
Aku langsung tau jika ekspresinya yang selalu berubah-ubah secara drastis adalah kemampuannya yang lihai dalam berkamuplase menutupi perasaanya sendiri. Dari awal terjatuhnya botol itu, sampai ke percakapan sekarang. Dia tak berhenti bersedih, tapi dia masih sempat menunjukan senyumannya beberapa saat, karena tak ingin membuat orang di sekitarnya khawatir.
"Gua jatuh cinta!!" Ucapnya.
Dia melirikku sesaat.
"Tanpa gua sadari gua jatuh cinta sejak saat itu, dan baru menyadari perasaan ini setelah kami sama-sama beranjak dewasa!!" Lanjutnya.
Aku balik menatapnya. Dan tanpa dia sadari, air matanya tiba-tiba saja jatuh menetes membasahi pipi nya tanpa dapat lagi di tahan-tahan.
"Hari itu, gua bermaksud mengutarakan nya dan membuka identitas asli gua kepada Kim. Gua pergi ke tempat pertemuan dan mengganti penampilan gua!!"
Dia berhenti sesaat dan meremas kedua tangannya sembari memejamkan matanya dengan kuat.
"Tapi takdir berkata lain!!" Sambungnya.
Aku terdiam dan menunggu.
"Fioner Kim, tewas di depan mataku gua. Dia mati kehabisan napas dalam keadaan tercekik dan gak bisa melawan karena perbedaan kekuatan!!"
__ADS_1
Aku sontak menutup mulutku sendiri karena shock.
"Ga ada siapa pun di sekitar situ, karena kita bertemu di tempat sepi. Dan sialnya gua datang terlambat..." dia menangis sesenggukan, air matanya bercucuran sampai membasahi leher dan baju nya.
"Dia tewas, di depan matamu!!" Responku yang dengan nada tercekat.
Sayang mengangguk pelan, dia bahkan tak berniat menghapus air matanya.
"Apa yang terjadi. Apakah dia bertemu dengan orang jahat yang memaksanya menyerahkan hartanya!?" Tanyaku.
Sayang langsung menggeleng.
"Bukan!!" Jawabnya, "Dia mati, karena keteledoran gua sendiri yang ga menyadari secara langsung. kalau obsesi itu menakutkan, apalagi penderitanya berada pada kendali orang yang salah!!"
"Anya. Apa yang gua katakan ini mungkin bakalan mempengaruhi pandangan lu terhadap gua, tapi percayalah.." dia mendekat ke sisi ku sampai tatapan kami sejajar.
"A-apa?" Aku gemetar di tatapnya dengan jarak sejengkal.
"Gua adalah laki-laki yang sehat, kuat, dan normal. Gua bisa ngac*ng kalau liat cewe seksi, dan gua sama sekali ga tertarik dengan perbatangan apa pun jenis dan bentuknya, meskipun gua crossdreser tapi itu hanya sekedar hobi. Gua ga ada kelainan yang aneh-aneh apalagi menyangkut hubungan antar umat!!" Ucapnya bicara cepat seperti terdengar ng-rap dari pada menjelaskan.
__ADS_1
Aku mengangguk saja.
Sayang menjauh dari hadapanku dan melanjutkan kisahnya.
"Seminggu yang lalu sebelum gua berniat menyatakan cinta dengan Kim, gua mengutarakan isi hatiku gua ke mereka berdua!!" Ucapnya.
"Mereka berdua. Siapa?" Tanyaku.
"Archie dan..." Sayang diam sebentar, "Hiru Todoroki!!" Dia membeberkan nama temannya.
"Gua, Archie, ama Todoroki. Udah dari dulu berteman baik. Todoroki pun tau kalau gua ini aslinya adalah cowok yang menyamar jadi cewek, dan dia juga tau kalau Archie memanfaatkan situasi ini untuk menjadikan gua tameng. Dan sebenarnya pun mereka berdua udah kenal Kim dari dulu karena dia juga berasal dari sekolah yang sama dengan kami sejak masih SD!!"
Sayang berhenti dengan netra yang terlihat gemetar. Dia gelisah.
"Semua baik-baik aja. Pertemanan kami juga gak ada masalah. Kami bertiga saling bahu membahu mengatasi segala kesulitan bersama-sama!!" Sayang mengidar pandang dan menjatuhkan tatapannya kepada terarium itu. "Sampai masalah datang saat gua mengungkapkan. Kalau dari dulu, gua punya rasa dengan Kim!!"
Dia menatap murka terarium itu dengan alis bertaut layaknya pedang yang teracung.
"Apa yang terjadi?" Tanyaku berhati-hati.
__ADS_1
Dia mendengus dengan kasar, tangannya mengepal kuat dan matanya berkilat-kilat seperti di taburi bara api.
"Hiru Todoroki, dia adalah penderita panseksual!!"