
Dia tersedak beberapa kali karena darah yang memenuhi mulutnya masuk ke dalam kerongkongannya, dan sebagaian lagi mengucur melewati dahinya. Keadaanya sebenarnya sudah sangat parah, tapi dia memaksakan diri dan melanjutkan pidatonya.
"Pertama. Aku dan Sabiru adalah satu orang, dan semua hal yang pernah aku katakan tentang keluarga yang mengadopsiku dan sebagainya adalah sebuah kebohongan. Aku merencanakan itu untuk mengecoh kalian semua. Tapi tak sangka, jika orang yang sudah mati itu hidup kembali dan membongkar identitasku!!"
Libiru menatap tajam pada Paisee yang tak pernah beranjak dari posisinya sejak datang kemari.
"Kedua. Benar aku adalah Hiro Todoroki pendiri INFER yang di cap sebagai buronan yang paling di cari. Aku melarikan diri ke sini dengan mengubah wajah dan penampilanku agar tak di kenali. Lalu berbaur dengan kalian semua sebagai Gabairi Libiru!!"
Dia memandang ke arah kami bertiga dengan tatapan mengintimidasi.
"Ketiga. Aku menjadikan Arya sebagai sekutu untuk memperoleh tujuanku. Setelah itu aku memperalat Ruana untuk mengawasi pergerakan Arya. Namun dugaanku tak pernah salah, dari awal aku tak pernah percaya padanya. Dan dia malah berkhianat dan membongkar penyamaranku kepada mereka berdua."
Libiru menatap Arya yang masih di pojok sana memegangi Ruana yang sekarat.
"Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku melakukan semua ini. Kalian semua mungkin heran kenapa aku berbuat sampai sejauh ini!!"
Libiru mengidar pandang kesekitar dengan berjalan sempoyongan menuju ke tengah-tengah ruangan.
"Aku sama seperti kalian, aku juga ingin hidup bebas dan dicintai seseorang. Aku juga ingin mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku juga ingin melakukan hal yang aku suka tanpa di kekang."
Libiru mengatakan itu dengan menatap Sayang dan Archie dengan raut wajah menderita.
"Saat kalian berdua pergi meninggalkanku setelah kematian Kim, dan memberikanku kesempatan untuk hidup karena tidak melaporkan tindakanku ke pihak yang berwajib. Aku mati-matian berusaha semampuku untuk meminta pengakuan agar kalian berdua mau menerimaku kembali."
Archie dan Sayang diam saja tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
"Saat aku mendapatkan kesempatan itu, dan berhasil mendapatkan pengakuan dari Yuaga Konisuke. Aku pikir kalian berdua akan menerima ku kembali dan memafkan segala yang telah terjadi. Tapi kenapa.."
__ADS_1
Libiru berjalan semangkin mendekat ke arah mereka berdua.
"Kenapa kalian malah semangkin membenciku sampai merusak hasil dari kerja keras yang telah lama ku buat!!" Libiru memekik kencang.
Archie dan Sayang saling bertatapan dengan pandangan Heran.
"Merusak?" Archie memiringkan kepalanya. "Apa maksud lu!?"
Libiru terlihat sangat marah mendapati respon seperti itu dari Archie.
"Jangan pura-pura tidak tahu kau dasar bedebah si*lan!!" Ujar Libiru dengan geram.
"Katakan apa yang telah gua lakuin sama lu!?" Archie berteriak menantang Libiru.
Libiru mengepalkan kedua tanganya kuat-kuat dan melempar pandangan murka semurka bara api yang nyalanya berwarna merah kehitaman.
"Apa!?" Archie kaget dan bingung.
"Padahal mesin kopi itu sudah lama rusak sebelum menggunakan aplikasiku, dan juga masalah bayi yang meninggal itu karena orangtua nya saja yang lalai meninggalkan anaknya pergi selama 7 jam di ruangan ber-AC. Lantas kenapa media tak menyebutkan hal itu dan malah menyalahkan ku atas semua yang terjadi!!"
"Lu mikir itu ulah gua!?" Sayang terkesima.
"Hanya karena kalian berada di balik ketiak Yuaga Konisuke, kalian pikir aku tidak tahu!!" Pekik Libiru.
"Hei. Omong kosong apa lagi ini!?" Archie benar-benar shock mendapati pernyataan ini.
"Jangan pura-pura tak tahu apa-apa kau, Archie. Aku mengetahui segalanya, dan semua yang kalian lakukan untuk melenyapkanku!!" Libiru mengacungkan telunjuknya menantang Archie.
__ADS_1
"Astaga!!" Archie kehilangan kata-kata. "Ok. Katakan, apa lu punya bukti kalau kita yang ngelakuin semua itu!!"
Libiru memegangi kepalanya dengan kedua tangan, menjambak rambutnya, lalu kembali menatap Archie.
"Archie. Kau pelakunya, aku tahu itu. Jangan pernah menyangkal kesalahan mu sendiri. Bagaimana bisa suatu program yang secara konsisten telah ku jaga keamanannya bisa di tembus oleh virus, jika tak kau sendiri yang melakukannya!!" Libiru terus memojokkan Archie.
Archie kehilangan kata-kata bahkan dia tak ingin lagi menatap Libiru.
"Hanya kau yang tau coding program itu, hanya kau yang bisa menembus keamanan yang telah ku buat. Bagaimana bisa kau menyangkalnya sedangkan selama masa pengerjaan proyek itu, kau yang membuat sistem keamanannya. Apa kau pikir aku bisa percaya kalau bukan kau yang melakukan ini padaku?!" Teriak Libiru yang kehilangan kendali atas dirinya.
Archie tak bisa menjawab perkataan Libiru, dia benar-benar kehilangan kata-kata untuk membalasnya.
"Aku menemukan jika rekam jejak digital berasal dari IP alamat rumah mu. kau menyebarkan berita palsu, memanipulasi masyarakat, dan memojokkan ku atas kejadian itu. Kau menggiring opini orang-orang dan berkomentar jahat, seolah itu semua adalah kesalahanku. Apa kau pikir aku tak tahu apa yang telah kau perbuat!!" Libiru balik memojokakan Sayang.
"Si*lan. Kenapa kau terus mengatakan sesuatu yang tak pernah gua lakuin. Jangan kehilangan akal, karena lu pikir gua benci lu, dengan seenaknya lu nuduh gua ngelakuin hal ga guna kayak gitu!!" Balas Sayang.
"Lalu bagaimana dengan semua bukti-bukti yang ada, bagaimana kalian bisa menyangkal semua bukti-bukti itu!!"
Archie dan Sayang mendengus dengan wajah kesal dan tak mampu berkata-kata lagi.
"Tega nya kalian melakukan ini padaku. Teman macam apa kalian!?"
Plaaakkk....
Seisi ruangan ini tercengang menyaksikanku yang tiba-tiba mendaratkan tamparan kepada Libiru.
"Beraninya kau mengatakan itu kepada teman-temanmu!?" Ucapku yang kehilangan kesabaran.
__ADS_1