Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 14


__ADS_3

"Lu liat sendiri kan tadi!?" Ucap Tora yang menemuiku di luar kamar Ruana. "Lu liat sendiri kan kenapa gua ampe marah ke kalian yang ngelibatin adek gua. Lu liat kan kenapa gua jadi protektif banget dan ga setuju dengan rencana kalian yang bawa-bawa orang yang ga bersalah ke tempat ini." Ucap Tora dengan mata meradang.


"Tora tenanglah!!" Ujarku menenangkannya.


Tora tak membiarkan aku mengambil alih diri nya, dia terus mengoceh dengan umpatan kasar dan mengamuk ke sana ke sini.


"Ini semua gara-gara Sabiru bajing*ngan keparat bedebah sialan itu!!" Runtuknya sambil memukul dinding. "Gua ga akan pernah maafin manusia biadab itu."


"Apa maksudmu, apa dia yang.."


"Yah, dia yang membuat Ruana jadi kayak gitu." Potongnya spontan memaki ku, "gara-gara dia, semuanya gara-gara dia. Manusia itu yang udah buat Ruana menderita, semuanya ulah dia.." Tora mangkin mengamuk melampiaskan amarahnya.


"Tora tenanglah! Ga ada gunanya kau ngamuk sekarang! Ku mohon tenanglah." Ucapku berusaha membujuknya.


Akhirnya secara berangsur-angsur dia pun mulai tenang dan menurunkan bahunya, Meskipun sorot kedengkian tak juga menghilang dari tatapannya.


"Apa yang terjadi, kenapa kau sampai membawa nama Sabiru?" Selidikku.


"Hah..sebenarnya gua males ngomongin bajingan itu, dan lagi. Gua juga ga pengen ngobrolin masalah ini ama lu." Dalihnya dengan tatapan sinis.


"Apakah Ruana pernah mengalami trauma atau semacamnya?" Tambahku yang tak henti menyelidikinya.

__ADS_1


"Lu ga dengerin gua ya, gua bilang kan gua males ngomongin si brengs.."


"Kau tau. Sebelum Ruana tenggelam, dia sempat mengecek karburatorku dengan alasan kalau dia salah mengira kalau peralatanku adalah peralatannya." Potong ku spontan menjelaskan dalil permasalahan ini. "Setelah itu, sang instruktur selam mengatakan kalau peralatan milik Ruana mengalami masalah."


Dia tertarik mendengarkan dan berbalik menatapku.


"Apa kau tidak berpikir ini aneh. Jika seandainya peralatan milik Ruana rusak dan telah di ganti dengan yang baru, tidak mungkin dia mengalami insiden, lagi pula kerusakan peralatan menyelam akan langsung di sadari oleh para instruktur sebelum kita semua menyelam!"


"Jadi, maksud lu.."


"Iya benar, aku mengira kalau kecelakaan Ruana ada hubungannya dengan apa yang terjadi saat itu. Mungkin dia menyadari sesuatu, atau mungkin.."


Aku mengangkat pandanganku dan menatap Tora yang terbelak menyimak perkataanku.


Aku diam saja, karena memang itulah yang sedang ada di dalam kepalaku.


"Apa lu pikir, kalau Ruana terlibat. Dia akan membahayakan nyawanya sendiri." Ucapnya lagi seperti menebas pikiranku.


"Aku tidak berpikir kalau Ruana beneran terlibat, tapi yang pasti dia tau sesuatu dan dia juga secara tak langsung ada di dalamnya!!" Sanggahku membenarkan.


Tora menatapku dengan pandangan benci, dia pasti sedang berpikir kalau aku secara tak langsung sedang menuduh adiknya bersekongkol dengan penghianat yang ada di antara mereka. Tapi walau bagaimana pun dia menyangkalnya, Ruana tetaplah orang yang terlibat, apalagi dia berhubungan langsung dengan Sabiru.

__ADS_1


"Serah lu aja lah, pokoknya gua ga bakalan tinggal diam kalau terjadi sesuatu ama dia." Ucap Tora yang kemudian berjalan menjauh dari ku.


"Apa yang terjadi dengannya?" Tanyaku.


Dia langsung menghentikan langkahnya, dan mematung membelakangiku.


"Kau tahu, meskipun aku berusaha mati-matian untuk bertahan hidup dan menemukan siapa pelaku yang telah menghancurkan hidupku, tapi aku tak kan pernah meninggalkan seseorang yang sedang menderita di hadapanku." Ucapku mendekat ke sisi Tora.


Dia mendengus kesal, raut wajahnya persisi seperti seseorang yang kalah taruhan.


"Apa yang terjadi dengannya? Kenapa Ruana sampai seperti itu?" Desakku.


"Apa lu pernah mendengar seekor domba yang menyayangi seekor serigala yang berusaha memakan dirinya setiap ada kesempatan." Ucap Tora membalikkan tubuhnya menghadapku."Tentu saja lu ga pernah dengar kisah ini, karna memang ga pernah di kisahkan. Tapi ini adalah kisah nyata."


"Adek gua Ruana. Saat umurnya baru menginjak 14 tahun, dia pernah di perkosa oleh temen-temen cowonya." Ujarnya mulai berkisah. "Setelah kejadian itu, dia menderita Sadomasokisme!!"


*Sadomasokisme, atau yang di kenal masyarakat luas dengan masokis, adalah kelainan seksual yang terpuaskan jika mereka menyakiti atau di sakiti oleh pasangan masing-masing, umumnya mereka akan melakukan hal-hal ekstrim sebelum melakukan hubungan seksual seperti mencekik, memukul, menampar, atau melecehkan pasangannya di depan khalayak ramai. Mereka akan semangkin terangsang jika pasangannya berteriak kesakitan atau hampir meregang nyawa.


Aku membekap mulutku sendiri karena tak percaya dengan apa yang barusan ku dengar.


"Dan Sabiru adalah pemilik rumah bordil yang punya kelainan seksual yang sama dengan Ruana, dan saat mereka berdua bertemu, mereka langsung cocok satu sama lain." Ungkapnya dengan menyesal. "Lu tau kan, betapa berbahayanya orang yang menderita masokis itu. Mereka tak bisa membedakan pasangannya itu layak atau tidaknya di perlakukan manusia atau binatang, bagaimanapun menderita nya mereka di perlakukan, mereka akan menikmatinya sebagai ritual sebelum melakukan hubungan."

__ADS_1


Aku tak habis pikir, kejadian ini benar-benar menyayat hatiku sebagai seorang perempuan.


"Dan yang bikin gua geram, ternyata di balik kejadian silam yang bikin adek gua jadi seperti itu, adalah perbuatan Sabiru buat nekan gua agar patuh ama perintahnya." Ucapnya sambil menggertakkan gigi-giginya dan juga mengepalkan tangan.


__ADS_2