Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Yang Terlihat Part 4


__ADS_3

Entahlah apa yang telah ku pikirkan, kenapa aku langsung saja menyetujui rencana Archie semudah itu. Namun yang pasti tak kan ada yang berubah kalau kami berdua hanya menunggu dan tak berbuat apa pun.


"Lu siap?" Tanya Archie membenarkan dandanannya sembari memegang tanganku.


"Aku siap?" Ucapku pasti.


***************


3 hari yang lalu.


Archie merapal pesan yang tertulis di materi fotokopian itu dan menyalinnya ke dalam sebuah kertas.


"LINDUNGILAH DIA YANG KAU CINTAI, pesan pertamanya memang merujuk kepadamu, karena sejauh ini apa pun yang ku lakukan itu selalu berpusat kepadamu!" Ucapku menunjuk bait pertama dari pesan tersebut. "Lalu ini, MUSUHMU BERASAL DARI ORANG YANG SAMA DENGAN KU, berarti dia sedang membicarakan seseorang yang bekerja sama dengannya!"


Archie terlihat mengangguk dan terus memperhatikan salinan dari pesan rahasia.


"PERISTIWA KEDUA ADALAH PELAKU YANG SESUNGGUHNYA." Gumamnya membaca bait ketiga dari pesan tersebut. "Apa dia lagi ngomongin kejadian waktu di restoran?" Ucapnya terlihat berfikir keras.


"Kejadian di restoran?" Ujarku, "Maksudmu, di tempatnya Rio?."


"Mereka memang menargetkan untuk melenyapkan gua tapi bukan itu tujuan sebenarnya!!" Jawab Archie.


"Bukan, lalu apa?"


"Gua rasa mereka hanya sedang mengetes seberapa kuat kekuatan yang kita punya buat ngelawan orang sebanyak itu. Karena mereka pun sebenarnya udah mati kutu dari peristiwa pertama." Jelasnya.


"Peristiwa pertama itu, adalah.."


"Waktu lu di jalan bareng Hendri dan Sakurai yang tetiba kalian di serang ama sekelompok orang yang ga dikenal," Jawab Archie. "Tapi seperti yang di tuliskan oleh pesan rahasia tersebut, kalau musuh kita yang sebenarnya adalah dalang dari peristiwa yang kedua, yang berarti pada peristiwa pertama mungkin ada kaitannya dengan Libiru."


"Maksudmu, Libiru yang merencanakan penyerangan itu pada peristiwa pertama?" Tanyaku dengan debaran jantung yang tak karuan.


"Melihat isi dari pesannya, gua rasa iya!" Jawab Archie tanpa ragu.


Sekali lagi, perasaan sakit ini merasuki dadaku sampai rasanya seperti ingin pinsan. Di fikir bagaimana pun, tindakan Libiru benar-benar di luar pemikiran.


"DANAU HIJAU DI SEBELAH BUKIT MUTIARA?" Lanjut Archie menunjuk bait pesan yang ke-5. "Menurut lu ini apaan?" Tanyanya.


Ku perhatikan isi pesan terakhir yang berbunyi 1234788 42284 173747 SEPUTIH BULU ANGSA.


"Aku rasa ini berhubungan dengan tempat atau markas rahasia mereka, karena dia memberikan beberapa bait kode yang mirip seperti kode berangkas atau kata sandi sebuah ruangan." Ucapku.


"Hhhhhh...cara pikir lu cepet juga!" Ujar Archie memujiku. "Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran gua ampe sekarang?"


"Apa?" Tanyaku penasaran.


"Sabiru?" Ucapnya dengan mata haus akan rasa penasaran. "Apa keterlibatan dia selama ini, kalau ga ada kaitannya sama sekali dengan rencananya Libiru!"

__ADS_1


****************


Tok tok tok...


"Bener ga sih ini tempatnya?" Ucap Archie menepuk nyamuk yang hinggap di wajahnya, "Tempatnya ga banget, kok gua baru tau ada kosan yang mencurigakan gini di bawah jembatan." Keluhnya memandangi sekitar yang terlihat kumuh dan suram.


