Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kebenaran Di Balik Rasa Sakit Part 2


__ADS_3

"Karena paman ingat aku takut dengan kegelapan dan membenci suara petir di kala hujan. Maka paman memerintahkan anak buah paman untuk menutup mataku dan menyumbat telingaku. Apa paman pikir aku tak kan sadar kalau paman yang melakukan nya!!"


"Hhhh...hee...!!" Paisee terkekeh lagi dan menatap dalam kedua mata Archie.


"Paman pikir aku bisa di bodohi, meskipun kita tidak pernah bertemu selama belasan tahun, dan paman merubah penampilan agar tak ku kenali, apa paman pikir aku tak kan menyadari apa pun?"


Spontan Paisee tertawa lepas, dan tawa nya itu terdengar cukup keras hingga mengeluarkan air mata.


"Hah menyebalkan." Ucapnya sambil tertawa.


Lalu mereka berdua saling melemparkan pandangan nostalgia. Sedangkan aku, di sini hanya menjadi patung pajangan, tak tahu menahu, tak mengerti apa pun.


"Dasar anak nakal. Ternyata aku tak bisa menganggap enteng kalian berdua." Ucap Paisee dengan terus terkekeh dan memegangi kepalanya sendiri.


"Seperti yang paman harapkan!!" Balas Archie sembari tersenyum manis.


"Padahal ku pikir, aku bisa bermain lebih lama lagi dengan kalian." Ucapnya sambil berdiri dan membenarkan topi koboi nya. "Tapi ternyata kalian lebih pintar dari apa yang ku bayangkan!!"


"Jangan terlalu kecewa paman?" Balas Archie yang juga berdiri dan menyilangkan tangannya di dada.


Paisee tak menyela, sebaliknya dia malah menampakan raut wajah lega.


"Nah, katakan. Apa yang paman lakukan di sini?" Archie masuk ke dalam inti pembicaraan.


Senyuman dari wajah Paisee berlahan memudar, dia menatap lekat aku dan Archie secara bergantian, lalu mengibaskan mantelnya agar bisa duduk di ujung bahu kursi.

__ADS_1


"Aku benar-benar tak bisa mati dengan tenang, anak ku Archie!!" Ujarnya lalu mengangkat kepala nya ke atas dan menyilangkan ke dua tangannya di dada. "Aku tak bisa melepaskan mereka yang telah menghianatiku, sementara aku terkubur menanggung semua dosa-dosa mereka!!"


"Omong kosong apalagi yang ingin paman katakan?!" Archie membalas perkataan Paisee dengan senyum smirk, "katakan, kemana saja paman selama ini, kenapa paman melarikan diri seperti pengecut, lalu membuat kematian palsu seakan-akan hidup seperti sampah..."


"Konisuke membesarkanmu dengan sangat baik!!" Potong Paisee spontan, "dia benar-benar menciptakan seorang monster."


Archie menghela napas, "bukan ayahku!!" Dia melaju selangkah dan menatap lekat kedua mata Paisee. "Paman yang membuatku seperti ini."


"Apa yang kalian berdua katakan?" Tiba-tiba aku menyela pembicaraan mereka berdua.


Mereka langsung memalingkan tatapannya ke arahku.


"Apa yang kalian bicarakan dari tadi?"


"Sepertinya, kau dan istrimu ini butuh penjelasan!!" Ucapnya dengan santai memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel. "Ini akan menjadi kisah yang panjang!!"


Aku dan Archie saling bertatapan.


"Aku akan mulai dari kisah lampau, di mana rasa sakit menjadi kehendak nasib. Lalu bergulir menjadi pengorbanan yang tak seharusnya ku tanggung sendiri."


Paisee lalu mengisahkan persahabatan antara dirinya, Ayahnya Archie, dan juga seseorang yang bernama Arlangga Tiam secara terperinci.


Sewaktu SMA, Ayahnya Archie adalah seorang kutu buku yang tak senang bergaul, lalu Arlangga Tiam merupakan siswa populer yang banyak di gandrungi banyak gadis karena ketampanannya, sedangkan dirinya Paisee adalah seorang berandal yang suka membuat keributan dan menantang duel siapapun yang membuat masalah. Meskipun mereka bertiga mempunyai banyak perbedaan dari sifat dan kesukaan, tapi persahabatan mereka terlihat sangat dekat dan menyayangi satu sama lain.


