Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kedatangan Libiru


__ADS_3

"Kenapa kau sampai berfikir seperti itu?" Tanyaku.


"Firasat!!" Jawabnya dengan melamun.


Tok tok tok....


Tak lama terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamar.


"Kak, ada temanmu di bawah!!" Seru Sakurai.


"Siapa?" Tanyaku sembari membuka pintu.


Sakurai tak menjawab tapi ekspresinya terlihat begitu khawatir.


Seorang lelaki memakai hodie lengkap dengan maskernya, sedang membelakangi arah tangga dan serius menatap photo pernikahanku di sudut meja ruang tamu.


Saat mendengar suara langkah ku yang menuruni tangga, sontak dia berbalik dan membuka masker beserta hodienya.


"Libiru!!" Ucapku mematung di ujung tangga.


"Hai beb, ini gua!!" Jawabnya dengan wajah penuh penderitaan.


***************


"Kamu apa kabar?" Tanyaku.


Dia tersenyum kecut dengan tampang tertekan menatapku. "Baik. Lu sendiri gimana?" Tanyanya balik.


"Aku!!" Ku hela napasku sendiri dan menatapnya dengan lekat. "Aku juga. Aku baik-baik aja."


Libiru terlihat menahan ekspresi ketidaknyamanannya dan berusaha menampakan wajah baik-baik saja.


"Ada banyak yang pengen gua omongin." Ucapnya tertunduk lesu. "Tapi, kalau situasinya kayak gini gua beneran ga bisa ngomong apa-apa!!" Rengeknya yang hampir menangis.


Orang gila mana yang sanggup berkata-kata jika seluruh ruangan ini di penuhi oleh segerombolan pria bersenjata lengkap dengan rompi anti peluru dan topeng gas, dan secara langsung menodongkan senjata laras panjang ke hadapan seseorang yang sedang berbicara.


"Archiee...!!" Pekikku memanggil namanya dengan lantang. Namun dia mengabaikan ku dan hanya melihat dari ketinggian lantai dua tanpa menunjukan ekspresi apa pun.


Akhirnya dia menyerah dan menarik pasukannya untuk keluar dari rumah ini.


"Jangan karena bini gua yang minta, gua bisa percaya gitu aja ama lu." Ujar Archie yang duduk di sebelahku, menekan Libiru dengan karismanya. "Gua masih punya 80% kekuatan yang gak segan-segan buat ngembunuh lu dalam satu serangan." Archie membicarakan Sakurai yang duduk di sebelah Libiru sambil menuangkan teh hangat yang sengaja dia hidangkan sendiri untuk tamu.

__ADS_1


"Silahkan kak, di minum tehnya!!" Ujar Sakurai ramah dengan wajah polos mematikan.


"Te-terima kasih!" Libiru menerima dengan gugup cangkir pemberian Sakurai.


"Lu ga keberatan kan, kalau ngobrol bareng gua juga." Ucap Archie yang benar-benar membuat Libiru ciut hanya dengan pelototan matanya.


Ekspresi Libiru seperti mengatakan, tolong selamatkan aku, dalam gestur yang benar-benar terlihat. "Gua, eng-enggak keberatan kok!" Jawabnya.


"Kalau gitu, ngomong aja!!" Pinta Archie yang tak sedikitpun membiarkan Libiru lepas dari tatapannya. "Anggap aja gua ga ada!" Meskipun di bilang begitu, keberadaanya malah membuat Libiru merasa terbebani.


"Kemana saja kau selama ini?" Tanyaku. "Lalu, kenapa kau tak mengatakan apa pun kepada ku tentang Saudara kembarmu?"


Libiru menyesalkan pertanyaanku dengan wajah tertekuk. "Pertama gua pen minta maaf, karna ga pernah sekalipun ngasih tau lu tentang siapa gua sebenarnya." Ujarnya, "Gua ga berharap lu mau maafin, tapi selama ini gua udah berusaha mencegah agar semuanya gak pernah terjadi."


Kami bertiga yang mendengarnya pun saling beradu pandang dengan tatapan heran.


