Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 4


__ADS_3

"Beli arang dimana?" Tanya Sayang masuk ke dalam mobil dengan jaket tebal dan celana kain belel.


Aku tercengang sebentar dan menatapnya dari atas sampai bawah, benar-benar terlihat seperti seorang model kelas atas dunia. Dengan hanya memakai baju seadanya saja, dia tetap terlihat berkilau. Namun kini aura nya terlihat sangat berbeda, meskipun dia seorang wanita namun saat memakai setelan tomboi malah terlihat seperti seorang lelaki cantik, apakah ini kekuatan dari karisma.


Sayang punya bentuk wajah tirus, bulu mata lentik dengan bentuk mata yang besar dan menonjol, rahangnya tegas namun terlihat feminim, lehernya jenjang di sertai warna kulit putih pucat yang lebih putih dari pada kulitku. Tingginya sekitar 170.00 cm, saat dia bicara maupun tersenyum gigi taringnya kadang mencuat keluar sehingga menimbulkan kesan unik tak biasa pada siluet wajahnya.


Sepanjang perjalanan aku mencuri pandang ke arahnya, dan tak henti-hentinya membandingkan diriku dengan dirinya. Sialnya, tak ada kelebihanku yang bisa di bandingkan dengan kelebihannya, ini semangkin membuatku berapi-api untuk menempel di sebelahnya agar Archie tak begitu tertarik oleh wanita cantik purnarupa ini.


"Anya ternyata banyak diem ya?" Akhirnya dia membuka percakapan, karena risih setelah sekian lama ku tatap tanpa berbicara apa pun.


"Eh..iya!!" Aku menjawab canggung.


"Sebenarnya gua udah lama pengen ketemu lu dari awal kalian nikah, tapi biar gimanapun gua maksa pengen ketemu, Archie terus aja ga ngasih ijin!!" Kelakarnya.


"Ohh gitu ya..!!"


Setelah lama berfikir, akhirnya aku pun teringat sesuatu. Apakah yang waktu itu menelpon Archie dengan kontak nama Sayang adalah orang ini. Berarti dari awal aku sudah salah paham, ternyata Sayang tuh yang ini, bukan berarti Sayang dalam bentuk lain. Astaga, siapa suruh punya nama yang bikin ambigu.


"Gua bisa mati loh kalau Archie tau lu sekamar ama gua!!" Ucapnya lagi.


"Lah kenapa, bukannya ga apa-apa kalau kita bisa saling dekat!!"


"Yah..bukan karna ga apa-apa nya sih, tapi lu pasti ga nyimak perkenalan diri gua waktu itu, makanya lu ga tau siapa gua?"


Keningku mengernyit dan menatapnya dalam.


"Aku malah mangkin pengen deket ama Sayang, mangkannya aku ngajakin Sayang sekamar bareng!!"


Dia terdiam cukup lama, di sela-sela menyetirnya dia mencuri pandang ke arahku dan tersenyum-senyum sendiri.


"Apa sih?" Tanyaku.


"Ga nyesel beneran?" Responnya tiba-tiba.


"Kok kamu ngomongnya gitu!?"


"Engga, ga kenapa-napa?" Dia malah mangkin tertawa dan gigi taringnya mencuat keluar.


Satu lagi pesona yang tak bisa di tolak oleh siapapun, yaitu senyumananya yang membius. Bahkan aku yang seorang wanita pun bisa-bisa nya terpana saat menatapnya. Sial, harga diri ku ternoda.


"Hehehe, bakalan seru nih!!" Gumamnya terus-terusan mengulum senyum.


Waktu itu karena ku pikir tak ada yang aneh, aku tak ambil pusing dan tak mengidahkan kejanggalannya. Namun sial nya suatu hari nanti, aku akan mengalami sesuatu yang di luar dugaan.


**************


"Ahh...kalian udah balik!?" Sapa Arya yang langsung menyambut kami dan mengangkut barang-barang yang kami bawakan.


Grepp....


Sebuah tangan menarik kerah baju ku, dan mengekangku dengan lengannya.

__ADS_1


"Siapa yang ngijinin lu pergi?" Ujar Archie menatapku dengan nanar mata kesal. "Gua kan da bilang kalau lu mau kemana-mana harus ijin gua dulu."


"A-aku...!!"


"Gua kok yang minta ditemenin!!" Sayang datang dan melepaskan tangan Archie. "lu ga keberatan kan kalau suatu saat Anya jatuh cinta ama gua!" Sambungnya dan membawaku pergi dari cengkraman Archie.


"Woi Sayang, lu da bosan idup ye!!" Archie menggonggong di belakang.



Totalitas sekali. Kenapa aku merasa Hendri selalu bisa di andalkan dalam hal dekorasi. meskipun ini adalah acara dadakan, dan semuanya di lakukan dengan mendadak, tetap saja kerja kerasnya selalu membuat orang takjub.



"Udah mateng tuh."


"Makan mulu lu, bantuin kaga!!"


"Sini lu gantian bakar-bakar?"


"Ogah ah..kalian aja!!"


"Saya giliran lihat saja!"


"Kok ga ada ikan buntal ya, padahal kan gua pengen makan itu?!"


