
"Ini gua, Rio." Ujarnya antusias dan menunjuk diri nya sendiri.
"Rio?" Ulangku dan berusaha mengingatnya lebih keras lagi.
"Iya, gua Rio dari sanggar silat. Masih inget ama gua gak, dulu yang pernah tanding ama lu di arena!!" Ujarnya menjawab sendiri.
"Ohh," Seru ku setengah terkejut. "Iya Rio. Aku ingat!" Balasku.
"Lu kenapa tadi abis banting orang secara random," Tanya nya. "Untungnya gua sadar kalau itu lu, kalau gak bisa aja lu dapet masalah." Ucapnya.
"Ahhh...hehehe." Responku yang canggung.
"Archie mana, lu lagi gak bareng dia?" Tanya nya lagi.
"Euuuhhmmm..itu sebenarnya..!"
"Kalian udah putus." Tanya nya lagi.
"Ehhh..gak kok, kami tuh..." Gawat, aku tak punya alasan untuk mengatakan kebohongan.
"Ok, gua ngerti." Potongnya langsung. "Emang cowok belagu kayak gitu mending di tinggalin, pastinya lu sakit hati dapet cowok modelan Archie, masa iya cewenya sendiri malah di jadiin bahan taruhan, ya meskipun lu sih yang menang. Tapi tetap aja, gua kesel ama prilakunya dan prihatin banget ama kondisi lu." Ujarnya sok berbela sungkawa dan menepuk lembut pundakku yang terbuka.
"Ahhhh...he he he..iya makasih!!" Respon ku karena tak nyaman dan cepat-cepat menyingkirkan tangannya.
"Jadi, lu beneran sendirian ya." Tanyanya lagi.
"Ahhh...itu, aku.."
"Gua tau kok, " potongnya lagi. "Pastinya lu depresi berat kan putus ama Archie. Mangkanya lu pergi sendirian kesini buat ngelupain dia, tenang aja lu ga sendirian kok, ada gua di sini yang bakalan nemenin lu." Ujarnya sebelum aku sempat berbicara.
__ADS_1
"Ahh...gak gitu kok, sebenarnya aku..."
"Udah ikut gua aja, jangan malu-malu, lagian kita kan udah saling kenal." Potongnya lagi, dan menyeretku pergi bersamanya.
Aghhhhh...gimana nih, aku tak punya alasan yang tepat untuk menolak ajakannya. Dan yang menjadi masalahnya adalah, aku berada jauh dari Sakurai dan yang lain. Apa aku akan baik-baik saja kalau sendirian.
"Gua bawa temen gua nih, namanya Anya." Serunya saat memasuki sebuah ruangan yang tertutup dan kedap suara.
Saat itulah, semua teman-temannya yang berjumlah 4 orang dan masing-masing menggandeng cewek sewaan, melihat ke arahku dengan tatapan mengintimidasi.
"Hallo, Anya!" Sapa mereka semuanya hampir secara bersamaan.
"Cantik banget, lu nemu modelan kayak begini dimana woi." Pekik salah satu temannya kepada Rio.
"Minum dulu nih, biar gua tuangin." Ujar salah satu temannya yang lain dan dengan ramah menuangkan minuman beralkohol kepadaku.
"Makasih kak, tapi aku ga minum!" Sahutku dengan jelas menolaknya.
"Padahal, kalau bareng kita harusnya hepi-hepi dong." Ujar temannya yang lain.
"Anya cantik banget, mau main bareng gua gak." Ucap temannya yang tadi menawarkan ku minuman dan berlahan mendekatiku.
"Maaf kak, aku gak..maksudku," Dalam diam, kata-kata ku terjeda dan menatap sekeliling. "Aku bukan cewek yang kayak gitu." Jawabku dengan polosnya dengan nada tegas.
Saat itu juga, ruangan itu terasa membeku dan semua mata langsung tertuju pada ku seorang. Kenapa ini, apakah aku baru saja mengatakan sesuatu yang aneh.
