Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 9


__ADS_3

"Apa yang sedang kau lakukan!!" Tanyaku yang kaget saat memergoki seseorang yang sedang mengutak-atik selang regulatorku.


Dia terperanjat dengan gerakan seperti orang yang ketahuan melakukan kejahatan, kemudian tertunduk lesu dan berjalan melewatiku.


"Ruana?" Panggilku.


Dia berhenti dengan membelakangiku tapi enggan untuk menampakan wajahnya.


"Apa yang tadi kau lakukan dengan regulatorku!?" Tanyaku lagi.


Dia mematung sejenak, tampak belakang bahunya naik turun seperti seseorang yang sedang mengalami tekanan yang berat. Kemudian dia membalikan tubuhnya berlahan dan menatapku dengan pandangan yang tajam.


"Sepertinya aku salah mengira kalau peralatan kakak adalah punya ku!" Jawabnya di iringi seringai yang lembut.


"Benarkah?" Ucapku yang tertarik untuk menyelidikinya. "Punya Ruana kenapa, ada yang rusak?"


Dia mengatup mulutnya sendiri seperti isyarat untuk tak menjawab pertanyaanku. Namun di tengah ambisiku untuk menyelidikinya, sang instruktur diving muncul dan menjelaskan kepada ku kalau peralatan punya Ruana tidak layak untuk di pakai.


"Padahal semua peralatan ini dalam kondisi baik dan baru, tapi kenapa tiba-tiba ada yang rusak!" Ujar sang instruktur diving yang heran saat berkelakar dengan ku.


"Apa setelah ini Ruana tidak bisa ikut menyelam?" Tanyaku.


"Tentu saja Nona Ruana bisa ikut menyelam, lagi pula persediaan alat diving kita banyak kok." Jawab sang instruktur.


Namun saat aku membalikan tubuhku untuk berbicara pada Ruana, dia sudah menghilang dari sana. Apa dia langsung pergi begitu saja, saat kami sedang berbincang-bincang tadi. Ruana memang pendiam, namun di bandingkan di sebut pendiam dia terlihat seperti orang yang menghindari orang lain karena tidak ingin di kenal dekat.


"Apa ada masalah?" Tanya Dimas yang tiba-tiba datang karena menyaksikan kegaduhan yang tadi ku buat sesaat.


"Tidak kok, hanya masalah kecil!!" Jawabku.


Lalu tanpa sengaja aku melihat sesuatu yang aneh di tubuh Dimas. Karena dia hanya memakai celana pendek di atas lutut, maka dengan jelas aku bisa melihat bekas memar yang berada di paha kiri nya.

__ADS_1


"Paha kakak kenapa?" Tanyaku.


Dimas langsung menutupi bekas lebam di pahanya dan tersenyum memaksa padaku.


"Kemarin malem ga sengaja kpleset Nya, ga sakit kok. Tar juga bekasnya ilang!" Jawabnya.


************


Istirahat selesai, anak-anak bersiap untuk kembali menyelam dan melanjutkan petualangan di bawah air. Dan aku kembali di hadapkan oleh kenyataan yang menyebalkan, yaitu bersama seseorang yang punya maksud terang-terangan merebut Archie dariku, rasanya aku ingin menembak kepalanya saja.


"Biasanya kalau lakinya di deketin cewe lain, bini nya bakalan jagain lakinya biar ga di deketin lagi ama cewe yang berniat ngerebut." Ujar Sayang cuap-cuap di hadapanku sambil mengemasi peralatan menyelam, "tapi anehnya, lu kok beda ya!? Kenapa lu malah jagain gua seakan gua ini pasangan lu, ketimbang jagaian Archie biar ga gua deketin!!"


Akhirnya Sayang mengutarakan kegundahannya selama seharian ini. Bila ku jelaskan dengan caraku, dia tak kan mengerti karena dari awal aku memang sudah berniat untuk mencabut nyawanya.


"Apasih, kok kamu heboh banget!!" Jawabku santai sambil memasang peralatan menyelam.


"Lu bilang gua heboh. Wah gila, udah keabisan kata-kata gua ngadepin cewe modelan begini!!" Sayang malah frustasi sendiri.


Sayang berhenti mengemasi peralatan menyelamnya dan menatapku.


"Maksud LO?" Tanyanya sampai notasi kata U menjadi O saking dongkolnya dia mendengar jawabanku.


"Apa kau pernah menonton sinetron bertema pelakor?" Tanyaku.


