Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Satu Dari Seribu Alasan Part 2


__ADS_3

"Huufftt...semangat, aku pasti bisa!" Aku berujar pada diriku sendiri sambil melangkah maju menyanteri sebuah mobil.


"Selamat siang!" Sapaku.


"Masuklah!" Jawab Madam Fleur membukankan ku pintu.


Dia sedang bersama seorang pria tua yang terlihat kaya dan juga berwibawa. Pria ini tersenyum ramah padaku. Dia mengobrol dengan Madam Fleur menggunakan bahasa cina, entah apa yang sedang mereka bicarakan tapi sesekali pria tua itu melirikku dan tersenyum ramah.


Tak lama kemudian, mobil berhenti dan turunlah pria tua tadi di sebuah hotel megah yang langsung di sambut oleh orang-orang yang memakai setelan jas dan kaca mata hitam, dia dikawal bak presiden. Sebelum pergi, pria tua itu seperti memberikan petuah kepada Madam Fleur menggunakan bahasa cina, melirikku di balik kaca mobil lalu tersenyum seperti sedang memberikan kesan mendalam atas kehadiranku.


"Hah..beliau itu ternyata banyak juga mau nya!" Ucap Madam Fleur masuk lagi ke dalam mobil.


"Beliau itu siapa?" Tanyaku yang tak mungkin bisa menyembunyikan rasa penasaranku.


"Dia klien kita. Lebih tepatnya beliau lah yang memberikan mu pekerjaan!" Balas Madam Fleur.


Sebelum aku bertanya lagi Madam Fleur kembali melirikku dan menepuk pundakku.


"Beliau berharap banyak pada mu. Dia bilang kau seperti punya aura yang kuat seperti dewi bunga lotus putih yang berani dan juga polos. Aku tak mengerti maksudnya tapi sepertinya kau memang berbeda di bandingkan dengan wanita yang pernah ku bawa sebelumnya."


Aku tak mengerti, tapi sepertinya Madam Fleur tak berniat menjelaskannya terlalu jauh padaku.


"Kita mau kemana?" Tanyaku karena sepertinya tempat yang kami tuju tak sampai-sampai.


Madam tak mejawab tapi sibuk mengutak atik selularnya dan memberikan isyarat agar aku tak banyak bicara.


Mobil berhenti di sebuah salon kecantikan dengan dekorasi mewah seperti istana.


"Turunlah, kau harus melakukan persiapan!" Ucap Madam Fleur yang duluan turun dari mobil.


Aku mengikutinya dari belakang dan dengan lugu melihat ke sana kemari seperti seseorang yang baru pertama kali pergi ke dunia luar.


Madam Fleur berbincang-bincang dengan seorang wanita muda dan mereka berdua menatapku seperti sedang membahas sesuatu.


"Tolong yah!" Ucap Madam Fleur sebelum pergi meninggalkan ku dan wanita itu di dalam sebuah kamar yang berisi deretan baju dan juga peralatan make up.

__ADS_1


"Halo!" Sapa wanita itu.


"Ahh..halo!" Jawabku canggung.


Tanpa basa-basi wanita itu melepaskan sleting yang ada di punggungku sampai habis dan memperlihatkan tubuhku yang hampir setengah telanjang.


"A-apa yang anda lakukan?" Aku bingung sambil menahan baju yang hampir terlepas seluruhnya dari tubuhku.


"Hmmm..." Ucapnya memandangi tubuhku seperti sedang memikirkan sesuatu.


Wanita itu mendekati ku lagi, memaksaku melepaskan baju yang menempel di tubuhku dan menariknya hingga yang tersisa hanyalah pakaian dalam.


"Uwoohh!" Wanita itu mengitariku sambil berdecak kagum.


Sedangkan aku berusaha menutupi tubuhku sendiri dengan telapak tangan.


"Kau punya proposi tubuh yang bagus, kulitmu juga cantik!" Gumamnya.


"A-aku tak mengerti apa yang sedang anda lakukan!" Aku membalasnya dengan canggung.


Aku mengangguk sambil menjabat tangannya.


"Sekarang, biar ku tanya beberapa hal untuk memperjelas keadaan!" Ujarnya masih mengitariku.


"Apa?" Aku tambah bingung.


Dia mendekat dan mencodongkan tubuhnya ke arahku.


"Apa kau pernah berhubungan intim sebelumnya?" Tanyanya kelewat frontal.


"I-itu..aku.."


"Kau harus menjawabnya, karena kalau tidak." Dia mengintimidasiku, "kau tak akan bisa melakukan pekerjaan ini!"


Buru-buru aku menggeleng karena merasa tak pernah melakukannya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pacar. Apa kau dengan pacarmu pernah melakukan hal yang mengarah ke hubungan intim?" Tanyanya lagi.


Aku menggeleng. "Saya bahkan tak ingat punya pacar!" Balas ku polos.


"Ohh begitu!" Responnya mengangguk.


Dia mendekat lagi ke arahku sambil menatap lekat kedua mataku.


"Apa kau pernah nonton film p*rn*?"


Lagi-lagi aku menggeleng.


"Bagaimana dengan m*st*rbas*, apa kau pernah melakukannya sambil membayangkan seseorang yang ingin kau ajak berhubungan intim?"


"Ahh..tentu saja tidak!" Aku ngegas.


"Baiklah, baiklah!" Yoo Jesie mundur selangkah sambil menatapku dari atas sampai bawah.


"Kenapa anda menanyakan hal seperti itu?" Tanyaku.


"Ini perintah. Karena sepertinya kau tidak berpengalaman dalam hal ini, maka aku akan menjadi mentormu untuk menggoda para pria!" Ujarnya sambil melepas baju nya.


"A-apa yang anda lakukan, kenapa anda menunjukan tubuh anda di hadapan saya!" Aku tak mengerti kerena tiba-tiba dia telanjang dan hanya mengenakan pakaian dalam.


"Kau belum mengerti juga ya. Kita akan mulai sesi pelatihan dari ku yang seorang pel*c*r profesional. Simak dan perhatikan baik-baik karena kau akan melakukan tugas yang tidak mudah!"


"Ta-tapi, saya juga tidak tahu tugas saya apa?"


"Sstt...!" Dia menyilangkan tangannya di mulutku dengan gaya melenggang seperti burung camar. "Diam dan perhatikan, aku akan memberitahumu selagi berlatih!" Bisiknya.


-


-


Slow Update ya My Dear. Author sedang tidac baik-baik aja karena kena DBD.

__ADS_1


huee..doain moga cepat sembuh ya😭


__ADS_2