
^^^Illenium-Crawl Outta Love^^^
^^^(Feat. Annika Weels). BGM.^^^
We were so bright
Standing in the sunlight
Never got burnt, we were alright
Had that easy kind of love and I let it in
For a moment
Felt like we were floating
Baby, I swear, we were golden
It was easy, natural as breathing air
And when the sky went dark
You think I would have known
Before we let it get this far
I should have let you go
Now I gotta crawl outta love
Now I gotta crawl outta love
It's so fucking easy to fall in
But now that this ain't what you promised
And tell me how to crawl outta love
Tell me how to
Now I gotta crawl outta, crawl outta love
Tell me how to
Now I gotta crawl outta, crawl outta love
Got your words right
Always knew what to say in our fights
Look at us now, hard as I try
I get halfway up the wall and you pull me down
And when the sky…
"ANYA!!"
Panggil Archie teriak di kupingku setelah berhasil mencopot aerpods yang aku gunakan.
"Apa sih!"
"Gua panggil-panggil dari tadi" Ujar nya memasang earpods ku satunya di telinganya kanannya.
Lalu dia bergerak mengikuti irama lagu yang sedang kami perdengarkan bersama, sambil duduk menghadap ke arahku yang sedang membaca.
"And when the sky went dark You think I would have known Before we let it get this far I should have let you go." Senandungnya mengikuti Lyrik lagu yang sedang ku perdengarkan.
Kamp*ng, kenapa suaranya malah bagus!!
Sumpah bule ini tambah bikin insecure.
"Now I gotta crawl outta love Now I gotta crawl outta love It's so fucking easy to fall in But now that this ain't what you promised."
Dia langsung memegang kedua tanganku dan berpura-pura sedang menghayati isi makna lagu yang sedang di putar.
"Tell me how to crawl outta love." Lanjutnya menyenandungkan Lagu yang kami perdengarkan bersama.
DEG...
Gawat!!
Aku tidak bisa melihat pemandangan ini lebih lama lagi!
Hatiku tidak akan kuat.
Aku bisa saja jatuh cinta.
"Muka lu merah!" Ujar nya membuyarkan lamunanku yang menatapnya tak berkedip di hadapan ku.
"Ahh..enggak!!" Jawab ku sembari meraup wajahku sendiri dengan kedua tangan.
"Lagi baca apaan?"
"Cuman majalah design interior terbaru!!" Jawab ku sambil menggeser posisi duduk ku untuk sedikit bersandar ke belakang kursi.
__ADS_1
"Liat dong!"
Dia langsung mengambil paksa majalah yang ku pegang.
Aku langsung panik karena yang sebenarnya ku baca merupakan kertas corat-coret mengenai hari bagaikan neraka yang setiap hari ku lalui bersamanya.
Graab...
Ku ambil kembali paksa majalah tersebut dan menyembunyikannya di belakang ku.
Dia hanya menatap bingung pada kelakuan ku yang tiba-tiba saja merebut kembali majalah itu dari nya.
"Whats wrong?" Tanya nya merangkak mendekat kehadapan ku.
Aku memegang erat-erat majalah yang ku sembunyikan di balik tubuhku, akan gawat kalau dia membaca kertas coret-coret ku karena begitu banyak cacian yang ku layang kan untuk nya yang berasal dari jenis-jenis binatang melata sampai spesies yang sudah punah.
"Gak kenapa-napa?" Jawabku bermuka cemas luar biasa.
Dia merangkak semakin mendekat kearahku sampai akhirnya tubuhku berada di bawah tubuhnya.
"Lu lagi nyembunyiin apaan dari gua?" Tanya nya membuatku terpojok di bawah tubuhnya.
"Hei. Kita kan lagi pacaran, posisi seperti ini malah kayak lagi kurang pantas kalau di anggap tindakan pacaran!!" Ujar ku mencari alasan.