Dia menatapku dengan bersungut-sungut lalu memalingkan wajahnya untuk menunjukan kalau benar aku sedang membicarakan hubungan sinetron itu dengan kelakuannya.


"Apa yang biasanya di lakukan wanita penggoda kalau tak menggoda suami orang sampai berujung si suami meninggalkan istri sah nya dan pergi dengan wanita lain. Aku sudah banyak menonton dan menyaksikan cerita seperti itu, dan yang bisa di lakukan istri sahnya hanyalah menempel di dekat suaminya, berdandan lebih cantik berharap kalau-kalau asap kemeyan di kepala suaminya akan hilang begitu dirinya bisa melakukan hal yang lebih baik dari pada wanita lain. Tapi si istri sah melupakan sesuatu.."


Sayang menatap tajam padaku dengan pandangan tertekan.


"Bahwasanya suami yang mudah tertarik dengan wanita lain selain dirinya, menandakan kalau si suami memerlukan penyegaran karena rumah tangganya membosankan. Cara seperti menempel atau memohon agar tak menemui wanita lain akan membuat sang suami tambah meremehkan peran istrinya yang semangkin tambah membosankan. Tapi bagaimana kalau si istri menantang nasibnya dan merubah pola pikirnya, ketimbang melakukan hal yang tidak berguna dan membuang-buang waktu, alangkah lebih baik kalau langsung menghancurkan subjeknya dari luar mapun dalam!!" Jelasku sembari menggenggam udara hampa dengan sekuat tenaga seperti meremukkan tulang belulang dan menunjukannya di hadapan wajah Sayang.

__ADS_1


Sayang terdiam, di sela tatapannya dia meneguk liur nya sendiri.


"Kau tahu maksudku kan. Kau juga pasti tau kalau selama ini bukan sekali dua kali Archie terlibat dengan wanita seperti mu, karena aku istri yang sudah berpengalaman dengan urusan seperti ini cara paling relevan mengatasinya adalah mendekati wanita itu, menjadi akrab dengannya, lalu saat dia lengah aku akan mencari kelemahannya, menghancurkannya dari dalam, sampai yang tersisa dari dirinya hanyalah rasa malu karena tak bisa berbuat apa-apa." Ucapku dengan bersungguh-sungguh.


"Glleeekkk...!" Sayang terang-terangan meneguk liur di depanku dengan melotot.


"Kau tahu pepatah modern yang ku dapatkan dari pengalamanku selama ini. Semangkin kau dekat dengan mereka maka semangkin dekat pula kesempatanmu untuk menikam. Orang terdekat bisa saja orang yang paling menyimpan kebencian paling banyak, maka dari itu mereka mendekati kita agar lebih mudah untuk di hancurkan."


Aku terdiam.


Tanpa sadar, aku mengatakan sesuatu yang tak perlu ku katakan kepada orang lain. Karena terlalu terbawa suasana pikiranku langsung tertuju pada Libiru dan semua yang telah dia lakukan kepadaku.


Sial. Kenapa aku sampai memikirkannya di tengah-tengah situasi ini. Apalagi menunjukan perasaan emosional kepada orang lain adalah hal terlarang agar kelemahanku tak di ketahui.


"Ternyata lu udah banyak menderita dari apa yang gua bayangin selama ini!!" Cetus Sayang dengan nada simpati.


Aku diam saja.


"Gua emang udah salah ampe mikir kalau lu ga pantes buat Archie."


Aku tetap diam.


"Kayaknya tadi gua juga udah keterlaluan sampe.."


"Maaf, tapi aku duluan ya!!" Potongku yang langsung mengencangkan kancing wetsuit dan memakai masker oksigen, lalu tanpa basa-basi langsung nyebur ke lautan tanpa menunggunya.


"Anya. Anya, gua belom selesai ngomong!!" Sayang berteriak kepadaku.


Setelahnya, kami dengan berbahagia mengikuti acara liburan ini sesuai rencana. Sampai suatu kejadian yang tak terduga pun kembali terjadi.


Saat aku dan Sayang selesai diving dan naik ke atas permukaan, tepatnya di atas kapal aku langsung di kejutkan oleh sesuatu yang membuat seisi para penumpangnya pucat.

__ADS_1


Aku melihat tubuh Ruana terbaring kaku yang kemudian di kerumuni oleh orang-orang karena panik atas kondisinya, lalu di tengah-tengah itu, situasi tambah kacau di iringin keributan yang di sebabkan oleh Tora dan Rio yang saling berargumen dengan tak terkontrol.


__ADS_2