
...Mengandung part dewasa....
"kau ingin melakukan ini di sini." Tanyaku yang memegang erat pinggiran bathtub karena takut tenggelam saat dia sudah berada di atas tubuhku.
"Lu pengen nyobain ga?" Ucapnya dengan berbisik sambil menggigit lembut ujung telingaku.
Belum sempat aku merespon ucapannya, dia sudah dulu mengangkat tubuhnya dengan cara berlutut, dan dengan gamblang menyodorkan zucchini ukuran super jumbonya yang berdiri menantangku.
*Zucchini, timun asal jepang.
"Ka-kau mau apa?" Tanyaku sok polos.
Ini aneh banget, selama menikah baru kali ini aku melihat benda itu terpampang jelas di hadapan wajahku.
"Lu pengen nyobain kan, gimana?" Tanyanya dengan nada menggoda yang hampir membuatku meledak.
"Nyo-nyobain apa maksudmu?" Pura-pura ga peka.
"Kemaren pas lu ketiduran, gua gak sengaja nemu tab yang belum lu keluarin dari search." Ujarnya, "Gimana rasanya nyep*ng punya cowok, dan gimana ngelakuinnya dengan cara yang bener."
Tidac, dia malah bicara blak-blakan dan membuka aib ku. Sialan, kenapa aku jadi lupa untuk mengeluarkan tab di pencarian.
"Cepetan, gua udah ga sabar!!" Dia mendorong-dorong bagian bawah tubuhnya sampai zucchini nya hampir mengenai wajahku.
"Ta-tapi, kau jangan protes kalau aku gak jago!!" Ujarku malu-malu.
"Kalau lu bisa bikin gua klim*ks, hari ini gua cuman minta satu ronde doang." Ujarnya memberikan ku syarat, "Tapi kalau lu ga bisa, lu kudu layanin gua ampe subuh." Lanjutnya dengan tampang iblis.
"Gi-gila?" Aku protes dengan mata terbelak.
"Mangkanya!!" Dia memegang kepalaku dengan kedua tangannya, "Lakuin dengan benar!"
Grreeeepppp....
Zucchininya langsung masuk ke dalam mulutku sampai menyeruak memaksakan sampai di pangkal kerongkongan, untuk pertama kalinya aku merasakan benda tumpul sebesar itu mengoyak memenuhi rongga mulutku.
"Lu harus pe-pegang sendiri kalau gak, tar punya gua luka ke-kena gigi lu." Dia bicara dengan susah payah.
Atas kemauanku sendiri, akhirnya aku memegang zucchininya dan menghandle nya dengan perasaan.
Wajahnya tiba-tiba berubah saat aku berinisiatif untuk memakai pengetahuan yang telah ku pelajari dan mempraktikan nya langsung kepadanya.
__ADS_1
Entahlah, rasanya benar-benar aneh, aku tak bisa membayangkan jika aku melakukan ini atas inisiatif ku sendiri dan membuatnya merasakan kenikmatan yang tiada tara, sampai tubuhnya menggelinjang sendiri sembari terpejam menengadah kelangit.
Ku selimuti zucchininya dengan tehnikku sampai membuatnya terbui sampai ke awang-awang. Melihatnya berada di sudut ini membuatku hampir tak bisa mengontrol diri. Suara desahannya, keringat di tubuhnya, hembusan napas kasarnya, ekspresi kenikmatannya, sampai gerakan tubuhnya yang mengejang, semua yang dia perlihatkannya saat inin membuat tubuhku bergetar karena tak tahan.
"****, god damn it, that good." Dia meracau sembari mendesah.
Ya tuhan, dia sangat seksi. Naluri siapa yang tak terkoyak jika berhadapan dengannya yang seperti ini.
Lama-lama zucchininya mangkin keras dan bertambah besar. Inikah pertanda dia akan segera melepaskan diri dan mengaku kalah.
"Aawwwwhhhhgg..****. I can't hold anymore!!" Racaunya sampai harus memegang sisi bathtub untuk menahan tubuhnya yang mengejang.
Tiba-tiba dia memegang kepalaku dengan kedua tangannya dengan tenaga, lalu, "Hmmmggghhh...hhhhgggg...!!" Aku meronta-ronta saat dia meny*t*buhi rongga mulutku dengan zucchini mengkal yang hampir meledak.
Saat itulah ku rasakan benda itu berdenyut di rongga mulutku dan mengeluarkan cairan hangat yang langsung tumpah memenuhi kerongkonganku.
****************
"Bangun!!"
Aku menarik selimutku lagi dan menutupi tubuhku yang polos. Tapi Archie tak berhenti menjahiliku dan menarik kembali selimut yang menutupi tubuhku sampai paha.
"Apas sih!!" Pekik ku kesal dan menyelimuti diriku sendiri.
"Ga tau ahh!!" Balasku dongkol.
"Jangan dong," Ujarnya lalu masuk ke dalam selimut dan menciumi tubuhku yang penuh dengan bekas merah dan gigitan kecil. "Kalau lu marah, tar gua jadi tambah n*fsu."
