Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Yang Terlihat Part 6


__ADS_3

Terdapat 5 wanita yang bersama kami untuk di kirim ke suatu tempat. Selain kami berdua, yang lainnya terlihat sudah kehilangan kendali dan bertindak layaknya binatang liar yang sudah tak sabar ingin segera di kawini.


Tak berapa lama kemudian, satu persatu di antara kami di giring keluar oleh 2 orang penjaga yang berbadan besar dan juga tegap, hingga akhirnya yang tersisa hanya ada aku dan Archie saja.


Archie memegang erat tanganku, dia berusaha menenangkanku di situasi sulit seperti ini, meskipun sudah tahu akan bahaya yang akan terjadi, dia tetap melibatkanku karena tak ada pilihan lain selain mengambil resiko.


Ceklek....


Dua orang penjaga masuk ke dalam ruangan, kali ini mereka langsung merenggut kedua lengan Archie dan membawanya pergi dari hadapanku. Sekilas isyarat yang tak tampak oleh para penjaga adalah gestur tubuhnya yang memperlihatkan kalau semuanya akan baik-baik saja jikalau dia tak ada di sampingku.


Entahlah, meskipun dia bilang semuanya akan baik-baik saja, tapi tetap saja ini adalah rencana bunuh diri yang hanya di rencankan dalam waktu 12 menit segera setelah Dafa mengkonformasi keberadaan Sabiru.


Meskipun terkesan gila dan mencari mati, tapi lihatlah sampai sekarang pun semuanya terkendali seperti yang sudah di rencanakan, dan yang pasti aku juga masih hidup sampai sekarang.


"Tinggal ini yang terakhir!!" Kelakar 2 orang penjaga yang tadi pergi untuk mengantarkan Archie.


Mereka mendekat ke arahku dan langsung merenggut kedua lenganku untuk pergi bersama mereka. "Sudah lama tempat ini tak kedatangan anak baru yang cantik dan segar seperti ini." Ucap penjaga satunya yang berkepala botak.


"Ya, kebanyakan dari mereka sudah pernah menikah dan punya anak, jarang ada gadis segar yang datang akhir-akhir ini selain bule yang tadi dan juga anak ini." Jawab teman satunya yang berambut kuncir kuda.


"Anak jaman sekarang, entahlah. Kenapa mereka tak berfikir 2x ingin melakukan pekerjaan seperti ini, tidakkah mereka memikirkan keluarga mereka atau orang-orang yang masih menyayangi mereka di luar sana." Jawab si kepala botak.


"Tapi kalau mereka punya pemikiran seperti itu, mana mungkin mereka pergi ke tempat ini dan menjual diri mereka. Kalau mereka tak melakukannya tak ada yang akan memberi makan kita." Jawab si kuncir kuda.


"Kau benar," jawab si kepala botak dan memperhatikanku dengan tatapan iba. "Namun tetap saja, pekerjaan seperti ini bukanlah pekerjaan yang seharusnya mereka pilih."


"Bagaimana kabar putrimu?" Tanya si kuncir kuda mengalihkan pembicaraan. "Ku dengar putrimu menang di lomba melukis sekabupaten."


"Yah begitulah, dia memang berbakat dan berprestasi," Jawab si kepala botak. "Aku harap, aku bisa mempunyai pekerjaan yang layak dan menyekolahkannya sampai sarjana." Dia terlihat tersenyum kecut dengan padangan hampa.

__ADS_1


"Pekerjaan kita juga terlihat tidak buruk-buruk amat kok!!" Balas si kuncir kuda menghiburnya. "Lagi pula pemilik tempat ini bermurah hati menampung orang bermasalah seperti kita, yang punya catatan kriminal dan susah mencari pekerjaan tetap."


"Kau benar lagi, tak banyak di dunia ini yang mau memperkerjakan orang bermasalah seperti kita, apalagi sudah di cap jelek oleh sebagian masyarakat karena masa lalu kelam." Balasnya tersenyum lega.


"Jangan lupa bersyukur!!" Ucap si kuncir kuda.


"Bagaimana dengan istrimu?" Tanya kepala botak. "Ku dengar dia akan segera melahirkan?" Tanyanya lagi.


