Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Yang Terlihat Part 10


__ADS_3

"Gua jadi keingat sesuatu nih," ucap Archie, "bukannya lu masih belum ngabulin satu pun permintaan gua?" Archie menatap lekat Sabiru.


"A-apa maksudmu?" Sabiru melirik Archie dengan pandangan tertekan.


"Ga tau, pikir aja sendiri." Balas Archie semangkin menekannya dengan respon acuh sembari mengorek lubang telinganya.


"Ke-kenapa kau masih membahas hal ini," Balas Sabiru berteriak, "bukannya aku sudah mengatakan semuanya padamu."


"Tentu aja gua berterimakasih atas kebaikan Sabiru karena udah ngasih tau keadaan yang sebenarnya, tapi..." Archie melirik Sabiru dengan tatapan nakal, "lu masih belum ngabulin permintaan gua yang sebenarnya!!"


Braaaaakkk....


Archie menendang pintu yang berasal dari lorong barat, suara hantaman pintu pun menggema ke penjuru ruangan yang tak banyak di tempati perabotan selain ruang hampa. Namun berawal dari suara pintu terbanting, sekelompok paus pembunuh menyiagakan dirinya untuk berburu mangsa.


"Sa-sakit!!" Pekik Sabiru yang Di paksa berjalan dengan tangan terikat kebelakang, dia terus mencoba meronta karena kini nyawanya hanya tergantung dengan kemampuan adaptasinya.


"Ja-jalan!!" Pekikku dengan tangan gemetar menghunuskan belati di tenggorokan Sabiru dan secara bersamaan menyeretnya untuk berjalan dengan cepat. Sumpah, seumur hidupku baru kali ini aku mengacungkan senjata tajam dan melakukan kejahatan, bahkan sakit takutnya, rasanya ingin ngompol di celana.


"Sialan kalian berdua, kenapa kalian malah mempergunakan ku untuk keluar dari tempat ini." Balas Sabiru dengan memekik.


Kllakkkk...


Archie Menodongkan senjata apinya ke arah Sabiru. "Lu lebih bacot dari yang gua duga!" Ujarnya yang dengan sengaja menekan senjata apinya sampai congornya tenggelam di pipi Sabiru.


Baru saja 2 menit melangkah, akhirnya kami menemui sekelompok pria bersenjatakan lengkap dengan rompi anti peluru dan juga topeng wajah yang hanya meyisakan 3 lubang untuk melihat, bernapas dan bicara. Mereka semua mengepung dengan mengarahkan senjata api mereka kepada kami yang terpojok.


Klak, klak, klak...


Senjata api di arahkan ke pada kami secara serempak. Bersamaan dengan itu, lorong yang begitu luas ini serasa sangat sempit dan menghimpit kewarasanku. Jangankan untuk bergerak, bernapas saja pun serasa di hakimi.


"Tahan!!" Perintah salah satu dari mereka, yang ku rasa dia adalah pemimpin dari pasukannya.


Dia berjalan 2 langkah untuk mendekat ke arah kami, namun Archie langsung bertindak dan menindik Sabiru dengan congor senjata api.


"Minggir kalian, para kecoa-kecoa bedebah!!" Perintah Archie dengan nanar mata mengancam.

__ADS_1


Segerombolan orang ini menatap lekat kami berdua di balik topeng penutup kepala mereka, tanpa mengatakan apa pun sudah terlihat jelas kalau mereka juga terdesak dengan tindakan kami. Namun entah mengapa, pemimpin pasukannya tak terintimidasi sama sekali, bahkan tatapannya seakan tidak terjadi apa-apa di hadapannya.


"Cepetan minggir, b*ngs*t!!" Ancam Archie yang berusaha menekan orang sebanyak ini.


Namun lagi-lagi pria yang berdiri di hadapan kami tak bereaksi, seakan tatapan matanya yang dingin tak memperdulikan apa pun yang sedang terjadi.


Archie membalas perlakuan pria itu dengan tatapan yang sama. Tekanan di balas tekanan, seakan-akan ruangan yang sesak ini menjadi pertarungan antar mental para orang-orang kuat yang mempergunakan kekuasannya sebagai senjata utama.


Deg, deg, deg...


Ya tuhan, aku bisa mendengar suara detak jantung ku sendiri. Situasi macam apa ini, kenapa menarik napas saja rasanya susah. Kenapa pria ini masih saja diam di tempat, kenapa dia sama sekali tak terprovokasi dengan tindakan kami.


Saat isi kepalaku berkecamuk dengan pikiran yang antah berantah, tiba-tiba saja pria itu mengangkat tangannya dan mengisyaratkan sesuatu kepada seluruh pasukannya yang mengepung kami.


Dalam sekejab, sekelompok pria bersenjata yang mengarahkan senjatanya kepada kami, tiba-tiba membuka ruang dan memberikan sebuah jalur yang bisa di lewati. Mereka mengizinkan kami untuk melewati mereka.


Brraaaaakkkkk........


