Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 16


__ADS_3

*Cross-dresser adalah seseorang bukan transgender, yang gemar atau hobi memakai pakaian lawan jenis. Biasanya seorang Cross-dresser tidak mempunyai kecenderungan dengan masalah seksual yang menyukai sesama jenisnya. Hal paling umum bagi seseorang yang gemar melakukan Cross-dresser adalah bentuk fisik mereka yang memang menyerupai lawan jenis seperti bentuk tubuh, wajah, atau juga kepribadian.


Jadi selama ini Sayang itu seorang laki-laki, dan bahkan mungkin hanya aku saja yang tak tahu kalau dia seorang Cross-dresser. Dan yang amat sangat ku sesali adalah aku menganggapnya seorang perempuan dan mengajaknya sekamar.


Haah...sialan. aku bahkan sempat tidur berdua dengannya dan bergandengan tangan semalaman. Benar-benar membagongkan.


"Anya lu kenapa?" Tanya Sayang yang menyadari kalau aku sedang panik menghadapi situasi ini.


Aku tak menanggapi dan terang-terangan menghindari tatapannya.


"Kok lu pucet sih, apa salah makan!?" Tanya Sayang lagi, mempermainkan ku yang memang jelas kelabakan menghadapi nya.


"Kalau lu ga enak badan, mending istirahat aja di kamar. Sini biar gua anter!" Ucap Archie yang menjulurkan tangannya untuk menggapaiku.


"Biar gua aja!" Ujar Sayang yang tiba-tiba menurunkan tangan Archie.


Archie sempat Heran dan menaikan alisnya sebelah melihat kelakuan Sayang.


"Kita berdua kan sekama...huup.."


Aku langsung bertindak cepat membekap mulut Sayang dan menyeretnya menjauh dari Archie. Bahaya, benar-benar bahaya, hampir saja aku tewas jika Archie tau kalau aku sekamar dengan laki-laki.


"Kau gila ya!?" Runtukku yang kemudian melepaskan bekapanku dari mulut Sayang saat kami telah berada jauh dari Archie.


"Kau mau cari mati!" Aku kalap.

__ADS_1


Sayang hanya tersenyum menanggapi kelakuan ku dan sesekali mengejekku dengan tatapannya.


"Lah kenapa, kita kan emang se-ka-mar!" Balasnya sambil mendikte, dia tak merasa kalau itu tindakan terlarang untuk di ketahui orang-orang.


"Kau bodoh, jangan bicara sembarangan!!" Ucapku panik sendiri dan merendahkan suaraku sampai hampir terdengar berbisik.


Sayang tertawa lepas melihat kelakuanku, dia sekarang terang-terangan menikmati tindakan bodohku.


"Kenapa lu jadi kek gini, bukannya kemarin lu sendiri yang kekeh ngajakin gua buat sekamar bareng, lu juga sempat bujuk gua ampe mohon-mohon. Gada salahnya kan sekarang kalau Archie tau kita sekamar!" Sayang tambah menjadi dan jelas sedang mengerjaiku.


"Itu karena aku pikir kau adalah seorang perempuan tulen!!" Ungkap ku sambil ngegas.


"Pffftt....hahahaha!!" Sayang tertawa lepas sampai mata nya berair, "gilak, gilak, lu beneran mikir gua cewe beneran ampe ngajakin gua sekamar. Hahahaha!!"


Benar, aku sudah gila. Tak ada manusia yang paling gila di dunia ini selain diriku yang tak bisa membedakan dia itu wanita atau lelaki. Tapi, siapa pun yang berada di posisiku pasti akan berbuat sama, apalagi jika sedang di asapi oleh perasaan cemburu buta.


Ini memang kesalahanku, karena waktu dia memperkenalkan dirinya sebagai Cross-dresser di bandara waktu itu, aku tak menyimak dan hanya menatapnya sebagai musuh yang harus di basmi. Ya tuhan..ampunilah dosaku. Ini benar-benar memalukan.


Dia menarik tanganku dan langsung mengajakku masuk ke dalam kamar yang memang kami tempati bersama.


Lalu dia menunjukan kepadaku, alat-alat yang dia gunakan untuk mengubah dirinya menjadi seorang perempuan. Seperti payudara silikon yang jika memakainya akan terlihat seperti mempunyai payudara sungguhan, atau bokong bohongan yang dia ciptakan sendiri dengan cara menumpuk berbagai jenis busa dan memasukkannya kedalam stocking wanita sehingga pinggul atau bokongnya jadi terlihat berisi dan berbentuk seperti tubuh perempuan bahenol.


Ya sih, pantas saja aku tak menyadari kalau dia laki-laki tulen karena jika dia sedang menyamar menjadi seorang perempuan, tak terlihat celah kalau dia seorang Cross-dresser. Selain tubuhnya yang memang di buat sangat menyerupai perempuan, bentuk wajahnya yang memang sudah cantik lalu di padukan dengan riasan akan menambah kesan kalau dia adalah wanita yang anggun.


Sial, aku tak bisa menyangkalnya kalau Sayang lebih cantik dariku, bahkan saat dia masih menjadi seorang lelaki sekalipun.

__ADS_1


"Kau memakai ini sebagai penyamaran!" Ucapku sambil memegangi payudara silikon yang terlihat mirip seperti yang asli.


Sayang memandangi ku yang menyentuh benda itu dengan rasa penasaran yang hebat, lalu dia berdehem dengan wajah memerah dan melihat ke arah lain.


"Wah lu jangan di remas-remas dong, gua kan jadi malu!!" Ucapnya dengan tertawa geli.


Sontak aku langsung menarik tangan ku, dan anehnya aku pun juga jadi ikutan malu.


"Aku penasaran, kenapa akhirnya kau memilih menjadi Cross-dresser, padahal di lihat bagaimana pun, kau jadi lelaki pun banyak yang mengantri." Dengan polosnya aku pun blak-blakan bilang kalau dia tampan paripurna.


"Semua itu gara-gara Archie!!" Jawab Sayang tersenyum dengan pandangan melankolis.


"Archie?!" Aku heran dengan alis bertaut.


"Lu ingatkan kalau gua bilang kalau gua ini cinta pertama Archie!!" Ucapnya.


"Itu kau sedang bercanda kan?" Tebakku.


"Iya, gua minta maaf udah ngerjain lu ampe kelewatan, tapi ga semua nya yang gua bilang itu bohongan!!"


"Maksud kamu?" Tanyaku penasaran.


"Gua emang cinta pertamanya!!" Ucap Sayang dengan tatapan yang bilang kalau dia tak sedikitpun punya niat untuk berbohong atau ingin mengelabuhiku.


"Apa?!" Aku gemetar.

__ADS_1


"Lu mau denger sendiri cerita nya dari gua!?" Ucapnya dengan serius.


Aku pun hanya terdiam dan menerka-nerka dengan perasaan tak karuan apa yang akan Sayang ceritakan.


__ADS_2