Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Who Are You?


__ADS_3

"Hoi, Laila. Hoi..."


Laila semakin mempercepat langkahnya dan meninggalkan ku jauh di belakangnya.


"Aku gak ngerti napa kamu bersikeras pen ngelakuin ini." Tanyaku terlanjur mengekori Laila yang berlari tergopoh membawa semprotan cabai dan juga segumpalan tali. "Bisa aja kamu salah orang."


Laila sontak menghentikan langkahnya dan memberikan isyarat kepadaku untuk mengendap-endap. "Itu dia stalkernya!" Ujarnya dengan suara berat.


Sudah beberapa minggu ini, Laila mengeluh sering di ikuti oleh orang yang tidak di kenal. Entah di sekitar kampus, area kontrakan maupun di lingkungan publik.


Sebagai seorang wanita yang tentu saja di liputi oleh keparnoan dan rasa was-was, Laila mempertaruhkan instingnya untuk menggerebek secara membabi buta orang yang telah membuatnya resah belakangan ini. Tapi sialnya tak ku sangka dia sampai melibatkan aku untuk melakukan misi menangkap pelakunya.


Sekitar 10 M dari tempat kami berdua bersembunyi, di gang tak jauh dari kontrakan Laila. Berdirilah sesosok lelaki memakai hoodie coklat dengan masker dan kacamata hitam, mondar mandir dengan gelisah sambil memandangi ponselnya, sesekali dia mengawasi keadaan sekitar dan kembali mengecek ponselnya.


"Gua bakal mampusin keparat ini!" Tegas Laila dengan oktaf rendah namun bernada sebal.


"Wait! Bisa aja kamu salah orang." Cegatku yang langsung menahannya sebelum dia beranjak pergi dari sampingku.


Namun disela percakapan kami berdua, tanpa di sadari orang tersebut malah beranjak meninggalkan tempatnya. Saat itu juga, tanpa di duga Laila malah mengambil langkah nekat dan secara terang-terangan mengejarnya dengan kecepatan tinggi bak torpedo.


Dengan kecepatan pelari handal estapet rangking 1 sekecamatan, tak butuh waktu lama bagi Laila untuk mengejar targetnya dan dengan sigap berhasil menyambar lengan lelaki itu secepat kilat.


"Kena lu, stalker!?" Pekik Laila dengan ekspresi puas karena sudah mendapatkannya.


Lelaki itu tak bereaksi macam-macam selain rasa kaget dan juga merinding yang menyelimuti sekujur tubuhnya, bagaimana tidak. Siapapun akan termehek-mehek melihat ekpsresi wajah Laila seperti banteng yang sedang mengamuk.


"Stalker?" Jawab laki-laki itu dengan terheran-heran. "What are you talking about?"


"gosah sok-sok an gak ngerti lu, pake ngomong pake basa inglis juga. Lu stalker kan, ngaku deh, gosah bacot. Lu yang sering ngikutin gua kan!" Cerca Laila yang tak lagi mampu menahan gejolak amarah di dalam raganya.


"I dunno what do you mean?" Jawab laki-laki itu dengan wajah resah dan berlahan menggeser tubuhnya berupaya menjauh dari jangkauan Laila.


"Bacot. Bener-bener lu ye." Pekik Laila menarik kerah baju nya sampai tubuh tinggi menjulangnya sejajar dengan tinggi tubuh Laila.


Namun belum sempat aku menengahi konflik diantara mereka, datanglah seseorang yang begitu familiar menghampiri mereka.


"Nona Laila!" Pekik Hendri berlari tergesah keaerah mereka berdua.


Akan tetapi layaknya emak-emak komplek yang telah bertemu dengan rivalnya selama bertahun-tahun, Laila yang keras kepala dan berpendirian teguh tak mengidahkan perkataan Hendri.

__ADS_1


"Nona Laila. Tenanglah, tolong lepaskan Tuan muda!" Pinta Hendri sambil menenangkan Laila yang temberang.


"Tuan muda?" Ucapku sambil memperhatikan dengan detil situasi mengherankan ini.


**************


30 menit kemudian, di apartemen kediaman keluarga Yuaga Archie.


"Yuaga Sakurai. Adek kandung gua dari aliran darah kotornya bokap. Dengan kata lain, Sakurai anak haramnya keluarga gua." Ucap Archie memperkenalkan laki-laki yang tadi kami berdua temui.


"Ya ampun kak, perkenalkan diriku dengan baik dan benar dong." Tepis laki-laki tadi. "Hallo semuanya, Perkenalkan namaku Yuaga Sakurai. Aku adalah adik tersayang nya kakaku. Salam kenal semua."


"Ciiihh...!" Jawab Archie memalingkan tatapannya dari Sakurai.


"Lu bisa ngomong bahasa indonesia!" Potong Laila sembari menunjuk-nunjuknya.


"Oh maaf!" Ucap Sakurai sambil membungkukan tubuhnya. "Karena ku pikir kau orang gila mangkanya aku pura-pura tak mengerti apa yang kau katakan." Balasnya tersenyum sembari menggaruk-garuk kepalanya.


Sekejab Sakurai menatapku dengan raut wajah antusias dan dengan cepat melesat kehadapanku dengan memegang kedua tanganku.


"Kakak ipar, aku sudah menantikan hari-hari untuk bertemu denganmu. Aku memikirkanmu setiap hari, dan tak sabar menantikan dimana kita akan menjalani hari-hari bersama dengan akrab." Pungkasnya dengan mata berbinar-binar.