"Jangan ngomong yang enggak-enggak!!" Balasku sambil menyenggol tubuhnya dengan kesal. "Kamu kan tau, tiap kali kita ngelakuin ini aku ga bisa kemana-mana karena keabisan tenaga, juga ga bisa pake baju yang benar kalau kiss mark yang kamu buat banyaknya seperti bintang-bintang di langit." Aku mengamuk di depan wajahnya. "Semalam kan udah janji buat ngelarin satu ronde doang, terus kenapa harus bablas ampe 6 ronde sih."
Dia menatap wajah kekesalanku dengan senyum seringai yang menyebalkan dengan satu tangan berpangku menahan kepalanya.
"Ya mau gimana lagi, siapa coba yang bisa tahan kalau punya bini modelan kek lu." Jawabnya tanpa basa-basi. "Yang ga pernah nolak buat di ajakin lari jarak jauh, padahal dirinya sendiri cuman sanggup lari jarak dekat." Dia menyinggung kelakuanku yang tak pernah menolak ajakannya saat dia menginginkan lebih, bahkan sering sampai ayam berkokok.
"Menyerah, cuman bikin harga diri ku terluka." Jawabku dengan cemberut.
Dia menatapku dengan tatapan hangat dan membelai rambutku dengan lembut. "Setiap apa pun yang lu punya, yang ada di dalam diri lu, ga ada yang ga bikin gua jatuh cinta!" Ucapnya dengan nada rendah, "Termasuk sifat keras kepala lu yang bikin gua ambyar!!" Dia tertawa geli sambil terus membelai rambutku.
"Dih, apa sih!!" Aku tambah kesal dan menepis tangannya, namun dia menghentikan ku dan memegang wajahku.
"Bentar," Ucapnya sambil diam memaku menatap sesuatu yang ada di wajahku. "Bibir lu lecet."
__ADS_1
5 menit kemudian.
"Setiap berhubungan int*m denganmu, pasti aku hampir terbunuh." Gerutuku seperti nenek tua yang kehilangan kesabaran.
"Gomen!!" Jawab Archie yang mengolesiku salep lalu dengan hati-hati menempelkan plester di ujung bibirku yang terluka.
"Kau tau kan kalau punyamu itu kelewat normal, kenapa malah melakukannya sendiri tadi malam." Aku membahas saat dia klim*ks terakhir kali dengan cara oral.
"Hhuummm....!!" Jawabnya cemberut karena menyesal.
"Kau bahkan mendorongnya sampai aku menelan semua isinya." Aku bahkan membenci bau dan rasanya sampai terbayang-bayang dan ingin muntah.
"Huuuu...!!" Responnya karena malu dengan wajah menekuk.
"Jangan lakuin lagi, aku benar-benar tidak bisa melupakan rasanya yang aneh. Seperti meminum sesuatu yang basi dan amis." Gerutuku yang tak puas memarahinya.
"Padahal gua nelan punya lu kayak lagi minum aer, sedangkan lu baru sekali aja udah ngaku kalah." Gumamnya di belakangku.
Aku tertegun dengan tampang tegang menatapnya. "Apa kau bilang?" Tanyaku melototinya.
"Dahal lu bilang sendiri suami istri itu harus pengertian dan membalas semua kebaikan yang di berikan oleh pasangan masing-masing. Kan gua udah sering tuh mu*sin lu pake oral, masa gua baru minta sekali lu bales kebaikan gua, lu malah langsung nyerah. Kan ga ngotak."
"Tapi mulutmu kan ga terluka!!" Jawabku membela diri sambil menunjuk plester di tepi bibirku.
"Ga luka sih, tapi kadang tenggorokan gua serek karena kebanyakan minum, lidah gua pegel karena kebanyakan gerak." Dia juga ikut membela diri, lalu membuka mulutnya sendiri dan menunjukan nya padaku. "Liat kan, lidah gua ampe ledes."
"Jadi, kau pikir ini juga salahku!!" Saking malunya, aku sampai membentaknya.
"Ya selama ini kan lu ga tau, kalau gua juga punya kenangan tersendiri abis ngelakuinnya."
Aku menundukan tatapanku dan mendekat ke arahnya. "Maaf, aku benar-benar ga tau kalau kau juga merasakan hal yang lebih buruk dari yang ku duga. Maaf aku sudah mengeluh, lagi pula aku melakukannya karena suka dan penasaran, tapi malah mengeluh dan mengatakan yang tidak-tidak di depanmu."
Archie mengelus kepalaku dan menempelkan wajahku ke pundaknya. "Gua juga minta maaf karena udah bikin lu terluka semalam." Ujarnya dengan lembut mengelus rambutku.
"Iya, aku juga minta maaf uda bikin kamu menderita selama ini." Balasku.
"Tapi meskipun lu bilang ga suka atau ga mau, gua tetap bakalan minta terus kok."
"Apa kau bilang?" Aku sontak melepaskan diri dari dekapannya.
"Ya mau gimana lagi, lu jago sih. Gua ampe ga bisa berenti mikirinnya." Ucapnya dengan wajah memerah sembari tertawa.
__ADS_1
Sial, seharusnya aku tak berbuat macam-macam sampai harus belajar tehnik seperti itu di internet.