Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kandang Buaya


__ADS_3

"Kamu ngapain disini!" Tanyaku memelankan suara ku, agar orang-orang yang berada di kantin tak mendengar perkataan ku.


"Serah gua lah, emang nih kampus punya bapak lu!" Jawabnya sambil duduk di sebelahku.


"Entar kalau ada yang liat terus jadi salah paham gimana?" Ujar ku dengan nada khawatir.


"Biarin aja, jadi gak ada yang berani deketin lu." Jawabnya meletakkan mukanya berbaring di atas meja.


"Kok lu lemes, lagi beneran sakit ni?" Tanya ku.


"Gua cuma kurang tidur!" Jawabnya dengan mata terpejam.


"Begadang mulu sih, pasti beneran lagi sakit kan!"


"Pegang dong kalau lu mau tau gua sakit apa kagak!" Ucap nya sambil mengikat pergelangan tangan ku dan menempelkan tanganku ke jidatnya.


"Yang bener ahh..." Ujar nya risih karena aku menarik tangan ku dan menolak memegang jidatnya.


"yang liat ada banyak!" Balas ku karena memikirkan pandangan orang-orang yang nanti bakalan melihat kami.


"Gua itung..."


Tap....


Aku langsung menempelkan telapak tanganku menyentuh jidatnya yang glowing.


"Panas gak..." Ujar nya sambil memejamkan matanya dan tertawa terkekeh.


"Gak panas sama sekali!" Jawabku sambil menyingkirkan tanganku."Jadi nyesel udah pegang jidat kamu di tempat keramaian kayak gini!!"


"Kalau di tempat sepi, gua bukan cuman nyuruh lu pegang jidat aja, pegang yang lain juga, kayak.."


"Jangan ngadi-ngadi deh, ngomongin yang gak jelas di tempat kayak gini. Kalo ada yang dengar gimana!" Potong ku agar dia tak bicara yang bukan-bukan di depan ku.


"He..he..he.." Tawanya sambil terus terpejam.


"Nya!"


"Hmmm..."


"Kalau udah 5 menit bangunin gua ya.." Ucapnya dengan mata terpejam.


"Kamu mau tidur disini! Mending kita pulang aja yuk, naik taxi. Nanti badan kamu pegel kalau tidur tengkurap kayak gitu!" Balas ku.


Tapi dia malah tidak menjawab perkatanku. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus keluar dari mulutnya, serta dadanya yang naik dan turun seperti orang yang tidur pada umumnya.


"Lah, tidur!!" Gumam ku sambil melihatnya terlelap.


Ku sentuh pipinya menggunakan ujung telunjuk ku, dan tanpa ku sadari aku tersenyum secara reflek melihatnya yang tak berdaya seperti ini.


Aku ingin terus melihatnya terlelap seperti ini dan terus membiarkan pikiranku mengagumi keindahannya. Karena di saat dia terbangun, dia akan menjadi sangat menyebalkan.


Satu jam kemudian.


"Morning baby!" Ucapnya tersenyum menatap ku yang sedang menggambar di sampingnya.

__ADS_1


"B*bi palamu!" Balas ku menjawab sapaannya.


"awokwokwok..." Tawanya.


"Cih.."


"Udah tidur 5 menit berasa tidur 5 jam." Ujarnya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Kamu tidur udah satu jam dua belas detik. Ngiler juga, suara ngorok kamu juga kedengaran ampe pintu masuk." Jawabku.


"Loh, sejam. Gua kan nyuruh lu bangunin gua kalau udah 5 menit."


"Udah! Tapi lu malah tidur lagi, jadi ya udah aku tungguin kamu disini sampai bangun, sekalian ngerjain tugas." Jawab ku.


"Pantesan molor gua berasa enak banget, ternyata ada malaikat yang jagain gua." Ucap nya menopang wajahnya di meja dan mendekat ke arah ku.


"Nih kopi. Biar kejamet-an kamu itu ga meleber kemana-mana." Aku menyodorkan es kopi di depan wajahnya.


"Makasih ya, sayang!" Ucapnya sambil meminum es kopi yang aku sodorkan.


"Anya!"


"Hmmm.."


"Temenin gua ke suatu tempat ya." Ujar nya sambil menggangguku dengan meletakkan tangannya di atas kertas yang sedang ku gambar.


"Gak!" Jawabku sambil menyingkirkan tangannya.


"Aku banyak urusan, palingan kamu ngajakin aku jadi tameng hidup mu lagi buat ngancurin hubungan kamu sama pacar-pacar kamu!!"


"Suudzon!"


"Yah pokoknya gitu! Cepetan beresin kerjaan lu, gua udah telat banget ini." Ucapnya buru-buru.


"Gak!" Pekik ku karena tak mau terlibat lagi dengan orang-orang di sekitarnya, apa lagi para wanita pemuas ranjangnya.


"Emang lu punya pilihan lain, selain nurutin gua." Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke telingaku.


