Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Yang Terlihat Part 9


__ADS_3

"Seseorang di luar sana ingin melenyapkanmu. Namun yang terkena imbasnya malah orang-orang yang tak bersalah, dan secara kebetulan berada di sekitarmu. Dan yang paling menderita dari semua orang yang ada di sekelilingmu adalah.." Sabiru menatapku dengan pandangan menekan. "Istrimu yang cantik." Ucapnya sembari tersenyum menyeringai. "Dia yang paling menderita, karena hanya dialah satu-satunya bukti yang melihat jelas kejadian yang sebenarnya dan yang masih bisa bertahan hidup sampai sekarang." Jelas Sabiru.


Archie tiba-tiba menurunkan senjatanya secara berlahan bersamaan dengan tatapannya kosong yang kehilangan fokus. Walaupun dia tak mengatakannya secara langsung, namun selama ini dia sudah banyak menderita akibat sesuatu yang tak ia mengerti. Bersamaan dengan rasa bersalah yang tak tahu harus dia limpahkan kepada siapa.


"Itulah mengapa, aku dan kakakku memainkan peran ini dan berpura-pura menjadi pihak yang salah. Karena pada saat ini, musuh sedang bekerja sama dengan kami untuk melenyapkan kalian berdua." Jelas Sabiru.


"Maksudnya kalian ini sekarang sedang berperan menjadi ibu tiri yang kejam!" Ucap Archie serampangan.


"Kenapa kau selalu memakai istilah yang aneh-aneh!!" Respon Sabiru keberatan.


"Jadi itulah mengapa Libiru sampai berbuat sesuatu yang jahat kepadaku!!" Sambungku.


"Tidak kau salah." Balas Sabiru. "Dia tak melakukan sesuatu yang jahat kepadamu."


"Lu ngomong apa sih b*ngsat, jelas-jelas kalau dia.."


"Apa kau pikir dia melakukan itu karena tak memikirkan kemampuan yang kalian miliki!!" Potong Sabiru menyela perkataan Archie.


"Apa maksudmu?" Tanyaku.


"Yah, kakakku melakukan tindakan tersebut dengan penuh pertimbangan. Dia merencanakan sesuatu yang membahayakanmu namun secara bersamaan rencanya itu di pastikan dapat di atasi dengan kemampuan super dari para penjaga keluarga Yuaga." Jelas Sabiru yang terlihat murung dengan wajah sebal. "Itulah mengapa, aku jadi merasa.." wajahnya memerah dengan bibirnya yang maju ke depan. "Pokoknya, aku tidak suka kalau kakakku mencintai perempuan bersuami, maka dari itu aku mengganggumu." Pekiknya seperti anak kecil. "Entah kenapa dia jadi terlalu melindungimu dan tak berfokus dengan misi ini, membuatku jengkel saja!!"


Terjawab sudah, ternyata Sabiru melakukan hal itu karena cemburu kepadaku.

__ADS_1


"Keparat bedebah, bisa-bisanya lu punya pikiran buat nodain punya gua." Archie kembali memanas dan menodongkan senjata apinya.


"Kau bodoh kalau mau menembakku sekarang!!" Teriak Sabiru yang panik.


"Sudah, sudah. Hentikan!!" Leraiku agar tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan. "Lupakan yang sudah berlalu, lagi pula Sabiru melakukan itu karena merasa Libiru tak menjalankan misinya dengan benar."


Archie mendengarkanku dan menurunkan kembali senjata apinya.


"Jadi tebakan gua bener, kalau kalian memang bekerja sama dengan pelaku yang sebenarnya?" Ucap Archie.


"Kami bersembunyi di balik musuh untuk menangkap pelaku yang sebenarnya bersamaan dengan melindungi Istrimu yang menjadi kunci dari dalang yang sesungguhnya!!" Balas Sabiru. "Yah, sambil menyelam minum air."


"Tapi, kenapa kalian tak mengatakan hal ini sejak awal!?" Tanyaku.


"Jadi benar tebakan gua kalau dia ga bisa bergerak bebas, mangkanya dia sampai mengirimkan pesan rahasia?" Gumam Archie.


Sabiru terperanjat dan menatap lama kami berdua. "Apa maksud kalian. Apakah dia memberikan kalian semacam pesan rahasia?" Tanyanya.


"Ho'oh karena itu kita dateng kemari nyari kejelasannya ama lu.."


Bzzzztt...bzzzztt....


Suara mengganggu datang di balik alat komunikasi yang kemudian di iringi oleh suara noise Dafa.

__ADS_1


"Kalian berdua bisa dengerin gua ga?" Tanya Dafa.


"Ya!!" Ucap kami berdua serentak.


"Kalian harus keluar dari sini dalam waktu kurang dari 5 menit." Ucap Dafa dengan nada panik "Gua ga tau dari mana datangnya orang-orang ini, tapi mereka langsung mengepung tempat ini dari berbagai penjuru." Lanjut Dafa dengan kepanikannya.


"Di kepung katamu?!" Ucapku yang langsung menatap tegang ke arah Archie.


"Mereka datang dari lorong arah barat dan juga utara, mereka semua memakai rompi anti peluru dan bersenjatakan lengkap." Ujar Dafa lagi.


"Dalam 5 menit!?" Ujar Archie yang langsung menjawab Dafa sembari menekan lubang telinganya. "Kita ga bakalan bisa keluar dari sini dalam waktu 5 menit." Jawab Archie.


"Lebih dari 5 menit tempat ini sudah terkepung sepenuhnya." Balas Dafa dengan memekik.


"Ti-tidak mungkin?" Ucapku yang merasa kalau lututku melemas.


"Gua bakalan tuntun kalian ke rute yang paling aman." Sambung Dafa dengan kepanikannya.


Sabiru melihat ke arah kami berdua sembari tersenyum kecut. "Sudah ku duga kalian tak kan bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini, apalagi mereka sudah tau keberadaan kalian." Sergah Sabiru.


Archie memfokuskan tatapannya kepada Sabiru sampai kedua matanya memicing dengan gelagat mencurigakan.


"Dafa, bisa ga lu kelarin rute paling singkat keluar dari sini." Pinta Archie. "Gua punya rencana!!" Sambungnya dengan senyum menyeringai yang menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2