
"Jadi itu yang terjadi!!" Ucapku memandangi nya.
Archie diam saja. Dari awal dia memang tak tertarik dengan pembahasan ini. Tapi karena aku terus-terusan mendesaknya, dia akhirnya menyerah dan menunjukan artikel itu kepadaku.
"Karena itu, kau mengatakan kepada Sayang untuk melupakan semuanya yang terjadi?!" Ucapku terus merentetnya dengan pertanyaan.
Tapi dia masih terlihat tak perduli. Matanya sayu, tangannya di biarkan menopang kepalanya, sudut bibirnya melengkung ke bawah, dan kakinya terus di mainkan menghentak ke lantai.
"Archie!!" Panggilku yang menghadapkan tubuhnya agar mengarah ke arahku. "Kita pernah membahas INFER saat kejadian waktu itu. Kau ingat!?"
Dia menarik napas panjang dan menghembuskannya sekaligus di hadapanku.
"Hendri pernah mengatakan kalau kemungkinan besar dalang dari semua kejadian ini adalah dia. Apakah yang di maksud oleh Hendri 'Dia' itu adalah Hiru Todoroki?!"
Archie menatapku sekilas dan membuang muka ke arah artikel itu.
"Menurut lu sendiri gimana!?" Archie malah membalikkan pertanyaan. "Lu sendiri lebih percaya fakta atau perkataan Libiru!?"
Aku terdiam untuk sesaat.
"Atau dari awal mereka berdua memang saling berhubungan?" Dia merentet ku balik.
Archie menatapku yang tiba-tiba langsung bungkam.
__ADS_1
"Anggap saja kalau Libiru berhubungan langsung dengan Hiru Todoroki. Dan ternyata alasan Libiru menargetkan gua sedari awal adalah dendam Todoroki terhadap keluarga gua. Bukannya semua ini menjadi masuk akal jika Libiru merupakan anak angkat dari keluarga Arlangga Tiam." Archie menyatakan opini cerdasnya.
"Itu hanya kemungkinan, gua ga bilang itu adalah kebenaran, karena kita hanya mendapatkan sedikit bukti yang ada. Tapi bagaimana cara kita berdua untuk menang. Jika ternyata semua ini benar. Jika ternyata yang ada belakang kita, adalah sesuatu yang lebih besar dari pada apa yang kita bayangkan. Akankah kita mampu bertahan!?"
Aku mengangkat alisku karena tak tahu lagi apa yang harus ku katakan.
"Kita butuh keberuntungan kecil untuk mengadapi orang-orang seperti ini. Gua harap mereka masih mau berbelas kasihan atas semua penderitaan yang udah kita lalui!!" Ucapnya tetap tenang meskipun sudah mengetahui setengah dari faktanya.
"Archie!!" Panggilku.
Dia menatapku.
"Apa dari awal kau sudah menduga hal ini akan terjadi!?" tanyaku.
Archie mengidar pandang sesaat lalu berhenti dan menjatuhkan tatapannya padaku.
Aku mengangguk mendengarkan.
"Seandainya saja suatu hari nanti, kau bertemu langsung dengan temanmu Hiru Todoroki. Apa yang akan kau lakukan!?"
Dia spontan menatapku tanpa berkedip. Lalu sejurus kemudian Archie langsung memegangi pergelangan tanganku dan memimpinku untuk berbaring di atas kasur.
"Tidur yuk, ini udah malem banget!!" Jelas sekali dia mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Archie!!"
Archie berhenti merapikan bantal untuk merebahkan ku, dan melepaskan selimut yang dia gunakan untuk membungkusku.
"Todoroki berasal dari keluarga yang sangat miskin!!" Ujarnya yang tiba-tiba membicarakan Todoroki.
Dia memandangi lekat kedua mataku.
"Dia terlahir dengan saudara kembar, namun saat mereka di lahirkan, Ibunya melarikan diri bersama laki-laki lain dengan membawa kabur saudaranya. Ayah kandungnya adalah seorang pecundang. Dia sering kali memukuli Todoroki tanpa alasan. Ayahnya adalah sampah masyarakat, yang sering pulang malam untuk mabuk-mabukan, dan menghambur-hamburkan uang untuk berjudi."
Archie menarik napas sejenak dan lagi-lagi menatapku dengan pandangan dalam.
"Todoroki di besarkan dan di rawat oleh sesosok nenek tua renta pembuat roti yang bahkan jalannya saja sudah seperti udang. Dari kecil Todoroki bekerja banting tulang siang dan malam demi untuk mencukupi kehidupan keluarganya yang serba kekurangan. Dan gua udah bareng dia dari kelas satu SD."
Dia menekankan intonasi suaranya pada bagian itu.
"Dia adalah teman pertama gua yang ga pernah sekalipun peduli dengan status dan kekayaan yang gua punya. Dia adalah satu-satunya orang yang ga pernah memandang strata sebagai penghalang suatu hubungan. Dia tidak pernah membeda-bedakan siapa pun yang ingin berdiri di sampingnya."
Archie terlihat bersedih sampai-sampai meremas pergelangan tanganku.
"Todoroki adalah sosok seperti itu di mata gua. Sampai kapan pun!!" Dia menegaskan.
"Jadi kalau lu nanya. Apa yang bakalan gua lakuin jika gua ketemua dia suatu saat nanti. Gua ga bisa jawab!?"
__ADS_1
Tanganya gemetar.
"Karena gua ga tau!!" Jawabnya.