
"kalian bisa dengerin suara gua gak!!" Tiba-tiba Dafa berbicara di balik alat komunikasi kecil yang menyumbat telingaku. "Kalau bisa, angkat pala kalian dikit, gua bisa mantau keadaan kalian dari cctv!!" Jelasnya.
Aku dan Archie secara bersamaan mengangkat pandangan kami dan menemukan cctv yang sedang menyorot ke arah kami.
"Eyoo ladies, siap-siap ya karena sebentar lagi giliran kalian!!" Pinta mami mucikari dengan bersemangat.
"Dari sini, ikutin instruksi gua!!" Sambung Dafa bicara lagi.
"Ayo cepet, udah giliran kalian!!" Pinta mami lagi sambil menggiring satu persatu para wanita untuk keluar dari sarang.
Tibalah saatnya giliran ku dan Archie, saat kami melangkah keluar dari tempat tadi, terlihatlah ruangan yang luas dengan di lapisi kaca mirip seperti etalase, dan para wanita berjejer seperti sebuah boneka yang sedang di jajarkan di sebuah toko.
"Anya tukar posisi dengan nomor 12, Archie tukar posisi dengan nomor 5!!" Perintah Dafa.
Dengan cepat kami berdua langsung menurutinya dan bertukar posisi dengan apa yang Dafa sebutkan.
Lalu tak lama kemudian datanglah seorang wanita yang membawa baki berisi obat berwarna putih dengan bentuk memanjang yang di susun rapi berdasarkan urutan dari para wanita yang berjejer.
"Silahkah di minum para ladies sekalian," pinta mami. "Dengan obat ini, di pastikan kalian akan lebih bersemangat dalam bekerja." Tentu saja karena ini adalah obat perangsang.
Ku tatapi dengan gelisah Archie yang sudah menerima obat itu dan sudah siap untuk menelannya.
__ADS_1
"Jangan takut, gua udah nukar obatnya dengan yang palsu kok, meskipun kalian mengonsumsinya ga bakalan ada yang terjadi!!" Ujar Dafa. "Tapi saran gua, kalian harus pura-pura keliatan kalau tuh obat bereaksi biar penyamaran kalian ga terbongkar!" Tutur Dafa memberi saran.
Aku sudah pernah memakai obat ini dan tau reaksi yang di timbulkannya seperti apa. Jika di ingat kembali, setelah meminumnya pikiran ku telah di rasuki oleh perbuatan yang tak bernorma dan kehilangan tindakan rasional. Bahkan saat melihat lawan jenis, siapa pun dia atau apa pun keadaannya saat ini, pikiran akan bertindak di luar kendali dan di kuasai hasrat bercinta yang begitu kuat, dan mampu menimbulkan halusinasi seperti yang ku alami, dimana aku menganggap Sakurai sebagai Archie, bahkan sudah hampir melucuti pakaiannya. Ya ampun.
5 menit setelah mengonsumsi obat yang telah di berikan, seperti yang ku duga sebelumnya para wanita ini sudah mulai menunjukan reaksinya. Tubuh mereka kepanasan seperti sedang di panggang, keringan mereka mulai bercucuran di sertai hembusan napas yang tak beraturan, bahkan reaksi lain yang di timbulkan segera setelahnya adalah keinginan untuk menyentuh tubuh mereka sendiri, semangkin di sentuh maka semangkin terlena, inilah efek yang sangat kentara dari obat perangsang.
"Pa-panas!!" Keluh wanita yang ada di sebelah Archie, dia terjatuh di tubuh Archie dan hampir pinsan, Archie menolong wanita itu memapahnya untuk berdiri, namun wanita itu terus meracau sembari menggeliat seperti cacing kena garam. "To-tolong, pa-panas...!!!" Ucap Wanita itu sembari terus mengegeliat dan hampir membuka bajunya sendiri karena kepanasan.
Apa yang harus ku lakukan, Archie di kelilingi oleh para wanita yang sedang mengalami peningkatan gairah dari obat perangsang, akankah dia bertahan melihat situasi yang amat di impi-impikan oleh para lelaki.
