
Setelah 30 menit akhirnya semuanya tiba. Ada Laila, Arya, dan Dimas yang datang secara bersamaan, lalu di susul Rio, Tora dan seorang wanita mungil bernama Ruana adiknya, tak ketinggalan ada Dafa, Sakurai, dan juga Hendri yang sedari tadi sudah hadir di sini. Jadi keseluruhan total orang yang berlibur sebagai kedok misi ini adalah 12 orang di tambah aku, Archie, dan juga wanita yang bernama sayang.
Aku tak menduga akan seramai ini, lagi pula banyak di antara kami yang baru pertama kali bertemu. Namun semuanya terlihat gembira dan saling menyapa satu sama lain.
Tapi apa ini?
Tidak kah kami terlihat seperti para selebriti yang berkumpul untuk pergi liburan. Rombongan kami berubah menjadi pusat perhatian, terlebih lagi Archie dan Sayang, mereka berdua punya visual tak biasa bak dewa dewi yang turun dari kayangan, di tambah Sakurai dan Hendri yang tak kalah punya karisma berbeda layaknya idol yang pergi liburan ke indonesia, selebihnya kami yang berada di jajaran manusia visual segala rupa ini juga tak buluk-buluk amat bahkan aku tak pernah melihat Dafa berdandan seglowing ini, mungkin sebelum datang ke sini, tadi pagi dia pun mandi.
Dalam sekejab, kami menjadi tontonan masa.
"Siapa mereka?"
"Artis ya?"
"Lihat cowok itu tinggi banget, dia itu selebriti luar negri ya?"
"Itu cewek di sebelahnya apa itu pacarnya, mereka benar-benar seperti pasangan dari dunia lain!"
"Ambil foto, ambil foto, ada idol nyamar tuh?"
Sialnya aku mendengar semua pembicaraan mereka, dan itu selalu tentang visul luar biasa Archie yang selalu di sandingkan dengan Sayang.
Sesak, rasanya kesal, dadaku sakit. Untuk kesekian lama aku pun merasakan lagi rasa cemburu yang bahkan tak bisa ku bayangkan akan terjadi lagi pada hari ini. Apa aku akan merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan saat pertama kali mengenalnya.
"Kenapa lu?" Dimas tiba-tiba berjalan di sampingku dan menghalangiku untuk menatap punggung Archie dan Sayang yang berjalan selangkah di depan ku.
"Ahhh..enggak! Cuman lagi tegang aja, mungkin udah lama ga perjalanan jauh jadi rasanya agak.."
"Jangan di tahan!!" Ucap Dimas seperti mengetahui isi pikiranku. "Kalau lu ga suka, bilang aja ga suka. Jangan di tahan."
Sudah ku duga, sepertinya terlalu kentara sehingga orang lain pun langsung mengiba melihat penderitaanku.
__ADS_1
"Mau gandengan ama gua!?" Dimas melihat tanganku yang terus gemetar sambil memegangi dada, "bisa aja kan kalau tangannya di pegang, bakalan ngurangin rasa tegang paska penerbangan!!" Dia tak berubah, meskipun sudah sejauh ini Dimas masih sama seperti dulu.
Aku diam saja, tapi Dimas peka dan langsung memegang tanganku karena aku terus-terusan gelisah dan menatap langkah kaki Archie.
Namun entah dari mana secepat ular keket yang menyambar tikus sawah, sebuah tangan langsung menepis tangan Dimas dan tergantikan oleh tangan seseorang.
"Bilang sih dari tadi kalau lu tegang naik pesawat, kan kita bisa sewa kapal pesiar!!" Runtuk Archie yang menyerobot Dimas dan berjalan paling depan sambil menyeretku.
"Aku enggak..."
Tak selesai aku bicara, Archie langsung menatap tajam padaku. "Ngapain lu pegangan tangan ama orang yang bukan muhrim!?" Archie mempertegas dengan cara menunjukan tangan kami yang bergandengan.
Padahal dia nya sendiri malah bermesraan dan bergandengan tangan dengan wanita lain, kenapa aku malah tak boleh melakukan hal yang sama.
*************
Akhirnya sampai.
Hanya butuh 2 jam dari ibukota ke bandara lombok, dan 1 jam ke tempat tujuan, akhirnya kami pun sampai di sebuah resort mewah yang ku tahu dari hari rencana keberangkatan satu minggu yang lalu. Archie secara gamblang membeli tempat ini menjadi miliknya, dan aku tak paham jalan pikiran konglomerat, apakah harus mengatasnamakan kepemilikannya jika dia harus bepergian kemanapun, bahkan saat terakhir kali aku keluar kota untuk menghadiri acara resepsi dan juga untuk berbulan madu, hotel dan villa itu juga miliknya.
