
Hari keberangkatan. Bandar udara internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
"Hendri!" Seru ku yang berjalan beriringan dengannya sembari menyeret koper ku.
Hendri menyimpan ponselnya dan memperhatikan ku. "Iya Nyonya!" Sahutnya.
"Seberapa sibuk Tuanmu itu sampai harus menunda keberangkatan nya!" Ucapku bernada sebal sambil mengetatkan pegangan ku di gagang koper.
Hendri mendengus berlahan dan menundukkan tatapannya. "Mungkin kedengarannya saya sedang membela Tuan. Tapi Nyonya, percayalah Tuan tak kan pernah melupakan sesuatu yang penting, apalagi Nyonya adalah orang yang paling berharga bagi Tuan."
"Gak lebih penting dari pekerjaannya!" Balas ku berdalih dengan kekesalan yang memuncak di kepalaku.
Semalam Archie memberitahu kan sesuatu yang membuat kepala ku berdenyut nyeri. Pasalnya dia berencana untuk mengirimku terlebih dahulu pergi sendirian berbulan madu tanpa dirinya, selebihnya dia akan menyusul entah kapan setelah pekerjaan nya selesai.
Kabar itu membuat ku kehilangan mood, namun berkali-kali Hendri memaparkan kepadaku jika Archie sudah melakukan yang terbaik untuk bisa bersama ku dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan urusannya.
Perjalanan kali ini pun aku hanya di temani oleh Hendri. Rasanya tetap saja mengecewakan, karena menjelang keberangkatan, aku sudah berusaha keras sampai menerima pelatihan khusus dari Laila.
1 jam 7 menit kemudian.
Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Belitung.
Akhirnya aku mencapai tanah kelahiran ku, Belitung.
Pulau kecil yang menyimpan pesona luar biasa dengan potensi keindahan pantainya dan juga kenikmatan pariwisata lainnya, Belitung menjadi alternatif wisata dengan foto ala Instagramabel alam kekinian. Selain menjajikan Akomodasi yang lumayan murah, berwisata ke pulau ini juga menjadi salah satu destinasi pariwisata mancanegara yang paling banyak di minati selain bali.
Selain itu pulau Belitung merupakan tempat kelahiran novel kondang karya Andrea Hirata yang berjudul "Laskar Pelangi" yang berkisah mengenai anak-anak miskin yang gigih memperjuangkan impian mereka agar bisa menempuh pendidikan yang layak. Yang tentu saja setelah film nya rilis, Belitung semakin di kenal sampai ke pelosok dunia.
Disinilah aku, di tempat kelahiran ku sendiri yang tak sedikit pun aku berhasil mengingat kenangan yang terjadi di tempat ini. Tak satu pun, bahkan bayang-bayang nya pun tak kentara.
Yang berhasil ku ingat adalah sekelabat bayangan memudar tentang rumah lama kami dan juga aroma pantai nya yang menebar kan bau asin dan juga segarnya udara fajar.
Aku merasa tak pernah sekalipun menjejakkan kakiku kemari, setelah aku beranjak dewasa di ibukota, hanyalah cerita dari kedua orang tua ku berserta sanak sodara yang membawa ku kembali memvisualisasikan kenangan yang ada di tempat ini.
Berbeda di ibukota, saat turun dari pesawat. Udara lembab nan sejuk menyeruak menembus pori-pori ku, sehingga keindahan alamnya yang masih terjaga langsung terasa saat kita menjejakan kaki ketempat ini.
**************
"Sudah sampai Nyonya!" Ucap Hendri sambil membukakan ku pintu mobil.
Dengan berlahan ku keluarkan kepala ku menyembul dari dalam mobil dan memperhatikan dengan seksama sebuah Vila pribadi milik keluarga Yuaga.
Dari depan vila pribadi ini, aku langsung di suguhkan dengan nuansa arsitektur bangunan pada era jerman kuno. Dan yang paling menonjol adalah banyaknya bahan bangunan berupa kayu pernis berwarna keemasan yang sangat mendominasi gaya khas vila ini.
Lokasi vila ini sangat strategis, karena berada di dekat pantai dan juga tak jauh dari pusat kota. Namun suasana nya benar-benar tenang, apalagi udara segar yang menyeruak memenuhi isi kepalaku yang berasal dari rindang nya hutan dan juga oksigen murni dari lautan. Benar-benar tempat yang sempurna untuk menghindari kesetresan dari ibukota yang selalu di lingkupi oleh polusi dan polusi.
__ADS_1
"Nyonya!" Panggil Hendri membuyarkan lamunanku yang sedang mengangumi indahnya pantai yang terhampar di hadapan ku. " Barang-barang Nyonya sudah di masukkan semua, silahkan Nyonya beristirahat di dalam. Sebentar lagi makan siang." Ucap Hendri dengan gaya khas sopan dan kakunya.
"Kau mau kemana?" Tanyaku yang melihatnya beranjak dari tempatnya. "Masuk aja dulu, kita makan bareng!"
Hendri hanya berdiri mematung sambil membungkukan tubuhnya. "Terimakasih atas kebaikan dan kemurahan hati Nyonya, tapi tugas saya adalah mengamankan keadaan sekitar agar Nyonya aman dan nyaman." Jawabnya.
"Tapi kan cuman makan bareng aja kok!" Ucapku berusaha membujuknya.
Hendri kembali membungkuk. " Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai asisten pribadi dan juga pengawal pribadi Tuan dan Nyonya. Dan sekarang Nyonya adalah prioritas utama saya, jika suatu saat terjadi sesuatu kepada Nyonya."