"Kalau ga salah sih, ini emang tempatnya!!" Ujarku dan terus mengetuk pintu rumahnya.


Sayup-sayup terdenger seseorang yang berjalan menghampiri pintu.


Ceklekk...


Pintu terbuka dan terlihatlah sosok tuan rumah yang menghuni tempat tersebut. Wajahnya begitu lemas dan di hiasi kantong mata yang menghitam, tubuhnya kurus dan tak bertenaga bahkan dengan tampilannya yang hanya memakai celana kolor motif kotak-kotak dan bertelanjang dada, dia mirip sekali pengangguran yang sangat cocok dengan representasi tempat yang dia huni.


"Jadi kalian ada perlu apa ampe dateng kemari?" Tanya Dafa yang duduk lesehan di tikar anyaman sintetis sembari merokok dan menjamu kami berdua dengan dua gelas teh hangat yang di sajikan mirip seperti wadah sesajen.


"Selain informan ternyata lu juga berprofesi sebagai dukun!!" Ucap Archie dengan gamblang.


"Gua lahir sunsang jadi bisa ngobatin orang yang lagi ketulangan, sakit gigi, diare di sertai bocor-bocor, mimisan ga berenti, bisulan, demam tinggi, turun berok, haid ga lancar, dan banyak lagi." Jawabnya tak menyangkal. "Jadi kalian ngapai kesini, pen minta jampi-jampi juga."


Aku langsung melempar buku sketsa gambar yang ku curi dari kamar Sakurai. "Kita bedua lagi butuh bantuanmu!" Ucapku dengan nada serius.


".............."


"Jadi karena itu kalian berdua milih bertindak sendiri dan ga ngelibatin siapa pun dalam petunjuk besar kayak gini." Respon Dafa setelah mendengar penuturan dari kami berdua.


"Terus, gimana kalau ternyata orang yang berkhianat itu gua, gimana kalau ternyata gua yang selama ini ada di balik kejahatan ini." Ucap Dafa yang langsung membuat ku terperanjat karena penuturannya.


Tak terkecuali Archie, dia bahkan tak menunjukan ekspresi apa pun setelah mendengar penuturan Dafa. "Lu ga bakalan sempat!" Ucap Archie dengan tampangnya yang dingin. "Lu bakalan langsung mampus, sebelum lu bisa ngingat kejadian 2 detik yang lalu!" Matanya melotot menatap Dafa dengan niat mengancam.


Dafa yang menerima tekanan kuat dari Archie secara langsung, meneguk liur nya sendiri karena ketakutan. "Heh, canda kak, Mana berani gua berhianat," Ucapnya. "Lagi pula gua ga bakalan berani macem-macem kalau imbalannya sepandan, ga ada yang bisa ngalahin karya seni buatan Mas Eko." Jawab Dafa menepuk-nepuk buku kanvas karya seni Sakurai.


"Awas aja lu, gua jadiin ayam geprek lu." Timpal Archie tak puas.


"Gomen kak, canda doang kok!!" Dafa memelas.


"Nah balik ke topik, kau harus membantu kami secepatnya untuk menemukan lokasi Sabiru!!" Ucapku menengahi perdebatan di antara mereka.


"Kasih gua waktu 5 hari buat ngelacak lokasinya secara langsung!!" Jawab Dafa menghembuskan asap rokoknya sembari melihat monitor laptopnya.


"Kelamaan," Potong Archie. "2 hari!" Tawar Archie dengan nada mendikte.


"Mana bisa kalau 2 hari mah, 4 hari deh!!" Dafa balik menawar.


"2 hari!!" Archie kekeh.


"Yaudah 3 hari deh, gua bakalan usahain yang gua bisa!!" Dafa menjatuhi tawaran terakhirnya.

__ADS_1


"Okey, 3 hari!!" Archie menyetujuinya. "Gua tunggu kabar dari lu 3 hari lagi, kalau lu ingkar janji, gua ga bakalan segan-segan buat nyuruh Sakurai berenti berkarya." Ancam Archie.


