Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Take Me Home Last


__ADS_3

...Mengandung konten dewasa....


"Bilang kalau lu cinta gua." Ucapnya yang menggerayangi tubuhku dan perlahan mengulas leherku dengan lidahnya.


"A-aku..aku mencintaimu, aku...aku mencintaimu." Jawabku dengan ******* napas yang tak karuan di saat dia mulai mengecup seluruh tubuhku. "Aahh..F*ck, aahhh..!!" Kata-kata memalukan seperti itu lolos begitu saja dari mulutku.


Archie kaget dan memandangku, "Hhgg...dah mulai nakal lu ya!!" Ujarnya menyibak BH ku dan dengan bersamaan melepas cancutku.


Kebiasaan Archie ialah mengulur waktu poreplay yang amat sangat lama, meskipun sudah berulang kali *******, dia masih belum melakukan penetrasi.


"Sabar sayang!!" Ucapnya yang berjalan tanpa busana menuju sebuah laci di dekat gorden, "Biasanya di tempat kayak gini kan ada!!" Gumamnya bicara sendiri dan membuka laci tersebut.


Lalu dia kembali sambil membawa alat kontrasepsi di mulutnya. "Pakein dong, sayang!!" Bisiknya menggodaku.


"Kenapa, harus pakai kontrasepsi!!" Tanyaku yang dengan patuh menurutinya walaupun kondisi ku saat ini sangat memprihatinkan untuk sekedar bergerak normal.


"Gak papa, lagi pengen aja!" Jawabnya yang sedikit meringis saat aku memasangkan alat kontrasepsi ke torpedonya, karena yang sangat di sayangkan adalah size miliknya hampir tak muat dengan alat kontrasepsi ukuran standar.


"Keknya jadi tambah gede pas kamu trip ke jepang!!" Pancingku.


Archie kaget meladeniku dan melemparku ke atas tempat tidur. "Hentai!!" Pekiknya dengan malu. *Dalam bahasa jepang yang artinya dasar mesum.


*****************

__ADS_1


"Udah bangun?" Tanya Archie yang memandangku terkesiap di atas kasur, dia baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.


Namun saat melihatnya dengan seksama ternyata semalaman dia telah berjuang mengalami penganiayaan oleh seorang wanita gila yang kehilangan kewarasannya karena obat perangsang, dan tentu saja wanita gila itu adalah aku. Tubuhnya penuh dengan bekas kiss mark berwarna merah kehitaman bahkan ada yang membiru, di sekitar areola dan bahunya nya terdapat banyak bekas gigitan kecil bahkan ku rasa bekasnya akan sukar untuk hilang dalam beberapa waktu, dan di bagian punggungnya terdapat banyak cakaran jari manusia yang dengan sengaja menghujamkan kukunya akibat merasakan gejolak kenikmatan cinta dan itu terlihat sangat mengenaskan.


Bagaimana bisa semalam tanpa sadar aku bertindak agresif layaknya binatang buas yang kehilang kendali, sampai kenangan dimana aku mencambuk bokongnya dengan menggunakan gesper yang masih terekam jelas di pikiran ku.


"Sial!!" Ujar ku sendiri yang sudah menyadari tindakan memalukanku semalam sambil menutupi wajahku dengan selimut. Bagaimana ini, aku sangat malu sampai ingin mengubur kepalaku sendiri. Kenapa aku melakukan semua itu tanpa sadar, bahkan sampai membuat kenang-kenangan itu di tubuhnya.


"Lu bisa bangun gak?" Tanyanya seperti tak terjadi apa-apa semalam di antara kami. "Lu masih bisa gerak ga?!" Tanyanya lagi sambil berjongkok di samping tempat tidur.


Berlahan ku sibak selimutku dan menatapnya dengan malu-malu. "Sakit gak?" Tanyaku merasa bersalah dan menargetkan tatapanku kepada bekas gigitan yang ada di areola nya.


"Kenapa lu harus khawatir soal gua?" Jawabnya.


Aku menatapnya penuh iba, "Maaf, aku udah ngelakuin semua itu semalam. Aku benar-benar di luar kendali."


"HEeeeeeeh..!!" Ucapku yang kaget dan menyibak setengah dari selimut yang menutupi wajahku.


"Tanggung jawab!!" Ujarnya lagi sambil menenteng kotak P3k di hadapan wajahku.


*************


"Aku, melakukan ini semua!!" Decakku tercengang saat memandangi punggungnya yang penuh dengan bekas penganiayaan.

__ADS_1


"Gua bisa tuntut lu atas kasus kekerasan dalam rumah tangga, pan lu bilang ada undang-undangnya!" Balasnya dengan nada menggoda.


"Kau gak akan berani, kau kan cinta mati dengan ku." Balasku menggoda sambil memberikannya obat oles untuk luka lecet.


"Ga juga, buktinya gua ga pernah tuh nelponin lu pas di jepang!!"


Aku terdiam dan berhenti mengoleskan obat ke punggungnya.


"Hhhgghhhhh....becanda, becanda!!" Ucapnya setengah tergelak tawa, "Gua gak ada alasan buat gak ngehubungin lu, cuman pas di sana gua ga bisa sembarangan berhubungan karena ada banyak perangkap dari musuh yang gak kita sadari, gua gak di awasi pas lagi dalam keadaan penting seperti rapat. Mangkanya dari pada gua bikin lu dalam masalah, mending gua aja yang kesiksa tiap arinya mikirin keadaan lu di sini."


"Kamu gak lagi boong kan?" Tanyaku dengan ekspresi cemberut.


"Kalau gua boong kenapa?"


"Agghhhh...BAKA!!" Pekik ku kesal sambil memukulinya. *dalam bahasa jepang yang artinya b*go.


Dia menghentikan tanganku. "Gua kangen banget ama lu, ampe pen mati rasanya." Ucapnya menyelipkan rambutku yang terurai menggantung di telingaku. "Gua kayak lagi tinggal di neraka. Padahal di sana tempat gua lahir dan di besarkan, tapi anehnya pikiran gua gak bisa lepas dari sini."


Archie mendekat ke wajahku dan menyatukan jidat kami berdua, "Lu tau kenapa?" Dia membelai tengkukku dengan lembut. "Karena rumah tempat gua pulang tuh di sini, di samping lu."


Kami berciuman dalam balutan suasana yang pas di saat membayangkan pertemuan pertama dengan seseorang yang di cintai dalam waktu yang lama. Seperti inilah suasana yang di impikan pasangan normal, bukan seperti yang ku lakukan semalam kepadanya. Mau di ingat bagaimana pun, aku merasa bersalah karena sudah membuat keributan di waktu kedatangannya kembali ke tanah air.


"Kita masih punya urusan di tempat ini." Ucapnya berdiri dan membuka lemari yang tersedia dua set pakaian pria dan wanita yang seukuran dengan kami berdua.

__ADS_1


"Baiklah!!" Ujarku yang langsung mengerti dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun baru selangkah kaki ku berjalan, keseimbanganku berangsur buyar dan langsung ambruk di tempat.


...Terus dukung karya author Alasan Kami Menikah? dengan cara klik Like, Komen, dan Favorit. Karena dukungan dari para pembaca, sangat berarti bagi author untuk terus semangat berkarya....


__ADS_2