Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kebenaran Di Balik Rasa Sakit End


__ADS_3

Paisee mengatakan kalau dia sengaja merekayasa kematiannya, hanya untuk mengelabuhi orang-orang yang ada di belakangnya.


Setelah mereka menganggap Paisee benar-benar lenyap, dia melakukan konfrontasi besar-besaran secara sembunyi selama beberapa tahun di tempat terpecil.


Dalam kurun waktu beberapa tahun, Paisee berhasil membentuk pasukannya sendiri, menempa dirinya menjadi lebih kuat, berkutat memerangi berbagai macam aksi kriminal, dan melatih anak-anak miskin dan terlantar untuk bertahan hidup.


Paisee menjadi ketua pasukan khusus swasta yang tergabung dalam anggota resmi kemiliteran, dengan identitas yang di palsukan. Popularitasnya langsung melejit pesat setelah pasukannya banyak berperan aktif menumpas kawanan ******* dan menyergap bandar narkoba yang meresahkan negara ini.


Setelah 7 tahun berlalu, Paisee akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia luar, dan mulai mencari info tentang keberadaan teman-temannya.


Dia merasa sangat terharu dengan perkembangan ke tiga sahabatnya, terlebih lagi ternyata Konisuke menyatakan cintanya kepada Heiron di malam natal, dan beberapa bulan setelah menikah, mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang tampan.


"Karena senang mendapatkan kabar kalau aku mendapatkan keponakan kecil, akhirnya aku memutuskan untuk menyusul kalian yang sedang berlibur ke pulau itu, dan berharap bertemu denganmu meskipun hanya dari kejauhan!!" Ucap Paisee.


Setelah Paisee sampai di tempat itu, dia langsung mendatangi villa milik keluarga Yuaga.


Namun ternyata, Paisee datang di saat yang tidak tepat. Pasalnya disaat itu semua orang sedang panik, karena anak satu-satunya keluarga Yuaga tiba-tiba menghilang selama hampir 14 jam.


Keluarga Yuaga merasa terpukul karena penerus mereka satu-satunya menghilang dalam keadaan misterius, dan berita kehilangan itu belum bisa di tangani oleh kepolisian setempat karena belum mencukupi syarat pelapor yang harus menghilang selama 24 jam.

__ADS_1


Paisee yang melihat pemandangan memprihatinkan itu tak bisa hanya diam saja. Dia akhirnya mencari Archie seorang diri dengan berbekal laporan dari orang sekitar, yang sebelumnya pernah melihat aktiftas mencurigakan di dekat vila kediaman Yuaga.


Setelah hampir satu hari mencari, Paisee akhirnya menemukan markas penyekapan yang ternyata berada di hutan dekat laut.


Namun alangkah terkejutnya Paisee saat melihatnya dengan mata kepalanya sendiri jika tempat itu telah porak poranda seperti habis terbakar, dan terdapat 4 orang yang tewas di tempat dengan tubuh terbakar dan melepuh seperti habis terkena ledakan.


"Aku panik dan mencari ke sana kemari berharap menemukan mu di tempat itu. Aku takut terjadi sesuatu padamu karena tempat itu berbau busuk seperti bau belereng yang menyengat. Namun setelah aku menemukan sesuatu berupa jejak pelarian diri yang kau tinggalkan di jendela, barulah aku sadar.." Paisee menatap ngeri ke hadapan Archie.


"Ternyata kau yang sudah melakukan itu semua dengan bubuk mesiu yang terkandung di dalam kumpulan petasan yang ada di dalam gudang itu!!" Paisee tertegun, padahal waktu itu Archie baru berusia 7 tahun.


Karena tahu kalau Archie tak kan berada jauh dari tempat ini, Paisee memutuskan untuk kembali mencari jejak Archie meskipun rasanya mustahil bagi Archie bisa bertahan hidup dengan kondisinya yang sekarang.


Aku dan Archie kembali bertatapan. Entah kenapa, rasanya Paisee sedang memutar kembali memori di dalam otakku yang telah lama hilang.


"Aku tak bisa berbuat apa-apa kepada kalian berdua, karena saat itu rumor yang tersebar atas dalang kejadian ini merupakan sisa-sisa dari anak buah ku!!"


"Lalu, paman menanggung semua ini sendirian, tanpa ada seorang pun yang tau!?" Tanya Archie dengan nada bergetar. "Kenapa paman tak mengatakan nya 10 tahun yang lalu. Kenapa paman hanya datang seperti orang asing, tanpa mengatakan apapun saat itu!?"


Paisee diam saja.

__ADS_1


"Padahal hari itu aku sedang mengatakan hal buruk tentang Pay long Tse bahkan dengan menggebu ingin membunuhnya yang telah melenyapkan paman Arlangga, lalu kenapa kau diam saja. Kenapa kau membiarkanku menderita seorang diri!!"


"Aku tak punya pilihan lain.." Ucap Paisee spontan."Aku tak punya pilihan lain, selain membuatmu membenciku!!"


Archie tertunduk dalam diam, bahkan bibirnya bergetar seperti menahan tangis.


Paisee berjalan mendekat di hadapan Archie, lalu berlutut menatap ubun-ubunnya.


"Kau harus kuat, nak." Ujar Paisee lirih.


Archie mengangkat pandangannya ke atas.


"Aku telah melihat masa depan. Potensimu, saat kau berumur 7 tahun." Paisee memegang bahu Archie. "Karena itu aku percaya kau bisa melindunginya. Melindungi orang yang kau sayang!!"


Paisee beralih menatapku.


Aku mematung memandangi mereka berdua, dan Paisee berjalan mendekatiku.


"Aku pikir takdir hanya berlaku untuk manusia yang kesepian dan di lupakan. Tapi ternyata aku salah lagi.." Paisee berdiri di hadapanku. "Takdir berlaku untuk semua orang, terlepas mereka kesepian atau tidak!!"

__ADS_1


__ADS_2