Ucap Archie lagi yang kemudian menyita botol itu dari tanganku.
Sayang memalingkan wajahnya sambil berkaca pinggang.
"Lu beneran masih belom nyerah!!" Tanya Archie mengangkat tinggi-tinggi terarium itu, menerawangnya dari besitan cahaya matahari.
__ADS_1
Sayang menghembuskan napas panjang dengan wajah tertekan.
"Belum!!" Jawab Sayang.
Archie meliriknya meskipun tak mengubah posisi awal tubuhnya.
"Apa ga sebaiknya kita lupain aja semua yang udah terjadi!!" Ucap Archie.
Sayang tak membalas. Dia mendengus dan membuang muka.
"Gua ga bisa gitu aja ngelepasin rasa bersalah gua. Gua ga seperti lu yang bisa membuat semuanya terlihat lebih mudah!!" Balas Sayang.
Archie berhenti menerawang benda itu di sinar matahari. Membalik tubuhnya, dan meletakkan botol itu di atas meja.
"Serah lu!!" Ucapnya. "gua ga mau dengar omongan ini lagi!" Archie langsung memegang pergelangan tanganku untuk mengajakku pergi dari sini.
"Archie, aku mau di sini aja!!" Ucapku menghentikan langkahnya.
Sepintas Sayang dan Archie saling berpandangan untuk sesaat, lalu kemudian Archie berlahan-lahan melepaskan tanganku dan pergi dari hallroom.
Aku berjalan ke arahnya dan duduk di hadapan terarium yang di letakkan di atas meja.
"Ga papa kok. Santai aja!!" Jawabku.
Sayang tersenyum kecut, menggosok leher belakangnya, lalu duduk di sebelahku memandangi terarium itu.
"Indah banget bukan!!" Ucapnya membicarakan benda itu.
Aku mengangguk setuju dan ikut terpesona mengagumi keindahannya.
"Gua selalu bawa benda ini sebagai peruntungan, di manapun gua berada benda ini selalu nemenin gua!!" Kelakar Sayang.
"Owh ya. Berarti benda ini sudah seperti semacam jimat buat kamu!!" Responku.
Sayang tertawa sampai gigi taringnya menyembul keluar.
__ADS_1
"Benar. Ini jimat keberuntungan gua!!" Jawabnya setelah tertawa.
Kami terdiam cukup lama sampai hanya terdengar suara angin laut yang berhembus dari luar vila.
Berkali-kali sayang menarik napas panjang dan memandangi terarium itu seperti menyimpan sesuatu yang berat dan pelik. Dia seakan mengabarkan kepada suasana jika ada sesuatu di balik benda yang selalu di bawa nya kemana-mana ini.
"Yang!!" Panggilku.
Dia spontan menoleh.
"Butuh berapa tahun sampai hutan yang ada di dalam botol ini tumbuh subur!!" Tanyaku basa-basi berusaha mencairkan suasana.
"Ahhh..kira-kira 15 atau 30 tahun!!" Jawabnya antusias.
"Apa. Se-selama itu?!" Aku tercengang.
Sayang tersenyum melihatku yang heboh sendiri.
"Apa kau bisa memberitahuku bagaimana cara membuatnya!?" Tanyaku lagi.
Sayang meresponku dengan menggaruk lehernya sendiri.
"Yah..sebenarnya gua juga ga tau cara bikin nya gimana. Soalnya benda ini bukan sengaja di buat. Melainkan gak sengaja di temukan, dan hampir di telan tanah." Jawabnya antusias.
"Maksudmu, ini bukan sengaja di buat. Melainkan alami buatan alam!!" Aku tambah terpesona.
Sayang mengangguk. "Bener. Benda itu alami buatan alam!!"
"Dimana kau menemukannya. Apakah aku juga bisa mendapatkan yang seperti ini jika aku berusaha?!" Tanpa ku sadari aku menjadi antusias dan tertarik dengan hal seperti ini.
Sayang meresponku dengan mata terbelak, dia juga pasti tak percaya kalau aku juga bisa antusias dengan semua hal.
"Entahlah. Karena bukan gua yang pertama kali menemukan nya!" Jawabnya. Tiba-tiba tatapannya berubah menjadi sedih dan menunduk dalam diam.
Ahh..apakah aku sedang melakukan kesalahan dengan membicarakan benda ini. Karena terlihat dengan jelas kalau saat ini Sayang tengah di rundung durca.
__ADS_1