Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Mangki Dom


__ADS_3

"Tadi itu apa?" Tanya Shin memandangi ku dengan heran.


Aku menggeleng karena tak tahu harus mengatakan apa, aku juga punya pertanyaan yang sama sepertinya.


"DI SANA!" Pekik seseorang yang melihat kami berdua.


Shin menarik tanganku berlari sekuat tenaga untuk keluar dari dalam gang. Tapi baru beberapa langkah kami berlari, segerombolan orang-orang itu mencegat kami dengan membawa senjata.


"Sial!" Ucap Shin mendesis kesal mencengkram pergelangan tanganku.


"Tanaka Shin!" Suara Jack menggema di antara kerumunan orang-orang itu tapi tak terlihat kalau dirinya sedang berada di sana.


Kami berdua serempak mengangkat kepala dan menemukan Jack duduk di atas kepala crane.


"Entah kau itu bodoh atau malah terlalu pintar. Apa kau pikir kau bisa lolos begitu saja dari orang sebanyak ini!" Ucap Jack menyetut sebat dengan senyum meremehkan.


"Dengarkan aku. Tetaplah di dekatku, jangan kemana-mana!" Bisik Shin di dekat telingaku.


"Aku benar-benar kecewa saat mengetahui rumor yang beredar tentangmu ternyata tak sesuai dengan apa yang sekarang sedang ku saksikan!" Lanjut jack.


Shin tak mendengarkan namun sibuk mengidar pandang seperti sedang mencari cara bagaimana lolos dari kerumunan orang-orang ini.


"Aku tak mengerti kenapa orang lemah seperti mu sangat di dewakan oleh kelompok lain. Tapi sepertinya hanya ada satu alasan kenapa mereka menyebutmu hebat. Yah..yang berarti mereka juga sekumpulan orang yang tak berguna."


Jack melambaikan tangannya menginstruksikan agar segera menyerang kami. Tanpa basa-basi, para anak buahnya langsung bergerak dan menyerang secara membabi-buta.


Seseorang dari mereka maju duluan dengan memegang tongkat besi menghantam kepala Shin. tapi sesuatu yang tak terduga terjadi, dengan lincah Shin yang bertubuh kecil berhasil beralih ke belakang nya dan merebut tongkat besi dari tangannya, kemudian menyerang balik orang itu dalam waktu kurang dari 5 detik.


Perhelatan akbar singkat itu sontak membuat orang-orang yang ingin melawan Shin terpekur mundur dalam sesaat. Meskipun Shin hanya melawan satu orang di antara mereka, tapi pertunjukan barusan cukup membuat mereka bergidik.


Jack turun selangkah ke badan crane saat melihat nya sendiri sesuatu yang ingin dia saksikan dari perkataan orang-orang yang pernah dia temui. Bahwasanya julukan Mangki Dom yang di tunjukan kepada ketua geng yang bernama Tanaka Shin, bukanlah bualan belaka.

__ADS_1


Mangki adalah Mongkey yang berarti monyet, sedangkan Dom yang berarti kehormatan dari bahasa latin inggris yang di tujukan untuk para rahib di kala itu. Julukan itu memang terdengar kekanak-kanakan, aku bahkan sering mengejeknya saat teman-temannya memanggil Shin dengan gelar itu. Namun, gelar bukan sembarang gelar. Ada alasan kuat kenapa nama tersebut menjadi sangat di takuti oleh geng lain, apalagi menyangkut penguasa kawasan ini.


Semua ini terjadi pada satu tahun yang lalu. Saat semua kawasan di kuasai oleh satu geng yang kuat dan memimpin seluruh preman dalam satu prefektur. Saat semua orang masih berada di bawah kesengsaraan, dimana penindasan adalah sesuatu tindakan yang wajar.


Dulu kawasan ini adalah sarangnya kriminal, pusat obat-obatan terlarang, prostitusi kejam yang memperkerjakan anak di bawah umur, sampai pasar gelap perdagangan organ tubuh manusia. Tempat ini merupakan distrik kumuh dengan sarang preman yang menindas kaum lemah yang banyak di huni oleh lansia dan juga anak-anak terlantar.


Kekuatan geng besar yang menguasai hampir seluruh kawasan satu prefektur, membawa banyak malapetaka karena tak ada yang berani bertindak selain diam dan menurut.


Tak ada satu pun yang berani melawan, bahkan jika pun orang itu berani berontak, maka bisa di pastikan dia akan hidup paling lama sampai besok.


Namun di suatu pagi, di jalanan pasar yang ramai tempat menjual kebutuhan dasar. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan banyak orang. Yang bahkan membuat sang penguasa wilayah marah dan menurunkan perintah untuk melenyapkan sang pembuat onar.


Aku tak tahu jika tindakan Shin yang membela ku dari preman yang tak terima dengan cipratan air dari ikan yang ada di dalam baskom akan membawa perubahan bagi kawasan ini. Membawa secercah harapan.


