
"Turunkan aku!!" Ucapku.
Tapi Archie tak mengidahkan ku dan terus menggendongku di tengah-tengah keramaian kampus.
Seluruh mata tertuju kepada kami berdua. Setelah unggahan yang menghebohkan itu tersebar, semua orang yang menyaksikan pemandangan itu hanya bisa menebak-nebak hubungan yang terjadi di antara kami berdua.
"Archie, turunkan aku. Kau masih sakit!!" Pekikku mencengkram dada nya.
Tapi dia tak memperdulikan ku, dan mengacuhkan tatapan anak-anak.
Lalu di ujung gerbang kampus aku melihat Dafa dan Dimas sedang bersama Hendri. Dan kini aku tahu kenapa Archie bisa sampai ada di sini.
"Tuan. Biar saya saja!!" Hendri tergopoh dan ingin mengambil alih tubuhku.
Tapi Archie langsung melibasnya dengan menunjukan ancaman lewat tatapan matanya.
"Minggir. Jangan ikut campur!!" Archie menggeram.
Seketika saja Hendri langsung ciut dan buru-buru membuka kan pintu mobil.
Sesampainya di rumah sakit.
"Archie, aku tidak apa-apa!!"
Tapi dia bersikeras menggendongku sampai menuju kamarnya rawat inapnya sendiri.
"Diem. Lu ga liat kalau kaki lu berdarah!!" Ucapnya menggeram.
Aku memang tak menyadarinya kalau seluruh tubuhku di penuhi oleh luka lecet, karena sebagian anak-anak tadi melempariku dengan kerikil dan batu.
Dia merebahkan ku di atas tempat tidurnya dan memerintahkan perawat untuk merawat dan membersihkan luka ku.
Namun baru beberapa detik dia melepaskan tubuhku di atas ranjang, seketika saja dia terjatuh sambil memegangi kepalanya sendiri.
*************
Besoknya.
"Mau kemana lu?"
__ADS_1
Aku terhenti di tengah pintu masuk.
Bagaimana bisa dia tahu kalau aku mau pergi sedangkan kedua matanya tertutup.
"Ahh..aku mau beli kopi di bawah!!" Ucapku sambil berbalik.
"Suruh Hendri yang beliin!!" Ucapnya.
Padahal aku keluar ingin menghindari pembicaraan dengannya, tapi dia malah menyadarinya dan memergokiku yang ingin pergi.
"Anya. Sini!!" Perintahnya.
Aku menghembuskan napas panjang dan berjalan ke arahnya.
"Kenapa lu suka bertindak semaunya dan membahayakan diri lu sendiri!?" Radio buruk pun di mainkan. "Kenapa lu ga ngasih tau gua apa yang terjadi dan bertindak sendiri tanpa memikirkan akibatnya!?"
Aku diam saja dan menggaruk wajahku sendiri. Gestur bersalah.
"Apa yang bakalan terjadi kalau seandainya Dimas ga ngasih tau gua kejadian yang sebenarnya, sedangkan lu berada di situasi yang berbahaya!!" Archie melanjutkan.
Aku memasang tampang masam sambil mencibirnya. Aku bisa melakukan semua yang ingin ku lakukan di hadapannya, dia tak kan melihatku karena kedua matanya sedang tertutup.
Aku membalasnya dengan menampakan gimik wajah mengolok-ngolok.
"Anya!!"
"Ahhh..."
Aku kaget bukan main saat pandangan ku teralihkan ke arahnya, ternyata dari tadi dia sudah membuka matanya dan memperhatikan tingkahku. Yang artinya dia melihat kelakuanku yang dengan jelas sedang mempermainkan omelannya.
"Gua ga bakalan biarin lu di sakitin siapapun!!" Ujarnya dengan nada menggertak.
Aku menundukan tatapanku dengan raut wajah menyesal sekaligus malu.
"Sekalipun orang itu udah berani nyakitin lu, gua bakalan ngelakuin hal yang lebih buruk lagi ketimbang yang dia lakuin ke lu!!" Ucapnya berapi-api.
Archie menarik rahangku dan mendekatkan nya ke arah wajahnya.
"Gua udah pernah bilang kan ke lu. Kalau gua ga suka kalau barang milik gua di sentuh maupun di usik orang lain."
__ADS_1
Aku diam dalam suasana serius penuh penekanan ini. Ku rasakan udara di sekitarku berlahan menyusut. seolah ada energi magis yang tanpa sadar Archie keluarkan disaat dia sedang bicara serius.
