
Kriiieeettt.....
Pintu terbuka dan aku keluar dari ruangan itu dengan perasaan gamang. Perasaan yang bahkan membuat harimau mampu meninggalkan belangnya karena membenci dirinya sendiri.
Aku tertunduk lesu dalam pikiran yang bercampur aduk. Marah, kesal, sedih, kecewa, semuanya menjadi satu. Tak bisa ku jelaskan mengapa, tapi sesakit apa pun rasa sakit yang ku derita saat ini, air mata ku tak kunjung keluar. Mungkin karena aku terlalu sering bermimpi buruk.
Greeeppp...
Tiba-tiba Archie menarik tanganku, dan langsung memelukku dengan erat sampai aroma keringat dari tubuhnya memasuki pori-pori kepalaku.
"Bertahanlah!!" Ucapnya dengan nada tegas.
"Yang ku lakukan selama ini, hanyalah bertahan." Jawabku tanpa ekspresi.
"Kalau gitu, bertahanlah sampai akhir."
Aku tak menjawab dan melihat searah.
"Meskipun lu tercabik-cabik, bertahanlah." Ucapnya lagi sambil mengusap kepalaku.
"Dada ku sesak, aku ingin marah. Tapi kenapa rasanya lebih terhina kalau aku marah!!" Jawabku lirih.
Archie tak merespon, dia terus mendekapku sambil mengusap lembut kepalaku.
"Rasanya benar-benar sakit. Tapi aku ga bisa apa-apa!!" Lanjutku dengan nada lirih.
Dia tak menjawab.
"Tolong katakan, kalau aku sedang bermimpi!!" Aku mengusap wajahku sendiri ke dalam dadanya. "Tolong katakan!!"
"Anya!!" Panggilnya dengan suara lembut.
Lalu dia mengusap wajahku dan menempelkan dagunya menyentuh keningku.
"Bertahanlah sampai akhir!!" Ucapnya dengan nada menekan.
__ADS_1
*************
"Hei, gua juga mau!!"
"Gila serakah amat. Tar pas mati ketiban roti, baru tau rasa lu!"
"Kakak-kakak sekalian semuanya pasti kebagian kok, jangan berebutan."
"Ehh..gua kan belom makan sama sekali, kenapa lu langsung ambil dua!!"
"Woi, bagi-bagi!!"
Setelah kami kembali ke tempat asal, ruangan ini berubah menjadi kandang kera. Ternyata anak buahnya juga memberikan sarapan berupa roti polos dan susu hangat seperti yang dihidangkan kepada kami di ruangan terpisah, tapi karena anak-anak sudah tak makan hampir selama dua hari, maka sifat alamiah manusia sebagai mahluk primit yang suka merusak, tamak, rakus, dan serakah muncul dalam diri mereka.
"Kalian abis dari mana!!" Tanya mereka setelah menghabiskan makanan dalam kurun waktu kurang dari 3 menit.
Kami berdua tak menjawab, dan bergabung bersama mereka lalu duduk lesehan sambil menyandari tembok dengan posisi mengelilingi ruangan.
"Sarapan!!" Jawab Archie.
"Sarapan pake apa, beda ga sama yang kami makan..."
Sontak Sakurai, Hendri dan Sayang langsung menatap Archie dengan pandangan terpaku. Mungkin terlintas di pikiran mereka, kenangan masa lalu yang berasal dari mimpi buruk.
*************
"Pppssstt....Anya, pssstt....!!"
Aku membuka mata ku dengan berlahan, dan nampaklah Archie yang sedang menampar-nampar lembut wajahku agar terbangun.
"Archie apa yang kau.." dia menghentikan ucapanku dengan membekap mulutku dengan tangannya.
Lalu dia memberikan isyarat kepadaku untuk jangan berisik dan menunjuk langit-langit.
Berkat ide brilian anak-anak, mereka berhasil menciptakan tangga darurat yang terbuat dari tali perca dan juga kayu dari sisa-sisa bangunan di loteng. Meskipun terlihat sederhana, namun benda ini sangat kokoh dan bisa di naiki oleh orang dewas.
__ADS_1
"Archie ada apa?" Tanyaku saat berada di loteng bersamanya.
Dia tak mengatakan apa-apa, namun langsung menyosor bibirku sampai tubuhku hampir terjungkal.
Tapi sebelum aku berniat melepaskan nya atau sekedar ingin memberitahunya kalau melakukan hal ini dengan banyak anak-anak di bawah akan membawa petaka dan memperburuk citra akan kelangsungan hidup kita di masa depan.
Dia langsung melepaskannya, dan hanya memberikan ku kecupan sekilas yang tak membara, padahal diam-diam di dalam lubuh hatiku yang paling dalam, sungguh aku mengharapkan dia yang seperti itu.
"Temenin gua bentar!!" Ucapnya lalu membimbingku.
Aku mengikutinya dari belakang dan memperhatikannya sembari berhati-hati berjalan. Langit-langit di bangunan ini terbuat dari asbes yang mudah pecah dan retak, maka dari itu kami harus ekstra berhati-hati dan harus menginjak palang kayu yang menjadi struktur bangunan.
"Kadang di sini ada curut yang lewat, kalau tiba-tiba dia lewat terus ngelirik gua gimana!!" Ujarnya lalu membeberkan alasannya mengajakku naik ke atas.
Binatang yang di takuti Archie hanya curut, dia bercerita kalau dulu waktu kecil seekor curut masuk ke dalam dapur rumahnya dan mencuri makanan, pada saat para pelayan berlari untuk menangkap curut itu, tiba-tiba Archie kecil datang dan langsung menangkapnya dengan tangan kosong, namun ternyata curut itu malah masuk ke dalam bajunya dan menggigit p*ting susu kepunyaannya. Akibat kejadian itu, Archie sangat sensitif dengan kehadiran curut.
"Tenang aja, ga bakalan ada curut kok. Adapun langsung aku biking gepeng!!" Ucapku menepuk-nepuk pundaknya.
Dia tersenyum smirk dengan mata sayu sambil menoleh kepadaku dan mengacungkan jempol.
"Saiko!!" Ucapnya.
*translate, mantap yahud.
Ternyata dia sedang memeriksa semua peralatan yang akan di gunakan untuk melarikan diri dari tempat ini, namun di saat dia menuju salah satu tempat persembuyian peralatan itu, Archie mematung dengan kening mengernyit.
"Kenapa!?" Tanyaku.
Dia tak menjawab dan membuang muka ke segala arah.
"Apa ada sesuatu!?" Tanyaku lagi.
"Enggak!!" Ucapnya lalu berdiri. "Gak, ada apa-apa!"
Dia lalu berjalan lagi, dan mencari peralatan lainnya yang di sembunyikan.
__ADS_1
"Hmmmmhhh...!!" Ucapnya sambil memeriksa.
Lalu dia tersenyum smirk dan menatap peralatan itu. "Jadi begitu ya, gua tau sekarang!!"