Si kuncir kuda terlihat tersenyum hambar dengan tatapan kosong seperti temannya. "Biaya rumah sakit terlalu mahal," Ucapnya terlihat sedih. "Sedangkan selama hamil istriku tak pernah lagi pergi melacur untuk menopang kehidupan kami, apalagi sebentar lagi anak tiriku yang pertama akan segera menikah." Dia menghela napas. "Entah apa yang harus ku lakukan, gajiku selama sebulan ini saja tak kan cukup untuk biaya bersalin di rumah sakit, apalagi untuk membiayai pernikahan anak ku!" Jawabnya gundah sembari memegangi kepalanya.


"Semoga saja bulan ini kita mendapatkan banyak bonus, karena tempat ini banyak kedatangan anak baru pada minggu-minggu terakhir." Balas si kepala botak. "Aku selalu mendoakan kesejahteraan dan keselamatan keluargamu!!" lanjutnya.


"Terimakasih!!" Balas si kuncir kuda sembari tersenyum tulus. "Aku juga berharap putrimu menjadi anak yang berguna di kemudian hari dan menjadi seorang pelukis terkenal."


Mereka berdua terlihat saling mendoakan dan menyemangati sesama sampai akhirnya suasana menjadi hening di iringi oleh tatapan sejurus dengan melamun dan termenung, mereka sedang membicarakan kebimbangan tentang kehidupan mereka di hadapan alat yang menggerakan roda perekonomian mereka.


Mungkin mereka berdua merasa aku berada di bawah pengaruh obat, maka mereka tak kuatir kalau aku akan mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Namun dari sini aku dapat mengambil kesimpulan. Apa pun yang menjadi pekerjaan mereka, kita tak berhak untuk menghakimi profesi yang mereka geluti, meskipun menjadi tukang pukul atau melacur sekalipun.


"Dia terlihat lebih tenang di bandingkan dengan teman-temannya setelah meminum obat itu!!" Ucap si kepala botak yang mulai mencurigaiku.


Gawat. apa aku ketahuan!!


Si kuncir kuda mendekat ke arahku sembari memperhatikan pergerakanku.


"Tiap orang kan reaksinya berbeda-beda!!" Jawab si kuncir kuda sembari beranjak dari hadapanku dan segera menutup pintu kamar.


Aku memegangi lututku sendiri sambil terduduk lemas di tepi kasur. "Hampir saja!!" Ucapku deg-deg ser.


"Anya, apa lu bisa denger gua!!" Tanya Dafa. "Lu bisa bergerak bebas sekarang, karena di dalam kamar ga ada cctv." Jelasnya.

__ADS_1


"Aku dengar!!" Jawabku cepat sembari melihat sekeliling.


"Gua kehilangan kontak ama Archie, gua juga ga bisa nerobos masuk ke akses cctv yang ada di sekitarnya," Jelasnya dengan nada panik. "Gua dah coba, tapi sistem codingnya terlalu rumit." Lanjutnya.


"Apa kau punya cara lain?" Tanyaku dengan nada yang sama paniknya.


"Aksesnya terlalu rumit, tapi bisa gua atasi dengan beberapa menit." Jawabnya.


"Lakukan dengan cepat!" Ucapku yang gelisah.


"Tapi gua beneran ga bisa tenang nih!!" Keluh Dafa dengan napas tersengal dan sesak.


"Kenapa emangnya?" Tanyaku.


"Ada perangkat virus yang ga di kenal, virus ini bisa langsung ngelumpuhin sistem apa pun dalam satu kali penyebaran. Maka dari itu gua ga bisa ngehubungi Archie sampe sekarang." Jawabnya dengan gelisah.


"Terus apa yang harus kita laku...."


Ceklek....


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang akan terbuka dan seseorang pun segera ingin memasuki kamar ini.


"Anya, Lu di sana kan?" Tanya Dafa di dalam mikrofon.


Aku tak menyahut karena pintu kamar itu bergulir dengan sangat pelan seakan-akan pengunjung kamar ini sedang memainkan perannya untuk berhati-hati sebelum memasukinya.


"Anya?" Tanya Dafa lagi, Aku bisa merasakan getaran napasnya yang mengkhawatirkan keselamatanku.


"Aku di sini!!" Bisikku agar di dengar oleh Dafa.

__ADS_1


"Gua bisa liat!!" Jawab Dafa, "Dari cctv lorong kamar lu, Sabiru bentar lagi masuk." Lanjutnya.


__ADS_2