Archie menendang pintu darurat yang langsung menghubungkan nya ke arah parkiran kendaraan, meskipun sudah berhasil keluar dari dalam gedung, namun Sabiru masih tetap menjadi tahanan.


Tiba-tiba sebuah mobil memutar kemudinya dengan tehnik pembalap profesional di hadapan kami, tanpa pikir panjang Archie langsung membukakan pintunya dan melempar Sabiru masuk kedalamnya.


"Lelet banget b*ngs*t!!" Runtuk Archie kepada pengemudi mobilnya.


"Gua cuman telat 7 detik doang, lu bilang lelet!!" Balas Dafa ngegas sembari melajukan kendaraannya.


"Kalian benar-benar sudah gila membawaku dalam situasi seperti ini!" Keluh Sabiru sembari memegangi kepalanya.


"Lu diem aja gosah bacod. Acting yang bener biar disangka lu di culik beneran." Ucap Archie menyiagakan pendangannya dengan senjata api di tangannya.


"Aku memang di culik beneran, sialan!!" Pekik Sabiru yang putus asa.


Baru saja kami keluar dari area parkiran dalam gedung, langsung saja 2 mobil yang berada di luar gerbang mengikuti kami dengan kecepatan yang sepadan.


Tanpa menunggu lama, mereka langsung mengeluarkan serangan beruntun kepada kami dengan menggunakan senjata api yang di modifikasi keluar secara otomatis dari atap mobil mereka. Dan sialnya senjata yang mereka gunakan benar-benar merupakan senjata yang biasa di gunakan dalam medan perang atau yang biasa kita lihat di film action hollywood.

__ADS_1


Namun Archie tak tinggal diam. Bukan Archie namanya jika dia hanya mempunyai satu rencana dalam memberantas ngengat yang mengusik ketenangan wilayahnya. Entah dari mana datangnya, sudah-sudah dia telah menggenggam senjata laras panjang yang pernah ku lihat dalam film Ramboo box office terkenal sejagat raya.


"Kalian berhadapan dengan orang yang salah!!" Ujarnya sambil mengarahkan senjata itu ke arah belakang, kemudian dia tersenyum puas ala psikopat yang seketika membuat seisi mobil ini menjadi merinding melihat tingkah lakunya, "matilah dengan bangga, a*j*ng sialan."


Dorrr, doorr, dorr...


Tembakan membabi buta yang berasal dari senjata yang di keluarkan Archie seketika langsung membuat kaca belakang mobil itu pecah, dan secara bersamaan salah satu mobil yang menembaki kami tiba-tiba hilang kendali dan berhenti di tengah jalan. Yang terdapat 2 kemungkinan saat mobil itu terhenti, yang pertama bisa saja mobilnya bermasalah terkena tembakan, yang kedua pengemudi nya mati tertembak.


"Benar-benar orang gila!!" Gumam Dafa yang terus-terusan bergidik ngeri saat memperhatikan ekspresi Archie.


"Ahhhhggggg...ahhhhhhhh..gggg!!" Sabiru tak henti-hentinya berteriak histeris di sampingku sembil memegangi kepalanya sendiri.


"Bagus teruslah berakting!!" Archie terlihat senang.


"Bodoh. Aku serius, b*ngs*t!!" Balas Sabiru yang terlihat terguncang.


"Harusnya lu udah terbiasa kan ama situasi kayak gini, lu kan pemimpin mereka." Ucap Archie.


"Jangan banyak bicara kau sialan, memangnya kalau aku bosnya, aku harus berhadapan langsung dengan situasi berbahaya seperti ini." Balas Sabiru yang tak berhenti mewek.


Cckiiiiitttt.....


Tiba-tiba mobil yang sedang kami tumpangi jadi tak stabil dan kehilangan arah.


"Apa yang terjadi?" Tanyaku memegang kuat lengan Archie.


"Sialan, ban belakangnya kena!!" Pekik Dafa yang mengemudikan mobilnya seperti orang gila, meliuk-liuk kesana kemari menghindari hujanan peluru.


"Fokus nyetir, kalau lu lengah dikit aja, mereka bisa menyetarakan posisi mereka pada mobil kita." Perintah Archie.


"Se..da...ng..aggghhh...gua..usahakan!!" Dafa terlihat berusaha dengan segenap kemampuannya sembil memelintir kemudinya.


Namun sesuatu pun terjadi di luar dugaan, saat kondisi mobil yang kami kendarai mengalami masalah, di tambah lagi berada di tengah kegelapan malam, akhirnya Dafa sudah berada dalam batas kemampuannya pada saat tikungan yang mengarah ke jalur sebelah kiri, tanpa sengaja dia berputar dengan kecepatan penuh dengan reflek singkat saat melihat pengendara mobil lain yang melintas.


Sehingga secara spontan mobil yang kami tumpangi langsung menabrak pembatas jalan dan berakhir dengan tabrakan yang membuat kami semua tak berkutik dalam sekejab.

__ADS_1


__ADS_2