"Emangnya bisa di makan?"


"Debus lu ye, bisa-bisa nya baru keluar dari api lansung masuk mulut aja!"


"Debus itu apa?"


Mereka terdiam dan saling bertatapan.Ternyata mereka sedang mempelonco Sakurai.


"Orang sakti, mas. Yang nyeruput solar kek air biasa terus pas sendawa keluar api!!" Dafa menjelaskannya dengan asal, dan Sakurai pun manggut-manggut percaya.


Ini pertama kali nya aku bermain bersama-sama teman sebanyak ini, apalagi semua orang yang ku sayangi ada di sini.


"Di balik dong, bentar lagi angus tuh!!" Ucap anak-anak pada Tora yang mendapat giliran bakar-bakar.


Meskipun canggung dan terlihat tak terlalu berbaur dengan yang lain, Tora yang mempunyai harga diri tinggi dan juga Rio yang juga sering bilang banyak tidak enakannya itu tetap menikmati suasana. Aku harap rencana kami akan segera lancar selama liburan ini.


"Archie, kupasin!?" Rengek Sayang yang menyodorkan seporsi lobster ke arah Archie.


Dengan cepat aku langsung menyambar hidangan itu dan menukarnya dengan hidanganku yang memang semuanya sudah terkupas.


"Ambil punya aku aja, udah di kupasin kok!" Ujarku dengan senyum bak malaikat yang ikhlas sayapnya terpotong.


"Ahh..makasih Anya!!" Dia menerima dengan senang, namun dalam hatinya pasti bertanya-tanya.


Archie diam saja dan menatapku sinis, entah apa yang sedang dia pikirkan.

__ADS_1


"Hoaammhhh...udah tengah malem, makasih ya makanannya!!"


"Sampai ketemu besok, night dream semua!!"


"Bacot, gua ga mau mimpiin lu!!"


"Jangan kesiangan, besok scedulenya bakalan lebih seru!!"


"Gua ga sabar pengen berenang."


"Aku mau snorkling!!"


"Kira-kira bakalan gendut ga ya kalau langsung tidur abis makan kek gini!!"


"Engga lah, kan udah baca bismillah ama do'a tolak bala!!"


"Ga ada hubungannya kampang!!"


Ujar anak-anak yang berpisah di lobi dan menuju kamar masing-masing.


Mereka semua pergi ke kamar masing-masing dalam perasaan senang sehabis BBQan. Terkecuali aku, sedari tadi aku berjalan dari lorong ke lorong, dari sudut ke sudut hanya untuk menghindari tatapan Archie agar tak melihatku masuk berdua dengan Sayang. Lalu entah kenapa, saat aku hampir tiba memasuki kamarku dia malah berdiri di dekat situ dan menungguku masuk.


"Kenapa lu di sini, bukannya kamar lu di atas?" Tanya seseorang yang datang untuk menghampiri Archie.


Aku mengendap-endap dan memperhatikan mereka dari jauh.


"Serah gua lah, ini kan tempat gua!!" Jawab Archie menantangnya.


Ternyata itu Tora, karena kamar kami bersebelahan mangkannya dia berpapasan dengan Archie.


"Sekarang cuman ada kita berdua?" Tora terlihat serius dan mendekat ke arah Archie, "gua mau lu jawab jujur pertanyaan gua?"


Archie diam saja dan menantangnya dengan tatapan tak kalah serius.


"Apa tujuan lu bawa gua kemari, ampe lu juga libatin adek gua segala?" Ujarnya, "lu punya rencana kan, lu lagi nyusun rencana buat ngenjebak atau nyelakain orang yang lu curigain kan?"


Archie tetap diam saja, dan menatap Tora dengan tatapan menantang.


"Gua tau lu berkuasa, tapi ga seharusnya lu juga ngelibatin orang-orang yang ga bersalah!!" Tora emosi sampai-sampai menunjuk Archie yang bahkan tak tertarik untuk membalas perkataanya.


Lama mereka diam dan saling tatap menatap.


"Tora!!"


Tiba-tiba Archie mendekat kearah nya, tapi Tora malah mundur dan terang-terangan menghindar.


Itu adalah reflek spontan alamiah mahluk hidup yang terekam jelas di otak mereka jika suatu kedaan yang memungkin mereka sedang terancam bahaya atau sedang terdesak. Rasa sakit atau trauma yang di timbulkan akan membuat mereka bereaksi spontan terhadap Ancaman. Seperti seekor kijang yang pernah tertangkap oleh singa jantan, lalu melepaskannya karena sang singa hanya mengganggapnya sebagai mainan, namun luka itu, rasa cakar dan gigi taringnya yang menancap, auman nya serta sensasi di kejar-kejar, akan membekas bahkan sampai seumur hidupnya. Itulah yang di rasakan Tora terhadap Archie.


Tanpa berkata apa pun, Tora berlari masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu itu kuat-kuat seperti habis bertemu setan.


Aku pun yang menyaksikan pemandangan itu hanya bisa terpana dari jauh, benar-benar karisma yang melemahkan mental seseorang.

__ADS_1


"Hah..menyebalkan!!" Runtuk Archie sembari menyibak rambutnya ke belakang dan berlalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2