Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Escape Part 13


__ADS_3

Aku memang sudah memperkirakan kalau kami akan gagal di dalam rencana pertama, maka dari itu dengan kerja sama kelompok, aku berhasil mempersiapkan rencana kedua.


Demi mengantisipasi agar kami tak kabur, mereka mengurung kami di dalam ruangan yang tak ada jendela, pengap, dan hanya beberapa lubang ventilasi. Tapi mereka lupa kalau ruangan ini terletak di lantai atas.


Sebelum matahari terbit beberapa belas menit lagi, kami harus dulu menguasai situasi, agar rencana kami berjalan dengan lancar.


"Ok, keluarkan semuanya!!" Perintahku.


Mereka berkerubung di sekitarku membentuk lingkaran.


Lalu satu persatu anak-anak yang berada di lantai empat, menyetorkan barang-barang yang mereka bawa di hadapanku.


Mereka berempat membuka baju luarannya dan melepas tali perca yang melilit perut mereka. Dan setelah di setor-setor ternyata panjang nya hampir melebihi 30 meter.


Tali perca yang kami gunakan mampu menahan beban hingga 70 kg. Berkat tangan-tangan mereka yang terampil, semalaman mereka menyatukan, mengepang, dan memintal perca ini menjadi sebuah tali yang layak guna. Aku sangat bersyukur karena mereka sangat bisa di andalkan.


Lalu Rio yang berbadan tinggi dan besar, berdiri dan melonggarkan ikat pinggangnya, dan keluarlah kuku kambing atau linggis dari balik celanannya.

__ADS_1


Jadi ternyata selama ini, mereka menggunakan Rio untuk menyamarkan linggis itu agar tak ketahuan. Dan tempat persembuyiaanya pun tak biasa, dia dalam celana.


"Bagaimana kau melakukannya!?" Sakurai takjub dengan hal-hal yang tak penting.


Lalu mereka saling menyusun tubuh untuk mencapai langit-langit dan menggunakan linggis untuk mencongkel celah yang bisa di buka.


Awal nya sedikit sulit, karena langit-langit yang di gunakan oleh bangunan ini adalah asbes, jika sedikit saja salah langkah maka langit-langit ini akan rubuh dan kembali menimbulkan keributan.


Namun berkat seseorang yang sabar dan telaten akhirnya kami berhasil juga.


"Oke, berhasil. Lu boleh naik!!" Ucap Sayang yang berhasil mencongkel langit-langit dan memandu Archie untuk naik ke atas.


Tak hanya tali perca yang kami gunakan sebagai alat untuk melarikan diri. Beruntungnya di dalam tumpukan barang rongsokan itu, kami menemukan peralatan flying fox bekas, di mana peralatan penting dan paling utama dalam komponennya masih dalam keadaan baik.


Seperti Figure Eight, Carabiner, Klem Sling, dan Puley. Mereka menyembunyikan benda-benda ini juga di dalam tubuh Rio, tepatnya di dalam celananya.


Archie menyembunyikan benda-benda tersebut di berbagai tempat agar tak di ketahui oleh anak buahnya laki-laki itu. Kemudian dia menunjuk beberapa anak yang di tugaskan untuk mengambil alih peralatan penting itu, jika waktunya sudah tiba untuk melarikan diri.

__ADS_1


************


"Archie, gua pengen ngomong sama lu!!" Tora mengajak Archie berbicara berdua dengannya.


"Ngomong aja si, lagian lu mau ngajak ngomong di mana." Jawab Archie.


Sontak Tora mengidar pandang, dan menatap ruangan yang hanya sepetak dengan muatan 11 orang yang berebutan untuk bernapas.


"Ruangan sempit gini!!" Tambah Archie.


Tora menggosok lehernya sambil tertunduk, sepertinya dia ingin membicarakan perihal kejadian tadi subuh. Semua yang ada di sini tak pernah menduga kalau kejadiannya akan seperti itu. Meskipun rencana kami berjalan lancar, semuanya tetap tak sama jika kehilangan satu orang. Maka di akhir rencana ini tetap akan ada rencan susulan untuk meyelamatkan Ruana.


"Maaf, karena gua udah bersikap berlebihan!!" Ucap Tora.


Anak-anak terlihat mengalihkan pandangan, mereka berusaha agar tak membuat Tora tak nyaman karena berbicara hal sensitif seperti ini di tengah keramaian merupakan pelecehan privasi.


"Ruana segalanya bagi gua. Gua ga mau kehilangan dia lagi. Dia saudara satu-satunya yang gua punya." Kelakar Tora menjelaskan alasannya menggila, "Udah cukup dia menderita, gua ga mau ngeliat dia terluka lagi buat yang ke sekian kali."

__ADS_1


Suasana berubah menjadi haru, dan kami semua tertunduk dalam duka, sama-sama merasakan apa yang di rasakan Tora saat ini.


__ADS_2