Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Seperti Ombak Laut


__ADS_3

Archie menatapnya tanpa berkedip, sepanjang ocehan wanita itu dia tak mengeluarkan ekspresi apa pun dan hanya menatap dengan pandangan sejurus.


Aku yang tak nyaman berada di antara situasi seperti ini, mengangkat tubuhku dan bersiap untuk beranjak di tempat itu. Namun tiba-tiba Archie melirikku dengan tatapan mengancam, seolah sedang mengatakan agar tak beranjak dari tempat ku.


"Ada lagi yang ingin lu sampein?" Tanya Archie yang tak sedikitpun menanggapi pernyataan wanita tadi.


Wanita itu sontak mengangkat kepalanya, dengan wajah sembab berlinangan air mata dia menatap bingung Archie yang tak merespon ratapannya.


"Kalau lu cuman nyampain hal yang ga guna dan cuman buang-buang waktu gua. Mending gosah ngadain pertemuan yang berkedok penting dan mendesak," Tegas Archie dengan pandangan masa bodohnya yang terlihat amat jahat. "Gua gak harus ngasih tau siapa pun kalau gua ud nikah, lagi pula azutabito..."


Archie mengangkat lagi pandangan membunuhnya yang terlihat sangat mengerikan, bahkan lirikan matanya seperti ingin memutilasi lawannya dengan kejam, "Hubungan kita cuman sebatas teman masa kecil, gua pertimbangin perusahaan lu karena jasa-jasa keluarga kalian yang udah banyak ngasih keluarga gua kemudahan di masa lampau, selain dari itu, gua gak tertatik apa pun yang berhubungan ama lu!!" Tegas Archie sekali lagi menggertak wanita itu.


"Y-Yu-Yuagaa...!!" Panggil wanita itu dengan lirih, "Teganya kamu berbicara seperti itu kepada orang yang sudah lama kamu kenal, aku ini benar-benar..."


"Gua gak suka ngulang perkataan yang udah gua sebutin," Tiba-tiba Archie berdiri dan menautkan lenganku agar ikut berdiri di sampingnya. "Sadarilah tempat lu, gua gak minat ama pembicaraan yang ga guna."


Archie menarik tanganku dan keluar dari ruangan itu dengan wajah tak sinkron, Hendri yang melihat kami keluar dari ruangan itu langsung mengekori kami dari belakang dan menghalau para pengikut wanita itu untuk mendekati Archie.


Sempat ku lirik wanita itu sesaat sebelum kami meninggalkan ruangan, wajah geramnya yang sedang menatapku seperti seekor binatang buas yang merencanakan perebutan mangsanya dengan cara brutal.


**************

__ADS_1


"Ngapa lu diem?" Tanya Archie di sela kesibukannya bermain game konsol memandangiku dengan wajah bengong menatap ke luar jendela mobil.


"Wanita tadi, sebenarnya dia itu siapa?"


Archie tak menghentikan aktifitas nya dan terus berkutat dengan tombol-tombol itu. "Dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan perilisan game bernama Zerty GC yang berasal dari keluarga Azutabito. Keluarga mereka sangat dekat dengan keluarga Yuaga, sehingga aku dan Azutabito tumbuh bersama dalam lingkungan yang sehat dalam kurun waktu 6 tahun," Jawab Archie ditengah aktifitasnya tanpa melepaskan tatapannya dari layar. "Selebihnya dari itu, gua ngerasa dia udah salah paham mengenai hubungan ini."


"Tapi, gak seharusnya kamu berbicara kayak gitu ama orang yang udah bareng kamu dari dulu." Ucapku yang langsung ngegas dan menghadapkan tubuhku ke arahnya.


"Emangnya tadi gua ngomong apaan?" Balasnya dengan wajah polos gobloknya.


"Kamu udah ngomong jahat," Ucapku. "Kamu gak liat tadi dia nangis karena ngerasa kalau kamu udah nyakitin perasaannya."


"Archiee.....!!!" Hardikku kesal, "Kamu tuh keliatan banget gak ada hatinya!" Balasku tambah dongkol.


"Manusia itu sifatnya kayak ombak laut," Jawabnya. "Datang dengan kebebasan memecah bibir pantai berkali-kali, lagi dan lagi."


Aku terdiam dan memperhatikannya dengan seksama.


"Gitu juga ama manusia," Lanjutnya. "Bakalan datang dan datang lagi dengan ego dan keinginan yang sama, gak pernah puas dengan keadaan mereka sendiri sebelum perasaan mereka sendiri berbalas dengan keinginannya."


Tiba-tiba Archie menghentikan aktifitasnya dan menatapku balik. "Gua ngelakuin itu bukan karna gua ga punya hati, tapi gua pengen nekanin ini secara serius, kalau gak ada lagi yang perlu di pertannyakan mengenai ikatan gua ama lu."

__ADS_1


Aku yang mendengar penuturan langsung dari manusia yang berhati luar biasa dingin ini, seketika menjadi hangat dengan penglihatanku yang auto filter dan efek bunga-bunga berjatuhan di sekitarnya. "Gua gak bakalan berenti neriakin nama lu jika dunia gak berpihak dengan keberadaan lu di sisi gua," Ucapnya dan meletakkan kedua tangannya menyentuh wajahku. "Gua bakalan terus cinta ama lu walaupun harus ngancurin dunia ini sekalipun." Katanya dengan pandangan lembut.


Archie berlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke arahku dan dengan peka aku pun langsung meresponnya dengan memejamkan mata ku.


"Tolonglah jangan disini, aku sedang menyetir." Gumam Hendri yang sampai terdengar di telinga kami berdua.


"Gua denger!" Ucap Archie yang tak perduli, dan langsung menerkamku di belakang Hendri yang sedang menyetir.


Hendri berusaha menutup pandangannya sendiri agar tak melihat kaca mobil belakang. Pekerjaan paling berat seorang Hendri.


**************


Malam harinya menjelang waktu makan malam, Archie dan Sakurai bersama dengan Hendri saling mendiskusikan sesuatu dengan sangat serius di ruangan belajar, bahkan kedua kakak beradik itu mempunyai aura yang sama yaitu jiwa kepemimpinan yang kuat bahkan saat mereka saling berargumen salah satu dari mereka terdengar mempertahankan opini mereka dengan sangat keras.


Berlahan-lahan aku mendekat dan mengintip sedikit di balik pintu ruang belajar, hanya sekedar ingin mengingatkan mereka untuk makan malam.


"......, Tuan seperti yang Tuan muda katakan, sepertinya ini adalah masalah yang cukup serius, apa tidak seharusnya kita bertindak dahulu sebelum semuanya terlambat." Ucap Hendri yang terlihat resah dengan pandangan khawatir menatap tuannya.


"Apa kakak akan diam saja seperti ini, apa kakak bersedia menjadikan kakak ipar sebagai umpan seperti ini terus, jawab aku kak." Pekik Sakurai bangkit dari kursinya.


"Ini sudah waktunya makan malam," Ucap Archie dengan tenang dan melepaskan kacamatanya di atas meja dan berjalan berlahan mendekatiku yang sedang berada di balik pintu, "Benarkan sayang." Lanjutnya berbicara padaku.

__ADS_1


__ADS_2