Tapi perkiraan ku salah, dia tak menunjukan ekspresi apa pun, walaupun wanita di sebelahnya sudah hampir bertelanjang pun dia masih bersikap tenang dan tak terprovokasi sedikitpun, apakah karena dia hanya bernapsu saat melihatku saja.
Plaaakkkk...
"Anya, lu lagi ga terlihat hot, tar orang-orang curiga loh!!" Ucap Dafa yang sangat menikmati pertunjukan ini. Archie langsung memutar kepalanya melihat ke arah cctv, karena dia juga dapat mendengar langsung dari apa yang Dafa katakan. "Gua kan lagi bantuin Anya kak!!" Ucap Dafa mengeluh.
Saat situasi mulai memanas seperti itu, tiba-tiba tirai yang menghalangi jarak pandang di dalam etalase raksasa itu terbuka dengan sendirinya. Dan terlihatlah berduyun-duyun pria kaya dan pria hidung belang menatap kami seperti hidangan lezat yang amat mereka tunggu untuk di santap. Bahkan Air liur yang berbau kotoran itu hampir menetes melewati dagu mereka.
Mereka menonton kami seperti sebuah peternakan yang sudah siap untuk di panen. Memalukan, ternyata manusia tak ada bedanya dengan binatang ternak, bahkan tindakan mereka lebih rendah ketimbang hewan.
Mereka semua terlihat berbisik-bisik satu sama lain dengan tonjolan besar di antara sel*ngk*ngan mereka, bahkan tak sedikit yang menggertakan gigi-gigi mereka di sertai keringat dingin yang menggelinjang asik di pikiran para pria kotor ini.
__ADS_1
"Tolong berakting semenggairahkan mungkin, kalian berdua adalah anak baru dan kandidat yang paling memungkinkan untuk jadi hidangan utama." Jelas Dafa dengan nada serius.
Setelah mendapat instruksi seperti itu, Archie yang semula polos dan tak berbuat apa-apa, seketika langsung menunjukan bakat aslinya. Dia menggeliat seperti penari erotis sambari menangkupkan payudara silikon palsunya kepada hadirin, kelentikan dan kepiawaian tubuhnya terlihat sangat menggairahkan dengan mempertontonkan bagian tubuh yang membuat pria terangsang, bahkan dia sempat berpose sedang menggoda pria hidung belang dengan menunjukan sedikit pakaian dalamnya.
Apa ini, sialan, kenapa dia ahli sekali berperan sebagai wanita penggoda. Aku hanya tercengang tak percaya dengan apa yang sudah ku lihat, ternyata pria tulen yang sangat di kagumi oleh banyak wanita bisa-bisanya menguasai skill pro seperti ini. Tak ada yang menyadari kalau wanita bule yang cantik jelita bak bidadari surga tersebut adalah laki-laki.
Sayup-sayup ku dengar Dafa yang tertawa cekikikan sembari menahan napas saat melihat pertunjukan langka tersebut.
Para pria hidung belang itu seketika berteriak histeris saat menyaksikan pertunjukan yang di perlihatkan Archie. Setelah beberapa menit kemudian, Archie di umumkan sebagai wanita dengan harga tertinggi yang menduduki posisi teratas. Sedangkan aku menduduki posisi kedua dengan harga lumayan, karena ternyata kepolosanku yang tak melakukan apa pun di pandang menarik dari sebagian lelaki yang tak menginginkan wanita yang beringas dan pasrah di atas ranjang.
Lalu kami di pisahkan berdasarkan nilai dari hasil jual kami, dan beruntungnya aku berada dalam satu ruangan bersama Archie.
"Aku ingin muntah!!" Ucapku yang memegang kepalaku sendiri. "Bisa-bisanya kau punya keahlian seperti itu." Celotehku menyinggungnya.
"Lu tetap cinta ama gua kan!!" Balasnya dengan kening mengernyit.
"Parah!!" Balasku tak tahan saat mengingat kejadian tadi.
"Hei, lu tetap cinta gua kan!!" Dia terlihat khawatir dengan senyum malu.
"Jangan menyentuhku!!" Ujarku tertawa mengejek dan menepis tangannya.
__ADS_1
"Hahahahhahahaaa...!!" Dafa terdengar tertawa puas di balik mikrofon.
"Lu jangan ikut-ikutan bangs*t!!" Timpal Archie.