"Kakak kenapa, cemburu. Mau Sakurai pegang juga!" Dalih Sakurai.


"Insect lu!" Pungkas Archie menunjukan ekpresi jijik.


"Ayo dong kak, jangan malu-malu. Peluk Sakurai sini." Ujar Sakurai merentangkan kedua tangannya kepada Archie.


"Jangan deketin gua." Jawab Archie dengan ekspresi jijik yang sama.


Yuaga Sakurai, usia 18 tahun, mempunyai kulit putih pucat, berwajah oriental jepang, dengan mata segaris, dan senyuman yang bersahabat, tingginya 178,7 cm, berpostur tegap seperti Archie namun lebih kurus, perawakannya seperti bintang idola laki-laki populer,dengan penampilan style urakan badboy. Wajahnya tak kala tampan, dia seperti versi 2D nya Archie yang di gambarkan lebih imut dan juga oriental.


Selama ini aku tak pernah tahu dan tak pernah mendengar kalau Archie mempunyai saudara laki-laki. Bahkan Archie tak pernah sekalipun menceritakan hal ini padaku. Perlakuannya kepada Sakurai terkesan seperti bukan hubungan yang baik antar saudara. Terlebih lagi, omongan khas Archie yang memperkenalkan Sakurai sebagai keluarga asingnya.


"Maaf Nona. Aku bukannya sengaja membuntutimu." Ucap Sakurai kepada Laila.


"Lantas, ngapain aja lu ada disekitar tempat gua beberapa minggu ini." Tanya Laila yang tak merendahkan nada suaranya.


"Soal itu?" Lalu Sakurai merogoh kantong celananya dan menunjukan sesuatu kepada Laila. "Aku sedang meninjau tempat yang bagus untuk menjadi bahan objek gambarku."

__ADS_1


Didalam foto-foto yang Sakurai tunjukan, ada beberapa tempat disekitar tempat Laila, mulai dari terminal bus, gang sempit, beserta apartemen tua.


"Aku seorang mangaka!" Ucapnya sembari tersenyum ramah.


*Mangaka (漫画家) adalah istilah bahasa Jepang untuk orang yang menggambar manga. Mangaka memiliki padanan makna dengan komikus. Di luar Jepang manga biasanya merujuk pada buku komik Jepang dan mangaka mengacu pada pengarang manga yang biasanya adalah orang Jepang (Source; Wikipedia).


"Maafkan aku yang sudah membuatmu jadi salah paham. Ku akui, tiap kali aku pergi, aku selalu melihatmu berada di sekitarku." Ujar Sakurai dengan tampang ramah nan mempesona.


Sontak Laila mendekat padaku dan membisikan sesuatu. "Beneran ni adeknya laki lu. Kok gada ngenanya. Njir..sopan banget, bikin aliran darah gua mengalir dengan lancar."


"Aku juga mikirnya gitu, meskipun bersaudara sifat mereka berdua di ibaratkan air dan minyak." Balasku dengan berbisik.


"Yah, gapapa kok. Hehehe...emang gua yang terlalu parnoan." Balas Laila dengan tampang cengengesan.


Kedatangan Sakurai yang terlalu tiba-tiba membawa banyak pertanyaan dalam benakku. Archie, dia mungkin sudah tahu mengenai kedatangan Sakurai namun kenapa dia harus merahasiakannya, dan tak menceritakan apapun padaku.


Telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua, dan hal ini harus ku selidiki secara detil sampai aku mendapatkan semua jawabanya.


Waktu itu aku tidak tahu kalau kedatangan Sakurai akan membawa perubahan besar dalam hidup kami berdua.


-


-


-


Eyoo..kangen gua gak. Kangenlah masa kaga..wkwkwkwk.


Jadi gua pen curhat dikit, mengenai kendala gua kenapa jadwal hiatus gua malah ngaret dari jadwal asli.


Jadi di real life, Author Kenma ini merupakan human yang produktif soal kerjaan. Di karenakan kemaren fokus banget nulis ampe meleber gak ingat waktu, ampe ga sadar kalau di dunia nyatanya berantakan. Akhirnya gua kena damage masalah pribadi yang berkepanjangan dan ngena ama kelanjutan kehidupan sosial gua, kerjaan gua juga ga keurus, mental gua juga down, ampe kesehatan gua juga kebawa-bawa.


Ditambah lagi kejadian dimana file tulisan gua ilang secara bersamaan, ampe gua hampir gila kehilangan 12 bab novel Alasan kami Menikah, dan 35 bab Hujan Meteor. Kejadian kayak gini bikin Author down banget buat nulis.


Jadi di S2 ini, dikarenakan file aslinya ilang jadi imagine nya Author cuman bisa dominasi ama ngulang cerita, maksudnya ga kayak cerita sebelumnya, udah banyak yang berubah. Tapi tenang aja kok, demi Reader sekalian gua tetap semangat buat nulis. Palagi dapet cinta yang kalian kirimkan bertubi-tubi ama gua.


Gua selaku author Alasan Kami Menikah, dan Hujan Meteor meminta maaf sebesar2nya karena keterlambatan hiatus. Moga aja masih ad yang baca. Sukur-sukur kalo masih ada yang naroh di favorit/rak buku😓.


Spesial thanks buat Reader ku sekalian yang tetap mantengin novel ini, gatau deh wkwkwkwk..masih ada yang baca apa kagak. Buat para anggota penulis si ngaco, makasih banget kalian dah ngasih gua suport yang gak berarti dan juga berarti. Lah pokoknya kalian semua terbaik.

__ADS_1


Bye...i love u all.


__ADS_2