Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kontradiksi Part 2


__ADS_3

Tiba-tiba Libiru berlahan bangkit dan mencoba berdiri dengan menyanggah tubuhnya di dinding.


Seisi ruangan ini terperanjat, dan memasang kuda-kuda siaga.


Libiru memandangi kami satu persatu dengan senyuman, sampai akhirnya menjatuhkan tatapan terakhir nya kepada Archie.


"Sepertinya aku ga bisa berpura-pura lagi menjadi orang lain!!" Ujarnya memandangi Archie.


Archie tak berkelit, dia tak melepaskan pandanganya dari Libiru.


"Kau tahu, Archie!!" Dia berjalan selangkah. "Dulu aku memuja mu, memuja kecemerlangan mu. Kau layaknya dewa yang membawa keberuntungan. Kau adalah berkah bagi ku dan nenekku. Itu yang ku pikirkan sampai kau merenggut semuanya dari hidupku. Dari kebebasanku."


"Todoroki Hiru!?" Archie terpekur. "Ternyata benar, gak salah lagi!!"


"Apa kau kaget!?" Tanya Libiru.


"Sangat!!" Jawab Archie. "Gua amat sangat kaget. Sampai rasanya ingin kencing di celana."


Libiru tertawa.


"Apa lu bahagia sekarang!?" Tanya Archie.


Libiru tersenyum puas dan merentangkan kedua tangannya untuk mengejek Archie.


"Kenapa tidak!!" Jawab Libiru. "Kau bahkan tak menyadari apapun dan membiarkan istrimu berada di sisi ku!!"


Archie terpancing, dia memajukan kakinya selangkah dengan wajah marah untuk menerjang Libiru. Tapi aku buru-buru menahannya. Akan gawat jika Archie bertindak, mungkin saja dia akan langsung membunuh Libiru.


"Lihatlah dirimu sekarang, Archie!!" Ucap Libiru menunjuk Archie dengan jari teracung yang menghinakan. "Apa bedanya kau dengan aku di kala itu!!"


Archie mendengus dengan marah layaknya banteng yang melihat tarian matador yang mengibarkan bendera merah.


"Bagaimana rasanya menjadi seperti aku di masa itu, di hianati oleh orang-orang sekitar karena menghalangi sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!!" Libiru memekik kencang dengan tatapan membara.

__ADS_1


"Todoroki Hiru!!" Panggil Archie. "Apa dan siapa yang telah menghianati dan seharusnya menjadi milik lu!!"


Libiru menatap Archie dengan napas tersengal.


"Kenapa lu seakan-akan menganggap diri lu sendiri korban, sedangkan semua yang lu lakuin adalah murni kesalahan lu!!" Archie menekankan.


Libiru terlihat sangat marah.


"Kenapa orang-orang yang ga ada hubungannya sama sekali dengan dosa yang lu perbuat harus bertanggung jawab!!"


"DIAM KAU..." Hiru spontan menghardik Archie.


Seisi ruangan ini membeku dalam ketegangan.


"Diam kau, persetan. Tidak kah kau tau apa yang telah ku lalui setelah hari itu." Libiru mengangkat tinggi tangannya. "Hari dimana kalian pergi meninggalkan ku tanpa pernah menoleh sedikitpun."


Libiru menatap lekat Archie dan Sayang.


"Apa kalian tak berfikir bagaimana rasanya di tinggalkan oleh orang yang berharga!?" Libiru mengoceh.


Sayang terbelak dengan tampang mengerikan, dia berjalan beberapa langkah ke depan sambil menggenggam tinju. Tanpa mengambil tempo lagi, dia langsung berlari dan bersiap untuk membogem Libiru.


Tapi Hendri dan Sakurai datang dan langsung memegangi tubuh Sayang yang kalap.


"Damn it. Urusai yo, baka うるさいよ、バカ!!" Ucap Sayang dengan nada bergetar dan mata meradang.


*Translate, bangs*t. Bacot lu, anj*ng.


"Tenanglah, kalau kau memukulinya sampai mati pun. Itu tak kan merubah apapun!!" Hendri berusaha menenangkan Sayang.


"Aniki. Sukoshi ochitsuite!! 兄貴. 少し落ち着いて!!" Sakurai menarik tubuh Sayang.


*translate, 'tenanglah, bang'. Aniki dalam bahasa jepang artinya kakak laki-laki.

__ADS_1


"Lu membunuh Kim di depan mata gua. Dan lu bilang lu ga melakukan dosa apapun!!" Sayang memekik.


Libiru diam dan memandangi Sayang.


"Dengan mudahnya lu bilang, kalau yang lemah memang seharusnya menghilang. Lalu apa lu ga berfikir kalau tindakan lu itu menjijikan!!"


"Padahal Archie tau semua itu dari awal!!" Potong Libiru menatap Archie.


Sayang berhenti meronta dan menatap Archie.


"Archie tau semua kelakuan ku yang menyukai mu dari dulu, tapi dia diam saja dan membiarkan ku melakukan apapun yang aku inginkan!!" Sambung Libiru.


Sayang membeku menatap Archie. Sedangkan Archie memalingkan muka melihat ruang hampa.


"Archie, lu tau!?" Tanya Sayang.


Archie tak menjawab.


"Aku beberapa kali kepergok melecehkan tubuhmu di balik kaca tapi Archie diam saja. Aku juga beberapa kali kepergok mengambil fotomu secara diam-diam dan Archie juga tak bicara. Dia diam saja meskipun aku sudah melakukan tindakan tak senonoh saat kau tidur." Libiru membeberkan kelakutan bejatnya.


Sayang, tak bisa berkata-kata.


"Apa kau pikir, selama ini aku menyukaimu tanpa melakukan apapun. Aku melakukan banyak hal dengan mu dengan tubuhmu. Tapi meskipun aku ketahuan, Archie menganggap semua itu tak pernah terjadi!!"


Sayang tak bisa menahan rasa sesalnya setelah mendengar penuturan Libiru, dengan amarah yang berkecamuk dia langsung memukul Archie tepat di wajahnya tanpa ampun.


"Jadi selama itu, lu juga jadiin gua bahan lelucon." Ucap Sayang dengan nada bergetar setelah memukul Archie.


Archie tertunduk tak bisa bicara.


"Jadi ini alasan lu yang mengatakan untuk melupakan semua yang terjadi, dan membiarkan keparat ini berkeliaran meskipun dia bersalah." Sayang memekik.


Archie tak berani mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Hei, keparat. Jawab pertanyaan gua!!" Sayang mengangkat paksa tubuh Archie agar menatapnya.


"Apa selama ini lu itu sama sintingnya dengan b*bi sialan yang tak normal itu. Atau jangan-jangan lu itu juga sama ga normalnya!!" Sayang meradang.


__ADS_2