Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kenyataan


__ADS_3

"Aku sudah mengatakan semuanya kepada kalian. Aku tidak punya penyesalan lagi dalam hidupku!!" Ucap Paisse di akhiri helaan napas dan menegakkan topi koboinya.


"Lalu apa yang anda rencanakan dengan menyekap kami di tempat seperti ini," tanyaku. "Dan juga ada dimana Ruana!?" Aku gusar.


"Kau pasti menyadarinya duluan kan Archie, kalau yang telah memberikan kalian obat tidur bukanlah aku, melainkan salah satu dari kalian melewati wanita itu!?" Ucap Paisee menatap Archie.


Aku terhenyak karena kaget, sedangkan Archie diam memandangi Paisee.


"Kau juga tau kan, kalau wanita itu adalah salah satu dari kaki tangannya, tapi kau belum mengatakannya kepada Archie karena rasa iba yang terkadang datang tanpa alasan." Paisee memandangaku.


Aku tertunduk diam.


"Akan ku katakan sekarang sesuatu yang seharusnya kalian ketahui sedari awal!!"


Dia mengidar pandang memandangi kami secara bergantian.


"Aku maupun Arlangga. Selama ini, tidak pernah sekalipun mengadopsi anak, apalagi sampai menggunakan persaudaraan mereka berdua untuk membalas dendam kami!!" Ucap Paisee sambil mengkerutkan dahi.


Aku dan Archie terkejut, dan memandangi Paisee dengan alis bertaut.


"Meskipun bukti-bukti hak asuh dan riwayat kepemilikan berada di pihak keluarga ku dan keluarga Arlangga, tapi aku benar-benar tidak tahu dari mana asal mereka!!"


"Bagaimana bisa!?" Aku gusar hampir tak percaya dengan apa yang aku dengar.


"Jadi, dari mana mereka berasal?" Tambah Archie tercenung.


"Tidak ada penjelasan mengenai hal ini, bahkan saat aku pergi kantor sipil untuk mengidentifikasi identitas mereka. Mereka memang sudah di sahkan negara sebagai anak asuhku yang memang sudah ku tanda tangani sendiri!!"


"Apa ini?" Ujarku tertunduk rapuh.


"Siapa pun mereka, tujuan mereka sebenarnya pun sudah jelas!!" Sambung Archie. "Mereka ingin mengecoh kita dengan identitas palsu itu, agar kita percaya kalau salah satu dari mereka berada di pihak kita!!"


"Maksudmu, apa yang di katakan Libiru ataupun Sabiru waktu itu adalah palsu. Mereka sengaja berbuat begitu untuk mengelabuhi kita berdua, dan membuat kita berdua bingung!!" Aku frustasi.


Archie tak menjawab dia juga frustasi.


"Meskipun aku tak begitu paham apa yang sedang mereka rencanakan dengan membuat identitas palsu itu, yang jelas mereka merasa terdesak akan kehadiranku, dan membuat kalian menganggap kalau aku adalah musuh yang sebenarnya!!" Ucap Paisee menjawab kegusaran kami.


"Tapi selama ini, paman memang selalu membuat Anya dalam bahaya, apa itu bagian dari rencanamu juga!!" Archie membahas kejadian waktu di tempat Sabiru.


"Meskipun kau merasa itu adalah penyergapan, tapi sebenarnya itu adalah aksi penyelamatan. Kalau tidak, kenapa aku membiarkan asisten pribadimu dan juga adik tirimu untuk mengambil alih." Ungkap Paisee.


"Lalu apa yang terjadi dengan Sabiru waktu terakhir kali kami bersamanya, bukannya kalian menahannya!?" Tanya Archie.

__ADS_1


"Kami memang berhasil menahannya waktu itu, tapi dia berhasil melarikan diri dengan menerjunkan diri ke jurang. Kalau saja, anak-anak tidak berbuat ceroboh, aku pasti bisa menangkapnya!!" Ujarnya geram sambil mengepalkan tangan.


"Berarti selama ini, kami memang di kecoh untuk menargetkan kalian sebagai musuh, dengan memberikan sugesti berupa fakta kebohongan!!" Ucapku kalut.


"Dengan kata lain, mereka sedang mengadu domba kita dengan cara membuat kesalahan yang mereka lakukan sendiri, seolah-olah paman yang melakukannya. Dan berdalih dengan menyebutkan kalau mereka sedang bekerja untuk seseorang!!" Sambung Archie.


"Si*l!!"


Buukk...


Aku memukul meja.


"Aku bahkan mempercayai mereka berdua!!"


"Apa pun tujuan mereka sebenarnya, kita akan tahu setelah menangkap salah satu dari kaki tangannya!!" Ujar Paisee.