Dia berdalih untuk alasan keamanan dan juga kenyamanan, tapi aku masih saja terus berpikir. Kalau suata saat nanti jika kami merencanakan untuk pergi liburan ke suatu tempat yang jauh seperti pegunungan himalaya, apakah dia akan membeli gunung itu juga.
Tak butuh waktu lama, mereka pun langsung terlihat akrab meskipun baru pertama kali berjumpa, bahkan Ruana adiknya Tora yang sangat imut seperti pahatan boneka barbie itu pun pelan tapi pasti mulai berbaur dengan kami meskipun dia masih bersembunyi di ketiak kakaknya.
dan lagi-lagi aku di buat cemburu sekaligus takjub dengan lingkup pertemam Sayang. Dia wanita cantik yang punya segalanya, tak membedakan pertemanan berdasarkan gender, dia langsung membuat semua orang menjadi akrab dengan hanya mendengarkannya berbicara.
Ahh..susahnya, aku tak punya celah untuk mencari kesalahan orang lain, lagipula bukan sifatku untuk menghancurkan mental seseorang yang punya banyak kelebihan dariku, lagi pula aku menjadi seperti ini karena Archie.
Tapi mangkin ke sini aku mangkin membenci Sayang tanpa alasan, dia terlihat akrab dengan siapa saja. Bahkan Sakurai dan Hendri mereka juga terlihat sangat akrab karena memang sudah lama mengenal Sayang. Aku seperti kumbang pencemburu yang tak rela jika taman ku di masuki oleh spesies lain seperti kupu-kupu.
Hanya ada satu cara untuk menyiasati rasa kesal yang di akibatkan oleh cemburu tak berdasar seperti ini, yaitu membuat Sayang untuk selalu di dekatku dan menjauhkannya dari Archie. Itu adalah satu-satunya cara yang saban jam ku pikirkan agar setan durjana tak menguasaiku untuk menyingkirkan wanita itu dengan cara ekstrim yang merasuki kepalaku, seperti menenggelamkan kepalanya ke dalam air, atau menjebaknya agar tersesat sendirian di tempat yang tak di kenal ini. Cemburu itu memang menyeramkan.
__ADS_1
"Creepy lu, napa sih natap orang dengan muka nyeremin kek gitu!!" Cetus Arya yang menyadarinya saat aku menatap Sayang dengan ekspresi binggo seperti video clip lagu terejana.
Aku tak menjawab dan senyumku tambah mengembang saat melihat Sayang yang tertawa cekikikan di dekat Archie. Aku harus cepat membuat wanita itu menjauh dari suamiku.
"Kamar nya ada banyak kok, kalian pilih aja sesuka kalian. Terus soal barang-barang bawaan gausah repot bawa, pengurusnya tar bakalan bantuin beresin!!" Ujar Archie.
Anak-anak pun langsung sibuk dan memilah kamar mereka sendiri untuk di tempati.
"Nya, tidur bareng gua ya!!" Laila mengamit lenganku tapi aku melepaskannya secara tak sadar dan langsung menarik Sayang ke dalam genggamanku.
"Sekamar bareng aku aja ya?" Ucapku yang langsung membawa Sayang mencari kamar.
"Ehhhh..anu. gua tadi udah janjian buat sekamar bareng Sakurai!?" Ucap Sayang dengan raut wajah tak enak.
"Kau itu kan wanita, kenapa malah tidur bareng cowok." Aku tak perduli dan terus menyeretnya.
"Tapi...kan Anya, lu harusnya tidur bareng laki lu!?" Sayang tak nyaman.
"Gausah repot, aku kan maunya tidur bareng sesama cewe!!" Aku tersenyum meyakinkan.
"Ahhh..anu Anya, aku.."
"Gimana kalau kamar ini aja!!" Kami berhenti di sebuah kamar yang menghadap ke laut lepas. "Ok, udah di putuskan. Ini bakalan jadi kamar kita."
Sayang terlihat tak nyaman, tapi aku tak boleh memikirkan perasaan pribadinya karena aku harus mengikatnya sekarang juga.
"Tapi, nanti Archie bakalan ngamuk kalau tau lu tidur sekamar bareng gua!!" Sayang tetap beralasan.
Aku mendekat ke sisinya dan memegang kedua lengannya. "Gak apa-apa, aku kan ingin dekat dengan Sayang." Ucapku sambil tersenyum dengan raut wajah mengancam, "apa sayang keberatan?"
Dia tercengang karna tak berkutik, namun langsung mengangguk dengan kuat tanda mengiyakan.
__ADS_1