
Festival pun berlangsung meriah dan di gelar sampai pukul 2 dini hari, namun kemeriahannya masih berlanjut setelahnya.
"Bentar! Aku ijin dulu." Ujarku menghentikan langkahku sembari mengambil HP dan menelpon seseorang.
"Ngabarin Laki lu!" Celetuk Arya yang spontan langsung menutup mulutnya sendiri secara sadar sudah reflek mengatakannya.
"Bege!" Cerca ku memandanginya yang kabur tanpa permisi.
"Napa sayang!?" Jawab Archie yang sudah tersambung dalam panggilan telepon.
"Archie, aku ijin barbeque-an bareng anak-anak ya!" Lontar ku meminta izin.
"Anak-anak?"
"Isinya cuman team 13 design interior!" Jawabku memungut kaleng kosong dan berjalan mendekat ke tong sampah.
"Hmmmm!!" Ucapnya lama.
"Boleh gak?"
Dia tak menjawabnya dan terdengar suara kresek-kresek di dalam panggilan telepon.
"Hallo?" Panggilku sambil menggoyang-goyangkan HP ku.
"Tckk..!"
Aku menghentikan langkahku dan melempar kaleng kosong ke tong sampah.
"Halooo!" Ujarnya menjawab panggilanku, namun suaranya terdengar nyata dan sangat dekat denganku.
"Bbboooowwwwhh...." Kejut seseorang yang tiba-tiba memeluk tubuhku dari belakang.
"Archie!" Pekik ku memukul tangannya yang mengekang perutku.
Dia langsung melepaskan tubuhku sembari terus tertawa cengengesan dengan menampakan gigi kelinci nya.
Dengan waspada ku tatap sekelilingku dan memastikan kalau tak ada yang melihat kami berdua sedang bergelayutan seperti tadi.
"Ngapain sih?" Tanya nya yang terus tertawa.
"Kalau ada yang liat gimana?"
"Gak peduli!" Jawabnya mengemut permen tangkai yang setara dengan segelas susu.
"Di ijinin gak?" Tanyaku ulang.
"Gak!" Jawabnya sambil mengulum permen dan tersenyum menggodaku.
"Serius dong! Anak-anak lagi nunggu di parkiran."
"Gak!" Jawabnya singkat namun tetap tersenyum.
"Archieee..!!"
__ADS_1
Dia tersenyum memandangiku dengan pipi menggembung bulat karena permen tangkai yang bersemayam di balik mulutnya.
Yalord, pemandangan indah seperti ini harus di rekam dalam memori otakku sebagai karya tuhan yang paling sexy!
Bidadari kayangan pun akan tersedak buah anggur saat melihat visual menakjubkan nya yang sedang mengemut permen bertangkai.
Berkali-kali aku mengedipkan mataku pelan dengan slow motion yang ku ciptakan sendiri sehingga terbentuklah kamera dengan filter alami di memori otakku, yang secara gamblang merekam kesempurnaannya di bawah sinar rembulan dengan kilauan dari pancaran auranya yang bersemayam indah di balik kepribadian liar nya.
"Iya gua ijinin!" Jawabnya spontan, sehingga membuatku tersentak karena terlalu fokus dengan visualnya.
"Yes!" Pekik ku sambil berlahan mengambil langkah menjauh darinya.
"Makasih. Ntar aku langsung balik rumah kalau udah selesai."Pekik ku dari kejauhan sambil berjalan mundur menatapnya yang masih tersenyum.
Arya dan ke tiga manusia lainnya sudah menunggu ku di parkiran, dan mereka terus membahas masalah young pineapple yang menjadi perdebatan hangat di antara mereka.
"Abis dari mana lu, lama bet!" Sapa Dafa padaku dengan gaya khasnya yang menatap layar HP tanpa melihat lawan bicaranya.
"Buang sampah!" Jawabku mengambil helm yang disodorkan Arya padaku.
Tiba-tiba seseorang memeluk tubuhku dari belakang dan tanpa permisi mendaratkan dagunya menyentuh kepalaku.
Karena kaget, helm yang ku pegang terlepas dengan sendirinya dari tanganku, sehingga menarik perhatian ke empat bocah tersebut dan beralih menatap ke arah ku secara serempak.
Pergerakan mereka berempat terhenti seperti di pause dan di mute, tatapan linglung mereka tertuju pada seseorang yang memeluk tubuhku secara terang-terangan di depan publik.