"Lu lupa kalau gua bule. Gaya pacaran gua tuh di atas ranjang!!" Jawabnya ngeles.
"Tapi kan kamu udah mualaf. Gaya pacaran orang indonesia itu belum boleh ngapa-ngapain kalau belum nikah!!"
"Tapi kan kita udah nikah!"
"Aaaakk..." Ujar ku yang tak bisa berkata-kata lagi, karena memang apa yang dia katakan adalah benar. Malah seperti nya aku yang terlihat bodoh menjelaskan hal yang sudah jelas.
"Tapi kan kita setuju buat jalanin hubungan ini pelan-pelan!!" Ujar ku yang kembali mendorong dadanya saat tangannya memegang sandaran kursi yang ada di belakang ku.
"Pelan-pelan tuh harusnya gimana. Gua kan setuju buat gak ngelakuin yang aneh-aneh sama lu, bukan berarti gua gak boleh pegang-pegang lu ya kan." Jawabnya tersenyum nakal di dekat wajahku.
Graabb...
Dia mengambil kembali majalah yang ku sembunyikan di balik tubuhku, dan langsung berdiri di atas sofa membuka majalah itu.
"Balikin ga!" Tukas ku sambil ikut berdiri dan berusaha mengambil majalah itu dari genggaman tangannya.
Tapi dia malah mengangkat majalah itu tinggi-tinggi setinggi pucuk ujung tangannya.
"Ha..ha..ha!!" Ledeknya karena aku tak bisa mencapai pucuk tangannya.
Ssraahh....
Tiba-tiba selembar kertas terjatuh dari dalam majalah yang sedang kami berdua perebutkan dan jatuh tepat di atas wajahnya.
"Jangan di baca!" Reflek ku cepat dan langsung menyobek kertas itu hingga menjadi terpotong berkeping-keping dan membuangnya ketempat sampah.
"Apaan sih tuh. Ampe gua gak boleh liat!!"
"Kamu gak perlu tau!"
"Kontak nomor HP cowok!" Tebaknya.
"Bukan!"
"Daftar cowok yang pengen lu deketin." Tebaknya lagi.
"Apaan sih!"
"Nama-nama cowok ganteng!"
"Bukan!" Jawabku.
"Gambar cowok telanjang!"
"Aku gak mesum kayak kamu!" Teriak ku.
"Nulis surat cinta buat gua." Dia menjadi.
"Gak ada satupun tebakan kamu yang benar!!"
"Terus apaan?" Tanya nya dan duduk kembali di atas sofa.
"Gak ada apa-apa. Kamu gak perlu tau!!" Jawab ku lelah dan duduk di sofa bersamanya.
"Geser dong!" Ujarnya sambil menarik tubuh.
Sofa di ruang baca atau di ruang belajar tergolong cukup besar, mirip seperti kasur yang punya senderan.
Lalu dia berbaring di sebelahku dengan menyenderkan kepalanya di atas pundak ku sembari melihat majalah yang sedang ku pegang.
"Gua boleh pinjem pundak lu kan!" Tanya nya meminta izin kepadaku.
"Si-silahkan!" Jawab ku malu-malu sambil membalik majalah yang ku baca.
"Seharian gua gak pernah istirahat, sekali nya istirahat gua cuman makan doang terus kerja lagi. Di kantor sekarang lagi sibuk-sibuknya masalah sistem yang bulukan ampe di retas ama orang beg* yang pengen ngancurin perusahaan gua, di tambah tugas di kampus yang numpuk ampe gua gak bisa merem buat sejam aja!!" Dia curhat, dan betapa menggemaskannya saat melihatnya berceloteh dengan mata terpejam.
"Bisa juga ya ternyata lu capek, kirain ga bisa!!" Ledekku sambil tertawa kecil.
"Gua ini kan human, bukan alat transportasi." Jawabnya dengan nada lemas.
__ADS_1
"Kasian!" Ledek ku lagi sambil tertawa.
"Puk puk dong!" Pintanya memelas.
