Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Masa Lalu Kelam


__ADS_3

"Lu ga salah sih," Ucapnya membenarkan. "Tapi gua beneran ga ada duit buat makan." Jelasnya terus terang sembari nyengir.


"Ku pikir dia datang untuk apa!!" Aku melanjutkan ceritaku yang belum selesai. "Ternyata dia datang untuk mengatakan kebenaran tentang dirinya, walaupun aku gak ngerti apa yang dia katakan."


Dafa berhenti memainkan HP nya dan meletakkannya di atas meja. Dia menghela napas panjang dan menyambar buku menu."Gua mau pesan lagi!!" Ucapnya lalu beranjak dari hadapanku menuju mbak-mbak pelayan.


Saat itu, HP yang dia tinggalkan ternyata sedang menyala dan memutar video. Aku penasaran dengan apa yang sedang dia putar, sehingga tanpa meminta ijinnya aku langsung menonton.


Dafa sedang memutar sebuah film pendek amatiran yang di rilis sekitar tahun 90-an yang bertemakan percintaan remaja. Film indie yang teramat detil dalam segi penggambaran dan juga kualitasnya, pemerannya juga profesional dan berakting dengan sangat baik. Namun saat ku amati dengan jelas pemeran utama wanitanya, terlihat begitu familiar seperti seseorang yang ku kenal meskipun samar-samar.


Dafa sudah lama berada di hadapanku namun dia tak mengatakan apa pun selain menatap ekspresiku yang berfikir keras tentang pemeran utama wanita.


Sampai film itu berakhir dan menuju ke menit 13.32, penampakan pemeran utama wanita yang sangat anggun tersenyum manis ke arah kamera, menggandeng pemeran utama pria di sampingnya, mereka terlihat tersenyum bahagia seolah-olah perasaan akan cinta mereka tersalurkan dengan hanya menunjukan momen singkat yang hanya di rasakan oleh sepasang kekasih.


"Film ini di sutradarai oleh seseorang bernama Arlangga Liam," Ucapnya tiba-tiba, dan hampir membuatku terlonjak. "Dulu dia di kenal dengan karya-karyanya tentang film pendek yang menyentuh hati para penontonnya, dan karyanya yang paling mendunia adalah film pendek yang berjudul FLAME TO DESIRE." Ucap Dafa. "Ada alasan kenapa film itu mendunia, lu tau kenapa?" Tanya Dafa. "Karena pemeran utamanya adalah putri dari bangsawan jerman yang kecantikannya tak terkalahkan saat itu, dia bernama Heiron Von Hohonzolerint!!"


Dengan berkala ku tatapi lagi video yang memperlihatkan pemeran utamanya yang cantik bak bidadari sedang tersenyum sambil menggandeng tangan pasangannya, saat itu juga tanganku bergetar karena saking ambigunya perasaanku saat ini.

__ADS_1


"Ma-maksudmu, i-ini beneran nih?" Aku bahkan tak bisa mengekspresikan rasa kagetku sampai tak mampu berkata-kata. "I-ini beneran emak mertua ku!!" Ucapku terbujur kaku dalam mode terpana.


"Mantu durjana lu, ga bisa ngenalin mertua sendiri!!" Timpal Dafa.


Buset, ternyata mertua ku cantiknya kebangetan pas masih kinyis. Dia punya tubuh yang langsing dengan tinggi 170 cm, rambutnya berwarna blonde ikal mengkilap yang di biarkan terurai sampai dada, kulitnya putih seputih kapas, matanya berwarna coklat dan bentuk wajahnya mirip boneka barbie, kecantikannya itu bahkan melebihi selebriti dunia papan atas.


Waaaagggghhh..bisa-bisanya orang yang cantik sekelas emak mertua ku, menerima menantu burik sepertiku yang jika diukur dengan perbandingan, mencapai jarak beribu kilometer dari matahari ke planet uranus.


Kenyataan pahit apakah ini, pantas saja anaknya bisa se gudluking Archie. Emaknya saja sudah seperti ini waktu muda.


