Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Escape Part 4


__ADS_3

Tanganku gemetar, meskipun sedang mengenggam tepian badan kursi, jari jemariku terlihat tak mau diam. Memandangi laki-laki ini sama seperti memandangi maut, tak terlihat ada rasa iba dari air muka nya.


Dan setelah memastikannya beberapa kali, kini ku ingat, siapa laki-laki ini.


"Kau kan yang waktu itu!!" Ucapku gemetar.


Dia tersenyum dingin dengan mata menyipit.


"Kau yang pernah berpapasan dengan ku di lift apartemen waktu itu kan?" Tebakku. Karena hanya itu yang ku ingat, selebihnya samar-samar dan memang dalam ingatanku lelaki ini sering ku jumpai di mana saja, terutama di tempat kejadian perkara.


"Ingatanmu bagus Nyonya, tapi tak terlalu bagus juga!!" Balasnya, "Dari semua pekerjaan yang selalu berhubungan denganmu, kau hanya ingat keberadaanku waktu berpapasan di apartemen!!"


Dia berjalan mendekat dan mengitariku.


"Biar ku beritahu kau, waktu terpenting saat kita berjumpa."Ujarnya.


"Aku tak perlu tahu!!"


"Apa kau tau, dulu kau pernah memohon agar ku lepaskan." potongnya spontan.


Aku tak bicara dan diam menatapnya.


"Bagaimana bisa kau tidak ingat, bukankah itu adalah pertemuan paling penting dalam hidupmu!!" Di terus mengoceh.

__ADS_1


"Tidak!" Jawabku, "aku tak ingat siapa kau.."


"Padahal waktu kecil kau itu cerewet sekali, bahkan memohon agar tak menyakiti bocah itu meskipun nyawamu adalah taruhannya."


Aku terbelak.


"Tapi tak ku sangka kau malah melupakanku begitu saja, setelah apa yang ku lakukan padamu di hari itu!!"


Aku kembali memegangi jari-jemariku karena gugup.


Dia berjalan dan mendekat lagi di sampingku. "Aku jadi sedih ni, di lupakan oleh gadis pemberani dan bodoh sepertimu. Bisa-bisanya kau menukar nyawamu sendiri dengan nyawa bocah laki-laki yang baru saja kau kenal. Bahkan kau menawarkan diri sebagai gantinya jika aku berani menyakiti bocah itu."


Kini bukan hanya tanganku yang gemetar, bahkan lututku ikutan bergemijik.


"A-apa kau. Kau pelakunya.." Aku gemetar sampai kesulitan bicara.


Dia tak bereaksi dan terus memandangiku dengan senyumannya yang tidak berperasaan.


"Apa, kau yang datang pada malam itu, dan melakukan sesuatu padaku di depan Archie!!" Aku menelan ludah berkali-kali. Karena bagiku mengucapkan beberapa patah kata di hadapan seseorang yang telah menyakitiku di masa lalu, seperti sedang berteriak di hadapan batu besar yang kedatangannya akan menghancurkan apapun yang di laluinya.


"Percuma saja, kau tak akan ingat apa pun, sudah ku duga mereka mencuci otakmu dan membuatmu lupa akan kejadian itu. Sialan, pekerjaan mereka sangat rapi hingga tak ada celah sedikitpun." Dia bergumam sendiri.


"Apa, apa yang kau katakan!?" Tanyaku gusar.

__ADS_1


Dia balik menatapku dan kini bahkan tak tersenyum sama sekali.


"Nak, dengar. Meskipun ku jelaskan sekarang, kau tak kan percaya dengan apa yang ku katakan." Dia menekankan intonasi bicaranya seperti peringatan.


Keningku mengernyit mendengarnya.


"Tapi percayalah, orang-orang jahat di luar sana, lebih mengerikan dari apa yang kau duga. Bahkan orang yang paling dekat denganmu sekalipun, dia ingin merenggutnya darimu sampai tak ada yang tersisa, sampai kau lupa kalau kau pernah di lahirkan." Dan sekarang dia membicarakan omong kosong yang tak bisa ku mengerti.


"Kenapa kau bicara seperti ini lagi padaku!?" Balasku, "apa yang kau inginkan, padahal kau juga orang jahat yang sama saja seperti yang kau bicarakan!!"


Dia menatapku dengan pandangan dingin lalu mengidar pandang dan tersenyum.


"Hah..iya benar." Gumamnya sambil mengangkat pandangannya ke atas. "Kau benar, kenapa aku jadi sok berwibawa dan mengatakan hal yang tak berguna seperti itu ya."


Tiba-tiba ingatan terakhir ku muncul, dan membawaku ke kembali ke waktu kejadian di tempat prostitusi milik Sabiru.


"Aku ingat sekarang!!" Ucapku.


Dia terhenyak dan menatapku.


"Kau adalah kepala pasukan khusus yang berdiri di bawah kendali mereka. Aku ingat jelas suaramu!!"


Dia tersenyum smirk seperti membanggakan sesuatu, lalu menarik kursi lapuk yang ada di hadapanku.

__ADS_1


"Ingatanmu ternyata tidak terlalu buruk juga Nyonya!!" Ucapnya lalu duduk di kursi itu sambil menyilangkan kaki nya. "Jadi, sekarang kau pasti tau aku bekerja untuk siapa?!"


__ADS_2