"Apasih!!"
"Satu, dua.."
Aku langsung mendaratkan tanganku menyentuh kepalanya dan menepuk pelan ubun-ubunnya.
Tiba-tiba dia memeluk tubuhku dalam satu lingkaran lenganya di ikuti kakinya yang juga memeluk pahaku.
^^^SLANDER - Love Is Gone^^^
^^^Feat. Dylan Matthew. BGM.^^^
"Don't go tonight
Stay here one more time
Remind me what it's like, oh
And let's fall in love one more time
I need you now by my side
It tears me up when you turn me down
I'm begging please, just stick around
I'm sorry, don't leave me, I want you here with me
I know that your love is gone
I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy
Don't tell me that your love is gone
That your love is go...ne...Hhhhhgggg.."
Dia menyanyikan sepenggal lagu yang sedang kami perdengarkan bersama yang menggema di telinga kami berdua, di akhiri oleh nafas dengkuran tidurnya yang terasa sampai ke tengkuk leherku.
Entah mengapa, air mataku keluar saat dia menyanyikan sepenggal lyrik lagu yang kami perdengarkan bersama dan di akhiri oleh dirinya yang terlelap dalam pelukannya yang menautkan seluruh tubuhku.
Aku cepat-cepat mengusap air mataku, dan menutup kedua mataku dengan telapak tangan ku.
Tidak mungkin!
Tidak! Tidak! Tidak!
Aku tidak mungkin benar-benar mencintainya.
Kenapa aku begini!
Air mataku terus mengalir, aku tidak bisa berhenti menangis.
"Tenang, tenang!!" Gumam ku sambil mencopot aerpods yang masih menempel di telingaku, dan menghapus seluruh air mata yang tersisa di pelupuk mataku.
Dia terlihat sangat nyaman memeluk tubuhku dan menyandarkan kepalanya di pundak ku. Tak tega rasanya bila aku membangunkan nya di saat dia baru saja mulai tertidur, apalagi dia bercerita kalau hari-harinya sangat melelahkan.
Aku menghembuskan nafas tertahan ku dan ikut memeluk tubuhnyam
************
"Hhhoooaammhhh....."
"Buset, gede amat! Dah kayak hippopotamus." Ujar Laila yang memperhatikan mulut besar ku yang menguap sehingga ia samakan diriku dengan kudanil.
"Aku benar-benar ga bisa tidur dengan nyenyak semalam!!" Ucapku sambil memukuli tubuhku sendiri.
Karena kaku di peluknya semalaman suntuk, di tambah tubuhku yang tak bisa bergerak dengan bebas. Akhirnya aku tak bisa tidur dengan benar, karena di saat aku bergerak sedikit saja dia akan memeluk tubuhku lebih erat lagi.
"Begadang lagi, mata lu juga bengkak, kayak lagi abis nangis!" Tanya Laila.
"Emang keliatan yah!" Ujar ku sambil bercermin di layar HP ku.
"Lu beneran semalam abis nangis?" Tanya Laila.
"Gua nangis karena dengerin lagu sedih!" Jawabku sambil di iringi tawa basi.
"Gak percaya gua. Paling ada yang bikin lu gak nyaman makannya lu nangis."
"Aku cuman ga tau perasaan ku sebenarnya gimana ke dia!" Jawab ku.
"Laki lu yang tanda kutip bukan Archie itu?" Tebaknya peka.
"Di sisi lain aku gak mau terus bersamanya karena dia yang membuatku menderita, tapi di sisi lain aku malah gak ingin dia pergi jauh." Jawabku sambil menutup wajahku dengan telapak tangan.
"Lu kebanyakan nonton sinetron yang lagi viral!" Responnya menyentil jidat ku.
-
-
Author saran kan untuk mendownload BGM (background Music) melalui apk musik masing-masing ya bund. Agar mendapat pengalaman membaca yang lebih baik.
__ADS_1
makasih😹