Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kenangan Itu


__ADS_3

"Kau percaya takdir?" Tanyaku.


Libiru berhenti menggambar sketsa dan menatapku lama tanpa menunjukan ekpresi apapun. Lalu seperti ragu-ragu, dia menggeleng sepintas dan mengalihkan tatapannya memandangi taman bunga yang berada di dalam cafe nongkrong yang biasa kami datangi setelah selesai kuliah.


"Takdir itu ilusi!!" Balasnya mengerjap pelan dan menyentuh ujung gelasnya dengan gerakan memutar menggunakan ujung jarinya. "Kalau lu ga percaya, kenapa di kisahkan dalam cerita romansa jaman dulu. Putri-putri yang hidup di dalam kerajaan selalu menemui jalan bahagia dengan pangeran impian mereka, setelah mengalami banyak cobaan keras."


Aku diam dan menyimak.


"Kalau bukan ilusi, apa namanya. Maksud gua, kalau mereka ga pake buff serupa ibu peri yang dapat mengabulkan permintaan dalam sekali ketok. Mungkin ceritanya bakalan berubah!!"


Aku tersenyum memandanginya dan dengan cepat mencopet makanan yang ada di dalam piringnya.


"Kuny*k. Di ajakin ngobrol berkualitas, lu malah nyolong makanan orang!!" Libiru protes, karena pisang gorengnya berhasil ku comot.


"Apasih, cuman pisang goreng doang heboh banget. Gimana kalau kolor yang ilang!!"


"Dih, creepy. Jangan bilang kalau lu yang nyolong kolor pink gambar flaminggo gua!!" Dia sadar.


Aku tak menjawab, karena itu memang kenyataan.


"Parah lu, padahal gua aja belum nyobain pisang goreng yang rasa 'janda kerasukan marlin monroe'!!" Dia melirikku yang memakan dengan lahap.


"Ga rekomen, ini ga enak!!" Ucapku yang hampir menghabiskan nya.


"Ga enak, tapi lu makannya lahap bener!!"


"Suwer, ini beneran ga enak!!" Padahal rasanya benar-benar enak.


"Makan yang bener, astaga.." Libiru mengambil tisu dan memberikannya kepadaku. "Lu mana bisa ketemu jodoh kalau makan masih belepotan kayak gini, cantik sih cantik, tapi kalau bikin ilfill, cowok manapun ga ada yang mau deketin!!"


"Ada kok, contohnya kamu masih mau nih deket-deket aku!!"


Libiru terdiam dan memperhatikan ku yang mengelap mulutku sendiri dengan tisu.


"Anya!!"


"Hmmm!!" Jawabku.


"Apa lu nganggap gua sebagai cowok!?"


Sontak aku terdiam dan menatap nya tanpa berkedip.


"Cowok kok!!" Jawabku spontan sambil tersenyum.


Tiba-tiba reaksi libiru terlihat aneh, dia langsung memalingkan wajahnya dengan posisi menekuk tubuhnya. Meskipun dia terlihat menyembunyikan ekspresi nya, tapi aku bisa melihat telingannya yang memerah karena perkataanku.


Apa aku keterlaluan mengatakan kalau aku mengganggapnya sebagai laki-laki, sehingga dia marah dan tak mau melihatku. Ah..sial, kenapa tak ku katakan saja kalau dia perempuan.


"Ma-maksudku, ga cowok sepenuhnya sih. Ahh..kadang aku menganggapmu seperti saudara perempuan juga kayak Laila. Aku spontan mengatakan kamu cowok karena gender mu!!" Ucapku kelabakan karena berpikir Libiru akan tersinggung dengan perkataanku.


Tiba-tiba Libiru berdiri dan me-munggungiku.

__ADS_1


"Bentar, gua ke toilet dulu!!" Ucapnya yang langsung pergi dari hadapanku.


"Apa yang ku lakukan!!" Gumamku sambil memegangi kepalaku sendiri, "kenapa juga aku harus mengatakan hal itu!!" Aku frustasi dengan diriku sendiri.


7 menit kemudian.


"Libiru maaf!!" Ucapku setelah dia kembali.


Libiru duduk dengan santai di hadapanku sambil tersenyum.


"Apa sih. Maaf apaan. Gaje banget sih lu!!" Jawabnya cengar-cengir.


"Loh, bukannya tadi kamu?" Aku terhenti saat melihatnya yang terus menebarkan senyum.


Apa aku salah mengira kalau dia marah atas perkataanku tadi.


"Ahh..sudah lah!!" Ujarku yang tak ingin memperpanjang kejadian tadi.


"Abis ini lu mau kemana?" Tanyanya sambil menyeruput minumannya.


"Kayaknya langsung balik deh. Katanya ada yang pengen di omongin di rumah!!" Jawabku.


"Di omongin di rumah. Ama siapa?" Tanyanya.


"Ortu aku lah. Mereka dari tadi nanyain kapan selesainya, karena katanya ada yang pengen mereka omongin di rumah!!" Jawabku lagi.


Libiru terlihat tak tenang, dia terus memandangi ku dengan tatapan gelisah.


Dia tak merespon dan terus menggoyangkan kakinya tanpa henti. Lalu berselang beberapa menit kemudian dia bicara.