"Gua boleh ikut ga?!" Tanya Archie.
*************
Sebuah danau alami dengan berjejer hamparan tumbuhan air berwana hijau yang terapung di atas permukaan air.
Pemandangan malam hari yang di naungi oleh langit malam serta di hiasi berderet bintang yang jelas menampakan dirinya, menambah kesan indah di balik pantulan cahaya rembulan dari danau alami ini.
"Wait?" Cetus Archie tiba-tiba saat melihat anak-anak yang berbondong-bondong membawa peralatan pancing lengkap dengan umpan udang busuk.
"Wait a minute!" Pekik nya lagi menghentikan langkah anak-anak.
Anak-anak terdiam dan menatapnya kaku.
"Barbeque nya mana?" Tanya nya bingung saat di paksa anak-anak memegang umpan udang busuk.
"Dalem aer, berenang!" Jawab Gima tanpa beban dan langsung melempar pancingannya ke danau.
Dengan wajah kesal dia mendekat ke tepi danau, sambil membawa udang busuk tersebut.
Sssyyuuhhhh....
Tiba-tiba Archie melempar umpan udang busuk tersebut ke tengah danau di saksikan oleh anak-anak yang sedang menengadahkan tangan mereka yang ingin meminta umpan padanya.
"Kalian ini pengen barbeque-an atau lagi simulasi bertahan hidup!" Ucapnya memandangi mereka yang masih menengadahkan tangan kepadanya.
Tanpa di duga tiba-tiba umpan yang di lempar oleh Gima di makan oleh ikan malang yang sengaja lewat.
__ADS_1
"Daapet!" Ucap Gima riang sambil menarik ikan tersebut.
Melenggak-lenggok lah ikan mujaer sebesar ibu jari orang dewasa di kail pancing Gima dan menatap sedih kerena keluar dari habitatnya.
"Ikan mujaer!" Dengan bangga Gima memamerkan nya kepada kami semua tanpa tahu keadaanya kalau ikan tersebut adalah ikan terakhir yang berhasil dia pancing, pasalnya semua umpan mereka sudah berenang di tengah danau.
*************
"Silahkan Tuan!" Ucap Hendri sambil mempersilahkan kami berenam untuk memasuki tempat yang di persiapkan Hendri di danau tersebut.
"Gi-gila!" Pekik Gima lalu melempar ikan mujaernya yang sudah sekarat ke dalam danau, dan berlari menyusul yang lainnya memandangi suasana dekorasi pesta barbeque menakjubkan di tepi danau.
"Kapan-kapan gua pengen suruh Hendri bikin kayak gini buat kita bedua!" Ujar Archie setelah kami hanya di tinggal berdua.
Aku tersenyum sambil membungkukan tubuhku dan memungut pancingan anak-anak yang mereka tinggalkan.
"Jangan lupa buat nyuruh Hendri buat pasangin kasur sama tenda!" Ucapku tertawa menggodanya sambil memberikan pancingan tersebut kepadanya.
"Wait what?"
Dia mengejarku dan berniat menangkap tubuhku.
Mereka semua terlihat puas dan menikmati acara barbeque ini dengan suka cita.
Apalagi sekarang Archie mempunyai pengikut baru yang menganggapnya sebagai paduka dari semua paduka yang lain. Mereka takjub dengan nominal kekayaannya yang di kisahkan tak kan pernah habis sampai 100 tahun reinkarnasi.
"Gua suka?" Ujar Arya yang tiba-tiba duduk di sampingku sambil memandangi Anak-anak yang mendapat giliran memanggang.
"Gua suka ama karismanya!!" Cetus Arya.
Aku langsung menempelkan minuman dingin ke wajahnya dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur ketanah.
"Gua aja bisa terpesona apa lagi lu bininya!" Ucapnya sambil duduk kembali di sampingku dengan terus menggodaku.
"Siapa yang tau, kalau akhirnya bakalan kayak gini!" Jawabku tersenyum memandangi tingkah Archie dari kejauhan.
"Hati manusia gak ada yang tau!"
"Dia itu pengecualian!" Jawabku yang ikut tertawa melihat tingkah konyol mereka.
"Kemaren aja cita-cita lu pengen jadi remaja normal!" Ungkit Arya.
"Hati manusia gak ada yang tau!" Balasku mengulangi kata-katanya.
"Sekarang!" Timpalku sembari berdiri dan mengambil beberapa piring di atas meja."Tinggal aku yang berjuang!"
__ADS_1