
10 menit kemudian sampailah kami di sebuah restoran jepang dengan gaya oriental. Eksteriornya di penuhi oleh hutan bambu dan berbagai macam jenis bonsai, serta ribuan jenis ikan koi yang menghuni kolam besar yang berjejer sepanjang jalan masuk restoran.
Saat masuk di dalamnya, berjejar rapi pramusaji yang langsung menyambut kedatangan kami dengan pakaian kimono beserta hunian nyaman ala jepang kuno, tak pernah ku jumpai restoran mewah yang sangat niat seperti ini berada di indonesia, bahkan nuansanya seperti berada di negara aslinya.
"Silahkan di sebelah sini." Arahan para pramusaji wanita mempersilahkan kami untuk menempati tempat yang sudah di janjikan.
"Sekutu paling kuat dari keluarga Azutabito yang berasal dari perusahaan Zerty Game Central datang kemari menemui tuan untuk membicarakan keberlangsungan sistem mereka yang telah di curi oleh program ilegal bernama INFER." Jelas Hendri kepada Archie yang menunjukan muka datar dari pertama kali masuk ke tempat ini. "Pimpinan mereka, Azutabito Reisuka mengklaim jika INFER harus di musnahkan sampai ke akar-akarnya." lanjut Hendri terus menjelaskannya kepada Archie.
"Teruskan!" Respon Archie mengamit lengan ku agar tak berjalan berjauhan darinya.
"Azutabito Reisuka selaku pihak yang amat di rugikan atas kasus ini, memintak pertanggung jawaban secara penuh kepada perusahaan kita, karena INFER adalah program gagal yang tak bisa kita rebut kendalinya." Sambung Hendri.
Sampailah kami pada ruang makan pribadi yang masih tertutup rapat oleh sebuah pintu geser berbahan bambu dengan lukisan bangau.
"Begitu ya," Ucap Archie di iringi suara desahan kuat dari dalam dada nya. "Lagi-lagi INFER!"
Dddrrrkkkkkkk....
__ADS_1
Archie menggeser pintu bambu itu dan terlihatlah 4 orang yang salah satunya adalah perempuan berwajah cantik oriental jepang dengan rambut hitam lurus dan muka tirus. Mereka duduk secara seiza, yaitu cara duduk tradisional ala jepang dengan cara melipat kakinya ke belakang dengan lutut mereka menyentuh lantai, kemudian bokong mereka di istirahatkan di atas kaki.
"Selamat datang Tuan Yuaga." Sambut salah satu dari mereka, berbicara dalam bahasa indonesia namun berlogat jepang.
Kami bertiga duduk berhadapan dengan mereka dan tak lama kemudian datanglah makanan yang di sajikan sangat rapi memenuhi isi meja.
Lalu mereka berbincang-bincang ringan dengan menggunakan bahasa jepang, sesekali mereka melirikku namun tak membahas perihal keberadaanku di sisi Archie. Namun di tengah-tengah acara makan bersama itu, tiba-tiba wanita itu membuka suaranya dan berbicara pada Archie.
"Siapa, wanita yang ada di sebelahmu?" Tanyanya dengan pelafalan bahasa indonesia nya begitu fasih, bahkan lirikan matanya seakan menusukku dengan pisau.
Dalam sekejab, seisi ruangan menjadi hening bahkan rasa sesak akibat pertanyaan wanita itu membuat rekan-rekannya menjadi gugup.
"Perkenalkan," Ucap Archie melirikku diantara tatapan orang-orang yang memperhatikan kami berdua. "Yuaga Anya, istri gua." Jelasnya terus terang.
Ke empat orang yang sedang berhadapan dengan kami tiba-tiba saja tercengang dan membeku tanpa mengucapkan sepatah kata pun, terutama wanita yang bertanya duluan. Tatapan wanita itu terlihat marah dan tak rela, bahkan tangannya mengepal dengan kuat seolah menahan kobaran api di dalam darahnya.
Entah apa yang terjadi sebenarnya, situasi canggung macam apa ini. Ketiga rekan laki-laki yang bersama wanita itu menatapnya dengan rasa iba, dan sesekali memberikan kode tak nyaman di balik gestur tubuh mereka.
__ADS_1
"Kapan?" Tanya wanita itu meremas lututnya sendiri sembari merunduk, "Kapan, kamu menikah?" Tanyanya lagi.
Archie menghembuskan napas nya dengan kasar dan menatap wanita itu dengan hati-hati. Lalu Archie berbicara dalam bahasa jepang, yang mengisyaratkan ke tiga rekannya untuk meninggalkan tempat ini untuk sementara, di susul Hendri yang juga ikut keluar di tempat itu.
Hingga tinggalah kami bertiga yang tersisa dalam keadaan canggung.
"Azutabito!" Panggil Archie pada wanita itu, "Apa tujuan lu sebenarnya datang ke sini?" Tanya Archie memelankan suaranya.
Tiba-tiba wanita itu menangis dengan tersedu-sedu, bahkan air matanya sampai membasahi rok span yang sedang ia kenakan. Situasi macam apa lagi ini, kenapa aku jadi terjebak dalam keadaan aneh seperti ini.
"Aku belajar bahasa indonesia dengan giat sampai aku bisa dan mengorbankan semua yang aku punya hanya untuk berada di level mu," Isak tangis wanita itu dengan tersedu-sedu. "Aku berusaha dengan keras agar kamu memandangku dan berharap suatu hari kamu akan membalas perasaanku. Tapi nyatanya....nyatanya....kamu, ku pikir aku sudah melakukan yang terbaik, kenapa kamu harus menikah secepat ini."
Oh, begitu rupanya. Ternyata wanita ini menaruh rasa kepada suamiku, dan berakhir seperti ini.
"Kenapa kamu tak memberitahukan apa pun kepada ku, apa aku benar-benar tak penting lagi buatmu. Apa kamu sudah melupakan semua yang terjadi di antara kita," Ucapnya bertambah emosional dan semakin meremas lututnya. "Aku mencintaimu Yuaga!"
Apa katanya, cinta. Wanita ini sedang menyatakan cinta kepada Archie di hadapanku. Mulanya aku merasa kesal berada di tengah-tengah situasi canggung ini, tapi saat melihat ekspresi sedih wanita ini, dan juga tatapan pilunya, membuatku mengerti kenapa dia sampai menyatakan perasaanya di hadapanku.
__ADS_1
"Aku...aku sangat mencintaimu, sangat." Ucapnya lagi dengan penuh penekanan.