"Lu gak mau kan, orang lain sampe tau kalau lu pernah tidur bareng sama pemilik hotel yang proyeknya masih lu tangani sekarang. Gimana kalau mereka sampe tau, kehidupan lu pasti bakalan ancur. Dan lu kehilangan pandangan yang baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan kerja, hingga pada akhirnya lu cuman bisa jadi istri gua di rumah yang siap layanin gua kapan aja kalau gua lagi butuh!!"


DEG..


Pikiran ku langsung terguncang, satu-satunya alasan kenapa aku masih bisa bertahan sampai sekarang, adalah karena penyakit abnormal obsession padaku, sehingga dia tidak membunuhku dalam satu serangan. Tapi sifatnya yang terobsesi padaku memunculkan obsesi lainnya yang begitu pelik, sehingga dia tak bisa memperlakukan ku dengan normal seperti layaknya istri sesungguhnya, hingga akhirnya dia menemukan cara untuk memanipulasi pergerakan ku, yaitu ancaman.


Dia benar-benar sumber bencana dalam hidupku.


"Cepetan!" Ujar nya tertawa kecil sambil terus meminum es kopinya menatap wajahku yang penuh penderitaan.


**********


"Kita mau kemana." Tanyaku di dalam mobil nya.


"Ke suatu tempat yang enak buat gelud!"


"Gelud!" Ujar ku kaget.

__ADS_1


Dia tertawa terkekeh sambil melirikku di sampingnya.


"Asik ya kalau masih gadis pikirannya traveling mulu!!"


"gak mikir ke sana!" Jawab ku cepat, karena malu.


Datanglah kami di tempat fasilitas kebugaran dan sanggar ilmu bela diri.


"Udah sampe, yuk turun." Ujar nya membukakan aku pintu.


"Ini tempat kamu latihan."


"Lebih tepatnya markas pada dewa."


"Dih, gak banget!!" Sahut ku geli mendengar ucapannya.


Saat masuk kedalam pusat pelatihan, ku lihat semua orang mengenal Archie bahkan hampir semua menyapanya saat mereka berpapasan. Dari sini sudah terlihat kalau dia sangat di hormati dan di akui di tempat ini.


"Kayaknya semua orang disini kenal dengan mu." Ujar ku yang menatap segerombolan anak-anak yang langsung membungkuk saat melewati Archie.


"Ya iyalah, gua kan famous. Sanggar bela diri dan pusat pelatihan disini itu besar karena gua sering datang kesini, makannya jangan heran kalau mereka anggap gua dewa." Jawabnya dengan penuh percaya diri.


"Cihh.." Respon ku geli.


"Archie sini woi!" Ujar salah satu temannya sambil melambai kepada kami.


"Gak usah sok akrab lu, panggil-panggil gua!" Jawab Archie, padahal dia yang antusias mendekat saat di panggil.


"Tiap hari cewe lu gonta-ganti mulu ya!!" Ujar temannya sambil memandangi tubuhku dengan mengintimidasi."Siapa ni. Kenalin dong, tipe gua banget ini mah!!"


Aku langsung bersembunyi di balik tubuh Archie, dan memegangi lengan bajunya.


"Jangan di lirik, jangan di liat, apa lagi di pegang. Kalau gak mau leher lu gua pelintir." Jawab Archie sambil menatapku yang bersembunyi di balik tubuhnya.


"Kayak cewe lu gak pernah gua apa-apain aja!" Ujar temannya membuat seolah-olah dia sudah terbiasa memperlakukan semua wanita yang berada di dekat Archie seperti itu.


"Yang ini gak boleh. Dia cuman milik gua doang!" Jawab Archie melindungi tubuhku agar tak terekspose oleh temannya.


"Hari ini lu kenapa sih. Biasanya kan kalau lu bawa cewek kesini, gak pernah lebai-lebai amat. Bahkan lu ngasih dengan suka rela kalau gua bilang pengen make semalam!" Ujar temannya melirik sadis kepadaku.


Archie melirik lagi pada ku yang bersembunyi di balik tubuhnya, dan tersenyum menyeringai.


"Kayaknya lu punya ketertarikan yang tinggi sama cewek gua yang satu ini!"


"Di banding semua cewek yang pernah lu bawa kesini, gak ada satu pun cewek yang bikin gua tertarik selain cewek yang ada di belakang lu itu!" Jawab temannya sambil mencari-cari wajahku yang tenggelam di balik tubuh Archie.


Archie diam sesaat lalu melihat lagi kearah ku.


"Hhhmmm..." Ujarnya sambil menatap ku lama dan seperti merencanakan sesuatu.


"Ok. Gua bakal kasih dia ke lu!" Tukas Archie yang sontak perkataanya itu membuatku kaget luar biasa.


"Apa!?" Aku kaget setengah mati.


"Tapi..." dia langsung menarik tubuhku dan memposisikan ku untuk berada di depannya. "Lu meski kalahin dia dulu!" Sambungnya menepuk-nepuk kedua bahuku, seakan menyuruhku di telan bulat-bulat oleh buaya yang sedang kelaparan di dalam kandang.

__ADS_1


__ADS_2