
Semua orang terperanjat, karena tiba-tiba Tora meloncat dari tempatnya dan langsung menerjang Archie secara membabi buta, dan arah tembakan yang di lontarkannya meleset jauh melewati kaca jendela.
"Lu gila ya!!" Pekik Tora memegangi pergelangan tangan Archie.
Padahal jika saja Archie tak mengalihkan arah senjata apinya, bisa saja Tora yang meregang nyawa.
"Lu ngapain b*go!!" Jawabnya kesal karena terkapar di atas lantai.
"Kenapa lu bisa semudah itu ngembunuh orang!!" Tora emosional, "gimana nasib adek gua, kenapa lu ga mikir ampe kesana?"
Archie tak bereaksi dia hanya memandangi Tora tanpa berkedip.
"Kalau dia mati, lu pikir gua bisa ketemu adek gua.."
"Kalau si bed*bah itu mati, lu pikir apa yang bakalan berubah!!" Jawab Archie tanpa perasaan.
Tora diam dan tertegun.
"Emangnya lu pikir, kita semua bakalan bisa keluar hidup-hidup kalau ga ngebunuh keparat b*jingan itu. Di situasi kayak gini, lu pikir nyawa orang sebanyak ini bisa di tukar dengan nyawa adek lu."
Berlahan Tora melepaskan kekangannya dari pergelangan tangan Archie dan menatapnya dengan pandangan searah.
Tora yang sudah kehilangan banyak hal selama sisa hidupnya, menganggap kalau perkataan maupun perbuatan Archie merupakan tindakan yang di luar batas kewajar pemikiran manusia. Archie membunuh orang tanpa ragu dan tak perlu menimang-nimang norma hukum manusia, archie juga tak pernah memikirkan perasaan orang lain meskipun itu menyakitkan. Bagi Tora, orang seperti Archie sama halnya dengan duri di dalam daging. Tora merasa kalau Archie tak ada bedanya dengan Libiru yang telah merenggut segalanya dari hidupnya.
Grreepp...cklaakk...
Spontan Tora bertindak berlebihan. Entah apa yang ada di dalam pikirkan, tiba-tiba dia mengambil pergelangan tangan Archie dan mengarahkan senjata api itu tepat ke kepala nya sendiri.
"To-Tora!!" Anak-anak histeris dan berteriak, karena mereka tak menduga kalau kejadiannya akan seperti ini.
__ADS_1
"Lu ngapain anj*ng!!" Archie kehilangan kesabaran.
"Kalau bagi lu nyawa adek gua ga penting, berarti nyawa manusia di dunia ini ga ada yang penting!!" Ucap Tora dengan mata berkilat-kilat karena genangan air mata di balik netranya.
Archie hanya diam dan memandangi Tora tanpa rasa mengalah.
"Kalau menurut lu adek gua pantas mati demi nyelamatin orang-orang yang ada di sini, berarti nyawa gua juga ga ada gunanya!!" Pekik Tora sambil menangis.
Archie tak gentar, dia bahkan memandangi Tora tanpa ekspresi.
"Bunuh gua sekarang juga!!" Ucap Tora sambil mengepalkan senjata api dalam genggaman Archie.
"TORAAA...!!"
Anak-anak panik dan histeris.
Sialan, situasi macam apa ini kenapa semuanya jadi kacau.
"Archie, bunuh gua..bunuh!!" Tora mendesak Archie seperti halnya menyuruh orang lain memilih jembatan bambu yang akan rubuh.
Tapi seperti halnya Archie yang ku kenal, dia tak pernah mengalah untuk apa pun, tak sedikitpun terlintas perasaan apapun dari ekspresi wajah datarnya.
"Plis, bunuh gua. Gua udah ga tahan lagi hidup kayak gini, gua ga bisa.."
Tiba-tiba Tora terkulai lemah dan melepaskan dorongan tangannya untuk menyuruh Archie menodongkan senjata api ke kepalanya.
Seiisi ruangan ini tiba-tiba hening setelah mendengar rengekan yang di lontarkan Tora. Dia terlihat amat sangat menderita sampai-sampai siapun yang melihatnya akan berbelas kasihan.
"Gua ga sanggup, tolong bunuh gua.." Tora terus merengek seperti ingin di belikan mainan. Entah apa yang ada di kepalanya, namun yang ku tahu, dia sudah menyerah untuk segalanya, dia melakukan ini karena putus asa.
__ADS_1
Archie mengangkat pandangannya ke atas dan menarik napas. Lalu dia melihat ke arahku yang menyaksikan semuanya yang terjadi.
Tanpa di duga-duga, Archie melempar senjata apinya ke arah pria itu dan meluncur tergeletak di ujung sepatunya.
Seisi ruangan ini terperanjat, dan melihat ke arah Archie dalam pikiran campur aduk.
"Seperti yang gua bilang sebelumnya," ucap Archie sambil berdiri di depan Tora yang menyedihkan. "Ga ada yang bakalan berubah kalau mati."
Tora terhenyak dan menatap Archie dari sudut paling menyedihkan, selayaknya sang raja yang membebaskan budak dari kesengsaraan.
"Dunia bakalan terus berputar, hari ini lu mati, di kubur, terus di lupakan, ga ada orang yang bakalan ingat apa yang pernah lu lakuin meskipun lu ngaku jadi orang yang paling menderita di dunia ini." Dia mengulurkan tangannya kepada Tora.
"Tapi sebaliknya." Lanjut Archie lagi, "Orang-orang jahat yang pernah jahatin lu bakalan terus hidup, mereka tertawa, bahagia, bernapas, berkembang biak seenaknya, bahkan mereka lupa kalau mereka pernah nyakitin orang." Lanjut Archie.
Tora diam mendengarkan dan menatap tangan Archie yang menjuntai di hadapan wajahnya.
**************
Tindakan Archie yang terakhir membenarkan kalau kami sudah menyerah dan tak akan melakukan perlawanan. Sebagai jaminan atas tindakan kami, mereka akan tetap menahan Ruana agar kami tak melarikan diri.
Krieeett.....
Pintu besi itu di tutup dari luar, dan kami ber-11 terkunci di dalam ruangan yang sama.
Mereka semua sontak melihat ke arahku, dengan pandangan searah dengan perasaan yang sama-sama berkecamuk di dalam dada.
Lalu aku pun tersenyum dan memandangi mereka satu persatu.
"Rencana kita, sukses besar!" Ucapku.
__ADS_1