"Siapapun pelakunya, gua ga bakalan tinggal diam!!" Lanjutnya sambil melepaskan rahangku.
Aku meneguk liur ku sendiri karena tegang.
Ucapannya bukan hanya sekedar gertakan atau ancaman, melainkan kata-katanya adalah murni sebuah inti dari kebenaran, karena tepat dua hari setelah kejadian itu sesuatu yang menghebohkan terjadi di ranah kampus.
Dua hari kemudian.
"Oi, lu dimana?!" Dafa tiba-tiba menelponku dengan nada panik.
"Aku lagi di rumah sakit. Kenapa!!" Jawabku.
"Lu harus cepet-cepet ke kampus. Lu harus liat sendiri apa yang terjadi di sini!!" Ucapnya.
Aku menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan nada bicaranya, dan tanpa menunggu lama lagi, aku langsung pergi menuju kampus.
************
Sesampai di kampus, aku pun langsung mendapat kabar mengejutkan dari Dafa. Jika ternyata, orang-orang yang kemarin membuliku dari mulai para gerombolan wanita yang menumpahkan sekaleng soda padaku sampai orang-orang yang melempariku dengan sampah, semuanya tiba-tiba di berhentikan oleh pihak kampus karena melanggar tindak keras pendisiplinan.
Usut punya usut, Archie mengerahkan berbagai macam cara untuk menekan pihak kampus agar orang-orang yang membuliku di keluarkan dari sekolah. Jikalau pihak kampus menolak atau tidak setuju dengan perintah ini. Maka Archie akan membawa nama kampus ini ke ranah hukum dan menghujaninya dengan undang-undang yang berlaku di negara ini sampai tempat ini benar-benar binasa dengan tanah.
Dan seketika itu aku pun langsung menyadari jika orang-orang kaya nan berkuasa itu, ternyata lebih mengerikan dan menakutkan dari yang ku duga.
Namun akhir dari kisah tragis dan paling tragis dari kejadian ini adalah nasib sang provokator nya.
Anayah Yoona.
Dia menerima hukuman paling hina dan memalukan di antara para pelaku yang terlibat. Di depan semua orang dan juga di hadapanku, dia di paksa untuk berpidato dengan secarik kertas yang menyatakan kalau dirinya secara sengaja memfitnah ku, menghasut masa untuk membenciku, memberikan komentar jahat, dan berniat untuk mencelakakan ku karena satu hal.
"Saya merasa cemburu terhadap saudara Anya Arelista karena dia sering terlihat bersama Archie Yuaga di berbagai kesempatan setelah putus dengan saya. Saya jadi gelap mata dan memutuskan untuk menguggah postingan yang tak bertanggung jawab dengan harapan agar Anya Arelista malu dan di benci oleh semua orang. Saya melakukan itu atas kesadaran saya sendiri tanpa ada pihak yang menghasut ataupun mendesak saya melakukan perbuatan itu. Saya katakan sekali lagi kalau saya dari awal memang berniat buruk dan ingin mencelakakan Anya Arelista karena cemburu buta. Demikian pernyataan dari saya. Terimakasih atas waktu dan kesempatannya!!"
Itu adalah pernyataan tertulis yang di bacakan oleh Anayah Yoona di hadapan semua orang, di tengah lapangan kampus sambil menangis dengan suara parau dan hampir pinsan.
Dia menerima hukuman yang pantas di dapatkan oleh seorang pecundang pelaku playing victim. Anayah Yoona di jerat pasal berlapis tentang pencemaran nama baik, penganiayaan, dan juga cyber crime. Dia juga bernasib sama seperti para pengikutnya berupa hukuman di keluarkan dari sekolah dengan tidak hormat. Dan yang memprihatinkan nya adalah Archie juga menyita aset keluarganya berupa saham dan investasi besar, karena setelah di selidiki lebih dalam, ternyata ayahnya Yoona juga ikut mencemarkan nama baik ku ke sosial media dengan membayar orang-orang agar ikut berkomentar jahat tentang diriku, lalu menyebarkan berita palsu itu ke orang-orang luar.
Peristiwa itu menjadikan peringatan keras bagi siapa saja untuk tak main-main dengan pihak Yuaga. Apalagi mempermainkan orang-orang yang terlibat langsung di dalam kehidupannya.
__ADS_1
Meskipun Archie tak mengungkapkan secara langsung tentang hubungan kami, tapi semua orang tau dan mengerti jika aku mempunyai posisi paling penting di dalam kehidupannya.