"Lalu kenapa anda menyekap kami di tempat seperti ini, apakah ini juga bagian dari rencana!?" Sambungku setengah memekik.


"Aku menyadari sesuatu yang tidak beres, sehingga mengikuti kalian sampai ke sini!!" Paisee berjalan mendekati kami berdua dan mengeluarkan secarik kertas dari balik saku baju nya.


"Aku mendapatkan salinan rekam jejak dari pertemuan terakhir kalian di kantin waktu itu!!" Dia melihat ke arahku, dan menunjukan secarik kertas. "Kalian pernah melihat kode ini!!"


83616 5203172001.


LINDUNGILAH DIA YANG KAU CINTAI.


MUSUHMU BERASAL DARI ORANG YANG SAMA DENGAN KU.


DANAU HIJAU DI SEBELAH BUKIT TANJUNG.


83616 52031720011.


Kami berdua tercenung memandangi Paisee.


"Ini adalah kode pos dan kode wilayah tempat ini, dan hebatnya kau langsung menggiring pelaku yang tak kau ketahui, menuju ke muka jebakan yang mereka buat sendiri!!" Paisee menatap heran sekalian takjub kepada Archie.


"Ternyata kau punya intuisi tinggi terhadap orang-orang sekitar!!" Sambung Paisee.


Aku menatap Archie tanpa berkedip. Bisa-bisanya dia melakukan ini seorang diri tanpa memberitahu tujuannya yang sebenarnya, bahkan kedoknya sangat rapi yaitu mengajak seluruh anak-anak untuk berlibur. Bahkan dia juga tak mengungkapkannya padaku.


"Nak, kau benar-benar mirip seperti ayahmu!!" Paisee menatap Archie dengan bangga.


"Tidak!!" Jawab Archie spontan. "Aku tidak ingin di samakan dengannya!!" Archie terdiam.

__ADS_1


Meskipun Archie tak pernah mengungkapkannya, tapi sebenarnya. Hubungannya dengan ayahnya memang terlihat tidak terlalu baik.


"Baiklah. Sepertinya ini tidak akan berjalan dengan mudah." Paisee mengambil alih situasi.


"Wanita yang bernama Ruana itu telah melarikan diri setelah membuat kalian tertidur dengan mencampurkan sesuatu ke dalam makanan yang kalian makan. Dan karena aku telah mengambil alih dengan membawa kalian ke tempat ini, maka bisa di pastikan, kalau sekarang dia sedang panik karena rencananya gagal!!"


"D!!" Ucapku memandangi mereka berdua lekat.


Lalu aku menceritakan kepada mereka berdua jika sebenarnya Ruana telah mengaku kepadaku jika selama ini dialah pelaku atas semua insiden yang terjadi selama masa liburan ini berlangsung. Ruana bahkan menunjukan kepada ku, seorang penghianat di antara kami yang telah membimbingnya melakukan hal-hal berbahaya untuk mencelakai ku.


"Pesan itu dari pengirim berinisal 'D'!!" Ucapku lagi.


"D!?" Archie mengernyitkan kening. "Kalau di pikir mentahannya, tak lain tak bukan kita semua pasti berfikir kalau itu Dimas, atau Dafa. Benarkan!!" Ucap Archie.


Aku mengangguk setuju.


"Lalu bagaimana cara kita mengetahui siapa itu 'D'!!" Sambungku.


Paisee berjalan selangkah dan membanting pematik api di atas meja di hadapan kami berdua.


"Itulah fungsi ku melakukan hal ini kepada kalian!!" Ucapnya menyeringai.


"Maksud paman!?" Ujarku.


Aku dan Archie saling bertatapan.


"Gunakan kesempatan ini untuk menangkap pelakunya sekaligus mengalahkan ku. Meskipun aku belum tahu apa rencana kalian untuk keluar dari tempat ini. Namun dapat ku pastikan, kalian berdua sudah memikirkannya terlebih dahulu, sebelum aku mengatakan kebenaran ini kepada kalian!!"


Paisee menyeringai menatap lekat mata Archie. "Benarkan Archie!!"


**************


"Lu lagi ngomong apa sih, hah." Arya gelagapan. "Jelas-jelas gua sendiri yang ngeliat mereka berdua naik ke atas dan yang terakhir ngecek peralatan." Arya tak terima atas tuduhan itu.


"Kenapa lu sampai mikir gua yang jadi tersangkanya..."


"Dien Wijaya!!" Potong Archie.


Arya terpukul mundur saat Archie mendekat.


"Sebelum nama lu menjadi Arya Pangestu, nama lu itu adalah Dien Wijaya!!" Ucap Archie yang tiba-tiba mengangkat kerah baju Arya.


"Dan 'D' itu adalah inisial nama lu yang sebenarnya."

__ADS_1


__ADS_2