"Janganlah kak, huuueeeeghhhh...gua janji 3 hari kelar kak, jangan rusak Mas Eko lah kak, dia adalah sumber kehidupan gua!!" Rengek Dafa yang mulai menunjukan jati dirinya.


"Mangkanya," Archie mendekat ke sisi Dafa. "Kerjain dengan bener!!" Tegas Archie mengintimidasinya.


***************


3 hari kemudian.


"Gua uda dapet kabarnya, jadi hari ini Sabiru bakalan ada di salah satu rumah bordilnya yang berada di kawasan hotel Jabarang Green Suite, dia bakalan nyampe di sana sekitaran jam 9an, menurut kabar yang beredar biasanya dia sering nyobain langsung cewe-cewe yang baru beberapa hari kerja di situ, bikin iri aja anjir.."


"Fokus bangs*t, abis itu apaan?" Teriak Archie di dalam panggilan telepon.


"Sabar lah kak!!" Jawab Dafa yang tertekan. "Gua udah atur akses buat masuk ke dalem, tapi masalahnya Sabiru sering berada di luar wilayah yang ga banyak terpantau oleh orang-orang di luar, yang berarti dia berada di tempat rahasia yang cuman ada segelintir orang yang bisa masuk!!" Jelas Sakurai.


"Mengenai itu, gua udah punya rencana tersendiri!!" Balas Archie dengan nada yakin.


**************


Dan di sinilah aku berada, memakai lingerie seksi berwarna hitam dengan renda bunga yang hampir mengekspose pakaian dalamku, bersama belasan wanita malam yang menunggu di panggil untuk memenuhi hasrat hidung belang, semuanya merupakan para wanita yang baru saja ingin bekerja di tempat ini, termasuk juga aku.


Tanganku mulai gemetar, karena sampai saat ini Archie belum datang juga untuk Membantuku, bagaimana kalau dia tidak datang lalu aku terpaksa melakukan sesuatu yang tak seharusnya ku lakukan. Pikiran-pikiran buruk akan kegagalan misi ini terus berkecamuk di dalam otakku.


Sampai tiba-tiba Mami mucikarinya mengumumkan bahwa malam ini akan ada seorang lagi yang akan bergabung bersama kami dalam mengemban tugas baru sebagai wanita malam.


Dia muncul di balik tirai, dia bule tapi auranya terdapat kesan oriental, wajahnya cantik dengan riasan full make up dan bibir merah merekah, badanya besar dan tinggi, kulitnya putih seputih kapas, rambutnya pirang terurai sampai dada, di balik lingerie merah yang dia kenakan terdapat samar-samar tubuhnya yang terlihat kekar. Namun tetap saja, di lihat sekilas pun anak baru ini tetap cantik bak super model.


"Cantik banget, bisa-bisa kita ga dapet apa-apa malam ini!!" Bisik-bisik para wanita yang ada di sekitarku saat menatap wanita itu.


Wanita itu tiba-tiba menyerobot dan berdiri di sampingku sembari mencodongkan tubuhnya agar bisa bicara pelan di dekatku.


"Gimana penampilan gua!?" Tanyanya.


Aku langsung terlonjak setelah sadar siapa dia sebenarnya.


"Archie!!" Pekik ku karena kaget.


Archie langsung menutup mulutku agar tak terdengar oleh orang-orang di sekitar. Bikin insecure, bisa-bisanya dia berdandan lebih cantik dari wanita tulen.


"Tenang, gua disini!!" Ujarnya sambil menggenggam tanganku.


Tak lama kemudian para wanita di persilahkan untuk keluar, namun Mami mucikari memberikan kepada kami satu-satu sebuah topeng pesta agar tamu-tamu yang ada di luar sana semangkin penasaran dengan sosok kami yang sebenarnya.


"Lu siap?" Tanya Archie membenarkan dandanannya sembari memegang tanganku.


"Aku siap?" Ucapku pasti.

__ADS_1


__ADS_2