Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 17


__ADS_3

"Sejak kecil gua udah pindah dari indonesia ke jepang dengan alasan pekerjaan orang tua, dan dari kecil juga gua udah berbeda di bandingkan dengan anak lelaki lain pada umumnya?" Ungkap Sayang sambil mengusap belakang lehernya.


"Berbeda, apa maksudnya?" Tanyaku penasaran.


Dia mengeluarkan HP dari sakunya, mengutak-atik nya selama setengah menit lalu menunjukannya kepadaku. Dan terlihatlah seorang anak kecil berwajah cantik bak bidadari, berambut coklat ikal sebahu dengan mata coklat yang besar beserta kulit putih pucat, saking cantiknya bahkan bunga-bunga yang berada di sekitarnya pun menunduk redup.


"Ini gua saat berumur 9 tahun!" Jelasnya.


Aku terkaget bukan kepalang, bagaimana bisa seorang lelaki mempunyai paras yang bahkan lebih cantik dari wanita tulen, mengerikan kadang-kadang dunia ini.


"Kau mirip seperti boneka hidup!!" Responku dengan jujur.


"Menurut lu wajar ga sih, cowok yang cuman liat gua sepintas aja bisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama!?" Ujarnya meminta pendapatku.


"Wa-wajar banget, aku aja sebagai perempuan menganggap kamu cantik banget di foto ini, apalagi laki-laki?!" Jawabku spontan dengan terus terang.

__ADS_1


Lagi-lagi dia tersenyum mendengar penuturanku, dan menyibak rambut yang menutupi jidatnya. Bagaiamana pun cara ku mendeskripsikannya, visual Sayang memang tak main-main, dengan memangkas habis rambut panjangnya dia benar-benar terlihat berbeda bagaikan seekor ngengat yang keesokan harinya malah berubah menjadi seekor kupu-kupu. Dia dan Archie memang berasal dari dunia yang sama.


"Mau gua lanjutin ga cerita gua tadi!" Ucapnya sambil duduk di atas kasur yang berhadap-hadapan dengan ku.


"Ya silahkan!!"


"Seperti yang lu liat sendiri kan, gua ga melebih-lebihkan, gua emang udah cantik dari lahir jadi wajar aja kalau banyak yang naksir gua." Ucapnya seolah-oleh sedang mengungkapkan penderitaan di balik kelebihannya, meski begitu aku merasa de javu dengan adegan ini, tidak kah dia mirip dengan seseorang yang suka menganggap anugrah sebagai kutukan (note author, barangkali maksud Anya adalah Archie mungkin).


"Tapi, ada seseorang yang sama sekali ga tertarik ama gua, dan pada pertemuan pertama dia langsung tau kalau gua itu cowok, dialah Archie Yuaga. Anak konglomerat tengil yang bahkan menganggap kalau semua manusia di bumi ini membosankan, terkecuali seorang wanita yang sedang menangis." Ungkapnya dengan pandangan serius di barengi iba.


Kami berdua bertatapan untuk waktu yang lama, setelah itu dia kembali melanjutkan.


"Pertama kali gua ketemu Archie, waktu SD umur 10 tahun. Gua satu-satunya murid pindahan yang berasal dari luar negri di sekolah itu, jadi wajar kalau saat gua dateng mereka langsung heran ama bahasa dan penampilan gua, terlebih karena saat itu gua mengusulkan kepada para guru untuk tak memperkenalkan diri sebagai laki-laki, karna saat itu gua mikir mereka ga bakalan mau nerima cowok yang punya paras cantik. Dan dari situlah sebenarnya diskriminasi gender gua di mulai, gua takut ngungkapin jati diri gua yang asli dan ga ada yang sadar kalau gua cowok. Selain Archie."


"Hah, kau menyembunyikannya hanya kerena kau takut teman-temanmu tak menerima cowok perparas cantik?!"

__ADS_1


"Yah begitulah, karena waktu gua masih sekolah di jakarta, anak-anak cowok malah ngatain gua, kalau tuhan salah pasang kelamin. Mangkanya gua trauma, dan takut bakalan ngulang kejadian yang sama!" Curhatnya dengan wajah memerah.


"Terus, gimana ceritanya sampai Archie tau kalau kamu cowok?!" Tanyaku menggebu.


"Yah itu..." dia menggosok lagi belakang lehernya dengan mengernyitkan kening. "Archie memiliki kepekaan yang tak di miliki oleh anak seumurannya, dia terlihat dewasa sebelum waktunya!!"


"Entahlah, gua juga ga tau gimana dia langsung tau kalau gua cowok, tapi yang pasti setelah dia tau kalau gua bohong, dia langsung menggunakan kesempatan itu sebagai keuntungan nya." Ucapnya dengan setengah tersenyum getir.


"Keuntungannya?"


"Yah, dia mau gua terus pura-pura jadi cewe nya dan drama itu berjalan sampai kita berdua melanjutkan ke jenjang SMA!!" Ucapnya, dan kini wajah nya tambah memerah.


"Hah!!" Respon ku membatu."Ka-kalian main rumah-rumahan selama beberapa tahun, bahkan sampai melanjutkan ke SMA!" Ucapku tak percaya, dan entah kenapa tubuhku gemetar mendengarnya.


"Hehehehehe..!!" Dia cengengesan. "Kayaknya ngeliat dari ekspresi lu barusan, Archie ga perah cerita ya!!"

__ADS_1


Aku membatu seutuhnya, benar-benar sebuah cerita yang membagongkan. Baru kali ini aku mendengar cerita yang sangat absurd seperti ini. Dan pelakonnya pun ternyata suami ku sendiri.


__ADS_2