"Gua tau lu tertekan karena muka lu ga selevel ama emak mertua lu yang cantiknya tiada tara, tapi bukan itu yang pengen gua kasih tau ama lu!" Ucap Dafa seperti tahu isi pikiranku. "Arlangga Tiam adalah sutradara sekaligus teman dekat nya bokap nyokap nya Archie, tapi ada insiden yang gua rasa bikin semuanya hancur."


"Sutradara Arlangga terbunuh saat menyelamatkan Archie yang hampir tertabrak oleh mobil yang melintas." Ujar Dafa. "Ada yang bilang, kalau kejadian itu di sengaja, dan dalang dari kecelakaan itu adalah Pay Long Tse."


Ada kejadian seperti itu di masa lalu, pantas saja kemarin Archie maupun Sakurai menampakan wajah yang tak biasa di saat Libiru mengatakan kebenaran tentang dirinya.


"Kenapa, Pay Long Tse sampai berbuat seperti itu?" Tanyaku.

__ADS_1


"Beredar kabar yang mengejutkan di kalangan informan seperti kami." Ucapnya sembari termenung. "Di rumorkan jika di masa lalu, Yuaga Konisuke dan Arlangga Tiam sengaja menipu dan menjebak Pay Long Tse untuk kepentingan dirinya sendiri, bahkan kabar yang lebih parahnya adalah mereka berdua sempat berniat ingin melenyapkannya."


Dafa menganalisa wajahku yang kebingungan, dan melanjutkan ceritanya. "Dulu mereka bertiga berteman." Ujarnya mulai bercerita, "Dari kabar yang gua dapat, mereka bertiga merupakan orang-orang yang berbakat dan hebat. Sampai-sampai mereka mendirikan perusahaan di bidang teknologi yang di pimpin oleh Yuaga Konisuke sebagai yang bisa di andalkan di antara mereka bertiga, namun suatu hari mereka bertiga saling cek cok dan menyalahkan suatu program komputer yang cacat, mereka menjebak Pay Long Tse dan memaksanya untuk bertanggung jawab, karena tak ada pilihan lain selain mengorbankan seorang teman yang berharga ketimbang kerja keras yang tak punya upah. Pay Long Tse di tuduh berkhianat dan meninggalkan perusahaan dengan amarah." Ceritanya.


"Lalu, apa yang terjadi setelahnya?" Aku tak sabaran.


"Akhirnya, Pay Long Tse meninggalkan perusahaan dan mulai bergelut dengan bisnis kotor seperti pasar gelap dan prostitusi. Sedangkan Arlangga Tiam beberapa bulan setelahnya, juga keluar dari perusahaan dan menggeluti dunia perfilman dan memilih menjadi sutradara. Sedangkan Yuaga Konisuke, lu liat sendiri, dia tambah menjadi besar dan sukses sampai sekarang ini."


Aku tak tahu harus merespon seperti apa setelah mengetahui kejadian seperti ini, entah dari pandangan ku atau orang lain yang memperdengarkan kisah Dafa. Saat menyangkut tentang harta dan kerja keras kadang manusia lebih buta dan gelap pandangannya dari orang buta.


Meskipun begitu, di balik cerita Dafa ada sesuatu yang membuatku penasaran. Kasus ini terlalu janggal, lagi pula bukannya ikut menikmati hasil jerih payah sampai mencurangi teman sendiri, Arlangga Tiam malah ikut hengkang dan memilih jalannya sendiri.


"Menurut kamu, selain karena ada masalah internal dalam perusahaan yang membuat Pay Long Tse bertanggung jawab, apakah ada masalah lainnya?" Tanyaku.


"Gua juga kurang tau sih. Tapi, menurut gua pasti adalah, secara mereka kan udah temenan lama."


"Ini hanya menurutku saja, tapi..ku rasa ini ada hubungannya dengan masalah internal lainnya." Ucapku.

__ADS_1


"Kenapa, lu ampe mikirnya gitu?"


"Firasat!!" Jawabku, dengan ekspresi picik.


__ADS_2