"Maksud kamu?" Tanyaku.


"Gua datang ke sini buat ngasih kalian peringatan!!" Ucap Libiru dengan suara tegas. "Keluarga yang selama ini mengadopsi Sabiru adalah keluarga mendiang Pay Long Tse!!"


DEG...


Pay Long Tse.


"Dan gua di besarkan dalam lingkup keluarga Mendiang Arlangga Tiam." Ucapnya lagi.


Perkataannya barusan juga membuat Sakurai dan Archie sama-sama kaget tak alang kepalang, meskipun aku tak mengerti apa yang di katakan Libiru, namun cukup untuk membuat mereka berdua kalap.


"Gua ga bisa lama-lama ada di sini, gua cuman pen liat keadaan Anya doang." Ucap Libiru sambil merogoh saku celananya. "Hubungin gua kapan aja kalau kalian perlu sesuatu, karna selama ini gua gak pernah ga ada di pihak kalian."


Libiru pergi begitu saja, tanpa mendapat respon apa pun dari Archie maupun Sakurai. Bahkan beberapa menit setelah Libiru pergi meninggalkan tempat ini, mereka tak bergerak dari posisi semula dan diam membeku.


**************


"......, Dinamikanya terletak pada apa yang harus di sesuaikan, dengan....."


"Pppsssstt.....woi, pppsssstttt...Anya, Ppsssssttt....!!"


Ppuuggg.....


Sebuah gumpalan kertas tiba-tiba mendarat di atas kepalaku yang sedang berada di tengah-tengah perkuliahan.

__ADS_1


"mamp*s, budeg amat lu ya!!" Bisik Dafa yang berada di meja paling belakang.


"Apaan sih!!" Balasku risih, takut ketahun pak Retno jika kami sedang berbincang.


"Baca chat gua!!" Bisiknya lagi.


Buru-buru ku rogoh saku belakang tas ku, dan membuka pesan yang di kirimkan Dafa padaku.


"Traktir gua makan. Gua lagi ga ada duit🥺." Isi pesan yang terlampir di chat room.


Ku putar kembali kepalaku dan melihatnya yang memegangi perutnya sendiri.


"Ogah😑!!" Balasku membalas pesannya.


"Lu lagi nyari informasi kan?" Balasnya di chat room.


Aku langsung berbalik dan menatapnya yang tau isi kepalaku. Dia terlihat sombong dengan satu kakinya di silangkan sembari mengiba-ngibas binder ke wajahnya sendiri.


****************


"Pesen aja yang kamu mau!!" Ucapku yang membawanya ke restoran seafood terdekat.


"Bingung gua pen milih yang mana!" Balas Dafa memusingkan menu makanan laut yang terlampau banyak. "Gonggong tu apa sih?" Tanyanya.


"Aku juga susah jelasinnya." Jawabku, "pokoknya sejenis keong, dia punya cangkak, hidupnya merayap-rayap di pasir."


"Merayap?" Tanyanya bingung. "Tiarap?"


"Deskripsinya jadi aneh kalau kamu bilang tiarap!!"


"Ambigu banget penjelasan lu. Ya udah gua pilih ini aja deh, biasanya yang merayap-rayap itu enak."


"Serah kamu aja deh!"


"Gua jarang nawarin diri buat di ajakin makan kalau gua sendiri ga ada kemauan!!" Ucapnya songong.


Apa yang sedang dia bicarakan, bukankah kesannya seperti dia minta di manfaatkan.


"Hei burung unta, kamu tau dari mana aku sedang mencari informasi?" Tanyaku.


"Owl, kampret. Lu bisa basa inggris ga sih, artinya tuh burung hantu. Wahhhh..lu, harga diri gua terluka." Jawabnya membacod.

__ADS_1


"Kemarin Libiru datang ke apartemenku." Ucapku sembari termenung. "Kau pasti juga tau kenapa dia menemuiku, mangkanya kau menawarkan informasi."


Dafa terlihat biasa saja seperti dirinya yang biasa selalu memegang HP sembari bermain game di hadapan siapa pun.


__ADS_2