Shin menyerang preman yang bertubuh besar seperti seekor kera yang menyergap beruang madu. Dia melompat, menerjang, memukul nya tepat di bagian vital dan melumpuhkannya bahkan sebelum orang yang menyaksikannya berkedip. Kejadian itu tak kan pernah ku lupakan, bahkan aku masih ingat kalau saat itu Shin masih mengunyah wortel.


Sesaat setelah preman itu terkapar dalam keadaan tak sadarkan diri, aktifitas seisi pasar berhenti seperti terkena efek freeze. Mereka semua tercengang dalam perasaan yang tak bisa di ungkapkan dalam kata-kata.


Berselang tak berapa lama Shin menjadi incaran para orang-orang jahat yang ingin membuktikan rumor tentang dirinya. Namun hasilnya selalu monoton, Shin tak pernah kalah meskipun di keroyok oleh dua orang, tiga orang, lima orang, tujuh orang, belasan orang, sampai puluhan. Dia tak terkalahkan.


Hingga akhirnya orang-orang itu malah mengikuti Shin dan membentuk geng dengan nama Droid Dom.


Droid Dom di bawah kepemimpinan Tanaka Shin berhasil mengamankan wilayah ini dan mengusir para perusuh yang sudah lama meresahkan. Aksi Shin dan gengnya ternyata mengispirasi distrik-distik lainnya untuk melakukan hal yang sama dan melawan ketidakadilan.


Pada hari itu, adalah hari paling bersejarah yang pernah terjadi setelah kawasan itu di kuasai oleh penjahat. Semua geng yang terbentuk dari masing-masing distrik bersatu melawan penguasa yang mengendalikan kawasan itu setelah puluhan tahun. Kericuhan di sana-sini, kebakaran, perusakan. Semuanya terjadi dalam waktu semalam.


Penguasa yang kewalahan akhirnya memberikan konvensi penawaran berupa hal-hal yang harus dan tak harus mereka lakukan agar tak terjadi hal-hal yang merugikan di masing-masing pihak. Shin dan para pemimpin geng bermufakad lalu memutuskan perjanjian bersama.


Namun dengan kehadiran geng motor yang datang tiba-tiba dan menyerang secara membabi buta, menjadi awal baru bagi Shin karena tak menemukan maksud dan tujuan mereka.


Karena melihat Shin mampu melawan satu orang dalam sekali serangan, orang-orang itu tak berani maju duluan, melainkan mengambil ancang-ancang untuk menyerang secara bersamaan.

__ADS_1


Tapi naas nya semua itu tak berguna.


Shin menyergap mereka semua seperti seekor kera yang kesetanan, pergerakannya cepat seperti siluman, tongkat yang ada di genggamannya terayun ringan seperti tongkat kera sakti yang bisa menuruti setiap kemauannya. Yang mencengangkan, Shin membantai habis puluhan orang itu dalam waktu kurang dari lima menit.


Dia berdiri sendirian di tengah kerumunan orang yang terkapar sambil engap-engap mengatur napas kelelahan, mata liarnya mengawasi setiap pergerakan orang-orang yang berhasil di lumpuhkannya. Ini lah kekuatan Mangki Dom, bocang kerempeng yang terkenal itu.


Aku tercekat memandangi punggung Shin yang terlihat turun naik mengangkat tongkat besi dengan gagahnya. Rumor itu memang tak di lebih-lebihkan, anak ini memang gila, dia seperti kerasukan.


Namun ada satu hal yang aku lupakan.


Jack, dia mengambil kesempatan itu untuk melakukan tindakan yang lain. Saat Shin lengah, saat itu juga jack dengan satu anak buahnya menghidupkan motornya lalu berjalan cepat ke arahku. Kejadian itu terbilang sangat cepat, tanpa di duga-duga mereka menangkap tubuhku dan menculikku di depan Shin.


Aku memberontak dan memukuli Jack, tapi terlambat. Kami semangkin menjauh, sampai gang yang tadi sudah tak terlihat lagi.


Mereka berdua terkekeh-kekeh karena merasa menang di dalam pertarungan ini. Namun, tiba-tiba di ujung jalanan ini, sebuah balok kayu mengayun dan langsung menghantam sang pengemudi.


Sebelum motornya jatuh, seseorang menarik tubuhku dalam satu kali sentakan, karena pada waktu itu posisi tubuhku tidak benar-benar duduk di jok motor.


Jack, motor, beserta anak buahnya terpelanting lunggang-langgang menyusuri pembatas jembatan dan masuk ke dalam danau yang dalam dengan keadaan yang tak bisa di pastikan keselamatannya.


Aku membekap wajahku sendiri saat melihat mereka yang terjatuh tak nampak lagi tubuhnya karena terbawa arus oleh sungai yang deras.


"Anda tidak apa-apa?" Ucap seseorang yang tadi menyelamatkanku sambil melepaskan tubuhku menyentuh tanah.


Aku tak bisa menjawab karena masih shock.


"Neesan!" Panggilnya.


Sontak aku membeku dan mengangkat pandanganku ke atas.


"Apa anda baik-baik saja?" Tanya nya lagi, yang ternyata seseorang yang tadi pagi membantuku memunguti buah yang tercecer di jalanan.

__ADS_1


__ADS_2