Sampai akhirnya mereka bertiga lulus secara bersamaan dan mulai merencanakan masa depan.

__ADS_1


Yuaga Konisuke merupakan anak konglomerat yang sangat berkuasa di negaranya namun sejak beberapa bulan terakhir orangtuanya malah terjerat hutang yang sangat besar, sehingga mengakibatkan perusahaan yang telah di rilis keluarganya secara turun temurun itu terancam bangkrut.


Arlangga Tiam merupakan anak dari pasangan aktris dan aktor terkenal, dia juga di berkahi oleh kekayaan yang melimpah ruah karena penghasilan orangtuanya yang mendapatkan bayaran yang sangat mahal tiap bermain peran. Namun semua itu kandas di tengah jalan setelah skandal perselingkuhan ibunya yang tercium oleh media, tiga bulan sebelum Arlangga Tiam menyelesaikan bangku SMA, orang tua nya bercerai dan dia pun terpuruk seorang diri di dalam kehancuran.


Sedangkan dirinya, Paisee adalah manusia biasa dengan otak rata-rata homosapiens pada umumnya, tak menonjol, tak punya prestasi, tak punya kekuasaan, kemahiran satu-satunya adalah berkelahi dan membuat onar.


Namun di antara mereka bertiga, sebenarnya Paisee lah yang banyak berperan dalam menyehatkan raga mereka berdua, karena Paisee adalah manusia normal yang tumbuh di lingkungan keras penuh perjuangan, maka setiap kali Konisuke atau Arlangga dalam kesulitan, Paisee yang akan selalu datang dan menghibur mereka berdua.


"Aku bahkan ingat, pernah hujan-hujanan dengan halilintar menyambar-nyambar di kepalaku, tapi aku terus mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga, karena menghawatirkan keadaan mereka berdua yang ingin terjun ke sungai yang meluap-luap!!" Kelakarnya sembari terkekeh dengan wajah memerah. Lalu dia menghembuskan napas panjang dan melihat langit-langit. "Seharusnya, ku biarkan saja mereka berdua mati."


Paisee kembali melanjutkan kisahnya.


Setelah kedua sahabatnya sama-sama mengalami kehancuran di saat yang hampir bersamaan, Paisee sebagai seorang sahabat yang mampu di andalkan, menampung mereka berdua untuk tinggal di rumahnya, dan mendiskusikan masa depan bersama-sama.


Mereka bertiga tak melanjutkan kuliah karena memang tak punya harapan untuk melanjutkan pendidikan, di samping karena tidak punya biaya, mereka juga tak pernah mengikuti tes lanjutan ke universitas.


*Di jepang, siswa SMA akan melakukan tes tertulis yang nantinya akan menjadi acuan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas, sistemnya adalah lulus dan mampu, jika nilainya mencukupi syarat dan masuk standar universitas yang di tuju, maka setelah lulus SMA mereka akan langsung di terima.


Demi menyambung hidup, akhirnya mereka bertiga rela bekerja serabutan siang dan malam sebagai kuli bangunan, kadang kala kalau tak lelah mereka juga memunguti sampah di pembuangan dan menjualnya ke pengepul untuk di jadikan cuan.


Selama hampir setengah tahun mereka melakukannya tanpa sedikitpun mengeluh di tengah kesusahan, namun pertemuan dengan seseorang merubah hidup mereka bertiga secara ajaib.


Di tengah badai salju nan lebat, Konisuke sang kutu buku membopong seorang gadis bule yang tersesat karena tak tahu jalan pulang. Karena Konisuke mampu bicara dalam 7 bahasa dunia sekaligus, maka setelah di telisik, ternyata perempuan itu adalah putri bangsawan jerman yang tersesat karena terpisah dari keluarganya yang sedang berlibur.


Dan siapa sangka, pertemuan tak terduga itu merubah hidup mereka bertiga untuk selamanya.

__ADS_1


__ADS_2