"Buwahahahahahahaha....!!??" Sontak seiisi ruangan itu pecah oleh gelak tawa.
"Maksud lu apa, hahahaha....!!" Pria itu tertawa cekikikan dan hampir tersungkur. "Lucu banget sih, lu bilang bukan cewek yang kayak gitu tuh apa, lu mau bilang kalau lu cewek baik-baik, sedangkan lu lagi ada di tempat kayak gini." Sambungnya dengan bahagia melecehkan ku.
__ADS_1
"Aku gak bilang gitu," Pekik ku membela diri yang jelas saat ini aku terlihat seperti orang bodoh.
"Lu tau gak, lu ini tipe gua banget, gimana kalau kita lanjutin aja ngobrolnya di tempat lain." Ucapnya lalu mendekat ke arahku. "Gua bakalan ngasih kamar yang bagus, buat lu." Ujarnya lagi setengah berbisik di sampingku.
"Kak, gak boleh gitu," Tiba-tiba saja Rio mendekat ke arahku. "Kan gua yang bawa Anya ke sini, lagian kakak kan udah bawa cewek." Ujar Rio yang langsung menghalau temannya untuk duduk di dekatku.
Bbuukkk...
Tiba-tiba pria kurang ajar itu langsung mendaratkan tinjunya mengenai wajah Rio, dan dengan sekali pukul Rio tergeletak tak berdaya di bawah kaki ku.
"Belagu banget lu bocah, emang lu siapa ngatur-ngatur gua." Ucapnya dengan temberang.
"Rio!!" Seru ku sambil membantunya bangun.
"Lu juga!!" Teriak orang itu dan langsung memegang pergelangan tanganku. "Sok jual mahal banget jadi p*rek, ampe ngaku gak bisa minum segala, nih gua traktir lu minum yang banyak!!"
Lelaki gila itu mengambil satu botol minuman keras berwarna merah dan tanpa basa-basi, dia langsung menuangkan isinya padaku, dan kini dengan memalukannya seluruh tubuhku basah kuyup akibat ulahnya.
Saat itu juga, rasa dingin yang berasal dari minuman itu langsung mengingatkan ku dengan kejadian yang tak kan mampu ku lupakan seumur hidupku, yaitu kejadian dimana Archie memperlakukan ku dengan buruk hanya kerena dia salah paham dengan Arya. Dan tanpa sadar, aku langsung terduduk terkulai lemas di samping Rio yang kesakitan.
"Wah wah wah..kak Tora gila banget, kasian tuh cewe nya Rio malah jadi mandi wine." Ujar temannya yang bahkan menikmati pertunjukan ini.
Aku diam mematung dalam perasaan yang bercampur aduk. Kenapa situasinya menjadi kacau, bahkan baju ku yang berwarna putih sekarang tertutup oleh warna merah dari minuman keras. Kenapa aku malah menerima pelecehan seperti ini, kenapa dengan mudahnya pria-pria brengsek ini memperlakukan wanita seperti barang, rasanya dada ku sudah mau meledak dan dengan kemarahan yang memuncak tubuhku langsung bergerak sendiri dan berniat membalas perbuatannya.
Namun baru saja tubuhku tergerak ingin membalas perlakuannya. Tiba-tiba Rio terbangun dan langsung membalas pria tadi dengan pukulan yang sama, dan akhirnya terjadilah keributan.
Saat situasi semangkin memanas dan baku hantam di antara mereka tidak terelakan lagi, para petugas tempat itu berdatangan dan meredakan kekacauan yang berlangsung. namun di tengah-tengah itu, seseorang tiba-tiba datang dari arah belakang ku dan langsung menyeretku keluar sambil membungkus tubuhku dengan sebuah jaket.
"Terima kasih, aku gak apa-apa!" ujar ku kepada pria yang menolongku.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Tanyanya.
Sontak aku menoleh dan melihat siluet wajahnya dengan jelas. "Libiru!??"