Hendri terlihat tersenyum tipis yang tak lazim dengan mata menyipit yang hampir hanya segaris. "Tuan tak kan segan-segan untuk membunuh saya."
Setelah mengatakan itu dia langsung undur diri dan menghilang dari hadapan ku.
Kadangkala aku merasa Hendri adalah orang yang mudah di dekati dan di ajak bertukar pendapat mengenai kerjasama. Namun saat menyangkut pekerjaan utamanya yang berhubungan dengan perintah langsung dari Archie, dia akan berusaha mengabaikan apapun yang ada di depan nya dan fokus dengan permintaan tuanya. Mirip anjing penjaga.
Ceklek....
Aku memasuki vila pribadi milik keluarga Yuaga, dan dengan sekejap mataku langsung terpesona dengan keindahan interior yang ada di dalam kediaman ini.
Begitu memukau, nuansa gaya kuno begitu kental menghiasi di setiap sudut bagian ruangan.
*************
Dddrrrtttt....dddrrtt...
Getaran HP ku membuyarkan lamunanku yang menatap jauh keindahan pantai yang terhampar dari kaca lebar kamar utama ini.
"Archie!" Gumamku setelah melihat nomor panggilan yang tertera di layar HP.
"Lagi ngapain?" Tanyanya dari dalam panggilan telepon.
Aku menatap kembali lautan lepas yang menampakkan sinar rembulan yang amat indah berpendar menghujam di bayangi ombak laut. "Lagi mikirin kamu!" Jawabku dengan nada sebal.
Terdengar helaan napas nya yang terasa sesak di dalam panggilan telpon. "Gua bentar lagi meeting." Jawabnya di iringi suara merendah. "Maafin gua yang gak bisa pergi bareng lu."
"Iya, aku ngerti!" Jawabku singkat.
"Gua kangen!" Ucapnya dengan nada tertahan. "Gua kangen lu, saking kangennya, udah berasa kek mau mati." Lanjutnya.
__ADS_1
Aku tertawa kecil mendengar penuturan nya yang seperti bocah.
"Gua bakal nyusul lu secepat nya, gua janji." Ucapnya dengan dengusan napas beratnya.
"Iya!" Jawabku.
"Ok. Gua cabut dulu, entar gua telpon lagi kalau senggang." Ucapnya berpamitan.
Tut...
"Haaaaahhh...!!" Desah ku sembari mengangkat pandangan ku kelangit. Aku sangat mengharapkan kehadirannya malam ini, sangat mengharapkannya.
Ddrrrtt...ddrrrt..
Sebuah pesan masuk dari Archie.
"Pap dong!" Isi pesan yang terlampir di aplikasi pesan singkat.
Aku lama terdiam menatap layar HP ku dan bertukar pandang dengan pantulan diriku di cermin yang menyoroti seluruh tubuhku.
Sontak sebuah ide bermunculan dari kepalaku.
Dengan cekatan, aku langsung merogoh isi koperku dan mengeluarkan 5 set lingerie seksi yang ku beli bersama Laila tempo lalu. Dan mengenakannya satu persatu.
"Astogooo..!" Pekikku kaget sendiri sekaligus malu saat melihat diriku di cermin yang memakai pakaian minim yang terlihat seperti jal*ng manis dari kota pendosa las vegas. Lalu tanpa malu-malu memotret diriku di depan cermin sambil berpose paling hot.
Ooh ya ampun, untung sebelum memakai Lingerie ini, rumah kecantikan itu sudah membersihkan seluruh bulu yang menempel di tubuh ku termasuk daerah sensitif.
Lalu ku coba lingerie lainnya yaitu baju yang mirip biduan pada jaman mesir kuno dengan gemericik renda emas di lingkaran pinggang dan dada, di sertai penutup wajah yang transparan.
Semuanya sudah ku coba sampai lingerie terakhir yang merupakan brand pakaian dalam ternama, Vict*ria S*cret, seluruh bahannya full renda berwarna hitam pekat dengan stocking jaring-jaring sampai ke paha.
Saat aku melihat diriku di cermin dengan pakaian seperti ini, aku terlihat mirip sekali dengan penampilan p*rnstar. Namun tanpa ragu aku langsung memotret diriku sendiri dengan berbagai pose hot.
Setelah selesai, aku langsung memilah 5 gambar dengan berbagai pose dan baju lingerie yang berbeda-beda, dan tanpa pikir panjang langsung mengirim gambar tersebut kepada Archie.
3 menit kemudian seluruh photo yang ku kirim kepadanya terlihat centang 2 biru namun tak mendapat balasan apapun.
Hingga setengah jam berlalu.
Dengan kesal, aku langsung membuang HP ku keatas nakas dan merebahkan tubuhku secara menghujam di atas tempat tidur dalam keadaan kepalaku yang mendidih karena marah.
Akhirnya aku pun tertidur sendiri dengan berbalut baju lingerie seksi yang masih melekat di tubuh ku, dan menyisakan kenangan tak mengenakan yang secara terang-terangan di abaikan oleh suami sendiri.
*************
Tengah malam, aku terbangun dengan sentuhan lembut yang menggerayangi keseluruhan tubuh ku, dan dengan beringas sesuatu yang basah dan juga lembut menghujani tengkukku yang terbuka.
__ADS_1
Sontak aku langsung mengangkat pandangan ku dan langsung menepis tubuh seseorang yang telah berani menyentuh tubuhku. Namun, saat pandangan kami berdua beradu. Aku langsung tergagap heran dengan wajah penuh kebingungan.
"Archie!!" Panggilku setengah bergidik.