Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 19


__ADS_3

"Siapapun di sini juga tau kalau Sayang itu Cross-dresser?!" Ucap Laila mengomeliku. "Semua nya juga tau kalau yang dia pakai itu cuman sumpalan!"


"Uuughhh...!!" Aku malu dan meletakkan wajahku di atas meja.


"Lagian lu sih, ga ngecek dulu. Mana langsung ngajakin dia buat sekamar bareng!" Tambahnya.


"Heh, aku benar-benar tak mengira kejadiannya akan seperti ini. Lagi pula, bagaimana cara ku mengeceknya?"


"Kau kan bilang kalau kau tidur dengannya pakai baju tipis!" Lalu Laila mendekat ke arahku dan membisikkan sesuatu. "Apa kau melihat ada yang naik di antara kedua pahanya!!"


Aku berfikir sejenak dan menerka-nerka. Lalu saat sadar apa yang telah ku lakukan sampai memikirkan hal itu, aku langsung menutup mataku dan menyentil jidat Laila.


"Dasar kau penggila XXXX!!" Runtukku setelah terbayang sesuatu tentang Sayang.


"Heh, gua kan sedang membicarakan realita yang sesungguhnya!!" Laila membela diri.


"Aku hanya berharap Archie tak tahu kalau aku dan Sayang pernah sekamar bareng!!" Ucapku lemas.


Namun Laila tak bicara dan menatapku dengan tegang dan sesekali memainkan matanya melihat ke atas.


"Kau kenapa sih, aku lagi pusing mikirin gimana caranya biar Archie ga tau aku pernah sekamar dengan Sayang, tapi kau malah bercanda dan main mata." Aku ngegas.


"Sekamar bareng siapa?"


DEG...


Ahh..sial. Suara Archie, aku mendengar suara Archie di belakang ku.

__ADS_1


Berlahan-lahan ku balikkan badanku dengan perasaan hampir mati. Dan benar saja, ternyata Archie lah yang ada di belakangku. Dia menatap murka ke arahku, sambil berkaca pinggang.


"Hehehehe..aku bisa jelaskan?"


*************


"A-archie..Archie..!!" Panggilku sambil mengekorinya yang berlari ke kamar Sayang yang pernah kami pakai bareng-bareng.


Braakkkk....


Archie menendang pintu kamar Sayang dan langsung masuk.


"Woi, gila!! Ketuk pintu dulu napa!" Ucap Sayang yang kaget karena kami berdua tiba-tiba masuk.


"Bocah laknaaat..napa lu ga bilang-bilang!!" Ucap Archie yang langsung menjegal leher baju Sayang.


Aku kelabakan, dan langsung melepaskan tangan Archie dari leher Sayang dan berdiri di tengah-tengah mereka.


"Aku, aku yang memaksanya untuk sekamar!!" Ucapku hampir kehabisan napas. "Aku benar-benar ga tahu dia laki-laki karena waktu di bandara, aku ga menyimak perkenalan diri Sayang. Ini semua salahku, tolong jangan salahkan Sayang!"


"Cih..!!" Ujar Archie yang langsung menyerah dan menjauh dari Sayang.


"Kau ga kenapa-napa kan?" Tanyaku memeriksa leher Sayang.


"Tidak kok, liat aja sendiri!!" Ucap Sayang sambil menunjukan lehernya padaku, namun tatapannya dan juga senyumannya dia berikan kepada Archie dengan niat mengejek.


Dan Archie pun kembali terpancing.

__ADS_1


"Mana gua liat!!" Ujar Archie yang langsung menyerobot kami berdua, dan menyentak leher Sayang.


"Gada apa-apa tuh, gada lebam, lecet, tergores, patah, atau copot!!" Dia memegang leher Sayang seperti ingin membunuhnya.


"Gua bisa mati, bangsat!!" Pekik Sayang sambil melepaskan kekangan tangan Archie.


"Kenapa lu marah, gua kan khawatir ama keadaan lu, mangkanya gua periksa!!" Archie ikutan ngegas.


"Udah, gua ga kenapa-napa?" Sayang menepis tangan Archie.


Namun Archie tak menyerah dan terus mengejar Sayang. "Mana sini gua liat, gua ga percaya kalau ga liat sendiri!!"


"Ahh..bego, udah gua bilang gua ga kenapa-napa!" Sayang berlari dan mengelilingi ruangan kamar.


"Sini ga lu!!" Pekik Archie tak menyerah.


"Pergi ga, jangan deketin gua!!" Sayang panik.


"Jangan lari!!" Archie mengejar.


"Ahh..******, orang gila sialan."


Di banding terlihat mesra seperti pasangan kekasih, ternyata mereka terlihat seperti saudara yang saling menyanyangi satu sama lain, seperti hubungan Archie dengan Sakurai.


Aku benar-benar tak menyadarinya selama ini, karena Sayang terlihat sebagai perempuan di mataku, aku malah melihatnya sebagai saingan. Dan tak terpikirkan olehku, kalau perhatian atau perlakuan yang dia tunjukan kepada Sayang adalah perlakuan terhadap saudaranya sendiri. Aku merasa bersalah telah menganggap buruk dirinya.


Juga skinship yang mereka berdua sering tunjukan kepadaku, seperti nya tidak ada maksud lain karena dari dulu mereka berdua memang terbiasa melakukannya, sampai Archie pernah bilang saking terbiasanya melakukan skinship, mereka berdua sudah seperti bersama ibunya masing-masing, bisa di bayangkan bagaimana dekatnya hubungan mereka berdua.

__ADS_1


Dan sekarang aku sadar dan mengerti kalau ternyata aku mencintai archie lebih dari apa yang aku bayangkan selama ini.


__ADS_2