"Anya!!" Panggilnya.


Aku mengangkat pandanganku melihat ke arahnya.


"Apa lu percaya, kalau sebenarnya tuhan punya maksud dari setiap pertemuan kita dengan seseorang!?"


Aku mengerling beberapa saat dan mengangguk setuju. "Iya, aku percaya!!" Ucapku.


"Lantas, apa lu juga percaya kalau takdir setiap manusia terkadang berawal dari pertemuan itu!!"


Aku mengangguk lagi, karena setuju dengan ucapannya.


Dia menarik napas panjang dan mengundurkan punggungnya menyentuh badan kursi.


"Baiklah. Sepertinya semua ini ga bakalan mudah buat gua!!" Ucapnya berbicara tak jelas sambil membuang muka.


"Kau kenapa lagi sih, gaje!!" Ucapku meledeknya.


"Ga tau ahh!!" Ucapnya sensi dan mengucak rambutnya sendiri. "Sebenarnya gua pengen minta saran sama lu!!"


"Saran. Saran apa?!"

__ADS_1


"Jadi, selama ini ada someone yang lagi gua suka.."


"Siapa?" Potongku spontan karena penasaran.


"Tck..ga bakalan gua kasih tau. Mangkanya dengerin dulu." Dia tambah sensi.


Aku langsung tutup mulut dan mendengarkan.


"Gua tau ini ga boleh terjadi, gua ngerti kalau perasaan ini terlarang. Tapi gua ga bisa ngembohongin perasaan gua sendiri, gua udah benar-benar suka sama dia!!" Ucapnya bercerita sambil memandangiku penuh arti."Dan sekarang, gua harus menerima kenyataan pahit kalau dia udah pergi jauh, sangat jauh dari hidup gua, dan ga mungkin bisa gua gapai!!"


Ahh..kasihan sekali Libiru. Aku mengerti, mungkin karena dia penyuka sesama jenis, dan hubungan ini tak mungkin. Jadi dia menjadi sangat menyedihkan karena terlihat aneh. Meskipun aku tak ada di posisinya, tapi aku mengerti bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah kanan.


"Tenanglah!!" Ucapku prihatin dan menepuk lembut punggung tangannya.


Dia membeliak menatapku dengan pandangan sejurus.


"Ibu ku pernah bilang. Barang sebiji pun tak ada buah yang jatuh tanpa sepengetahuan tuhan."Ucapku menunjuk buah Mangga yang ada di atas kami. "Dia tak pernah ingkar dengan takdir, dan kau pun harus percaya itu. Seperti yang kau katakan, tuhan punya maksud dengan mempertemukan kita dengan seseorang. Bisa saja, orang yang kau sukai bukanlah orang yang tepat untukmu, maka tuhan menggantinya dengan rasa sakit agar kau sadar. Bahwa mencintai tak harus memiliki!!"


Klise sekali omonganku. Tapi tak apalah, aku pun dengan senang hati mengeluarkan kata-kata mutiara ku, untuk membantunya sadar dari kesesatan. Harusnya aku tadi bilang. 'Bahwa cinta tak seharusnya di miliki oleh dua orang yang berbatang' tapi tak mungkin ku ungkapkan. Memangnya aku siapa, sampai harus mengurusi kehidupan cinta seseorang.


Tapi di luar dugaan, Libiru malah diam tak bergerak setelah mendengarkan kata-kata ku. Matanya melotot lurus ke depan, dan kedua netra nya bergetar. Aku tak tahu jika dia jadi sangat meresapi perkataanku.


"Bir. Libiru!?" Panggilku.


Tapi dia tak mengidahkan ku, dan terus memandang tak jelas.


Drrrtt...drrrtt...


"Iya, buk halo!!" Ucapku mengangkat telpon dari ibuku.


Ternyata ibuku menelpon karena menyuruhku untuk segera pulang ke rumah.


Entah apa yang terjadi, tapi kelihatannya sangat mendesak.


"Ahh..baiklah. aku akan pulang sekarang!!" Ucapku lalu mematikan panggilan telepon.


"Bir, kayaknya aku harus balik dulu deh, soalnya nyokap.."


Tapi dia tiba-tiba beranjak dari kursinya dan setengah berlari langsung menuju WC. Meskipun absurd tapi itu adalah Libiru, dia kadang suka bertindak aneh dan membuat orang lain salah paham, tapi sebenarnya dia sedang menyembunyikan sesuatu, seperti saat ini contohnya.


"Pasti dia kebelet banget dari tadi nahan boker. Pantes aja dari tadi omonganku ga di bales bacotan!!" Gumamku.


*************


Si*l. Kenapa aku mengingat kejadian itu lagi. Kenapa aku jadi teringat tentang kenang-kenangan itu.


Kejadian itu terjadi, 16 hari sebelum hari pernikahanku dengan Archie berlangsung. Dan entah kenapa, rasanya hatiku sakit jika mengingat hal terakhir yang begitu menyenangkan bersamanya.


"Lewat sini!!" Ujar Arya mempercepat langkahnya di dua tanjakan memutar.


Aku menggelengkan kepalaku dengan kuat. Berusaha kembali ke masa ini. Di masa semuanya terlihat jelas dan terang.

__ADS_1


__ADS_2