Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Penjual Informasi


__ADS_3

"Kok tegang?" Tanyaku pada Dafa yang tak pernah lagi berkata-kata sejak Sakurai pergi.


"Gak!!" Jawabnya spontan dan mengalihkan tatapannya dari mataku. "Gua gak lagi pengen boker juga."


"Hah, apa hubungannya dengan boker?" Sanggahku. "Kamu terus keringetin loh dari tadi!" Ujarku menunjuk wajahnya yang terus-terusan gelisah.


Dia tak menjawab dan berpura-pura sedang sibuk dengan gawai nya.


"Sejak kapan kalian saling kenal?" Tanyaku yang tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasaranku.


"Gua..gak bisa jawab!" Ujar Dafa dengan muka lemas dan nada acuh. "Gua gak bisa ngasih tau lu apa pun, jadi tolong sebelum Mas Eko dateng jangan ngajakin gua ngomong." Dia bahkan tak menatapku saat berbicara.


"Jadi ini beneran ada hubungannya dengan ku?" Tanyaku lagi berusaha memancingnya.


Namun dia diam seribu bahasa dengan wajah resah, bahkan tangannya terlihat gemetar saat memegang hp.


Tak bisa seperti ini, aku harus melakukan sesuatu agar dia mau mengatakan sesuatu.


"Udah makan belom?" Tanyaku sok perhatian.


Dafa membalasnya dengan muka menekuk dan kening mengernyit.


"Katanya makanan disini enak-enak loh," Pancing ku berusaha mengambil hatinya dan menunjukan menu makanan di hadapannya. "Ohhh..di sini ada seblak komplit klenger level bangs*t!!" Pekik ku heboh dan menunjukannya. Dafa yang sangat menyukai seblak pedas langsung melototi daftar menu itu dengan tatapan takjub.


"Lu lagi berusaha ngerayu gua ya?" Ucapnya jelas mengerti maksudku. "Ga bakalan terpengaruh gua..."


"Ooohh..wow, ada plus tambahan toping sosis kenjler nya juga!!" Jawabku heboh dan menunjukannya.


"Enak gak!!" Tanyaku di saat dia melahap makanan itu dengan tampang depresi, dengan wajah memerah dan keringat bercucuran di sana sini, tentu saja dia makan-makanan pedas di cuaca terik seperti ini di tambah lagi dapat tekanan dari ku.


Dengan susah payah dia mengabaikan ku dan melahap makanannya dengan penuh perjuangan.


"Hebat banget bisa ngabisin 3 porsi seblak level bangs*t tanpa bernapas." Ujarku memuji keberaniannya.


"Ehhhmmm...itu sih belum seberapa!" Jawabnya bangga. "Tapi, gua masih belum bisa ngasih tau apa pun yang bersangkutan ama pertanyaan lu." Sambungnya kekeh.


"Beneran!!" Balasku dengan wajah tenang dan menunjukan layar ponselku kehadapannya.


"I-itu itu kan..!!" Responnya tak bisa berkata-kata.


"Dafa!!" Pangggilku menantangnya.


15 menit kemudian.

__ADS_1


"Bacod, lu gak konsisten banget, kont*l. Emang bisa lu pake tu badut buat ngalahin mereka!" Ucapku yang berapi-api.


"Waaahh, sifat lu langsung berubah total kalau lagi ngegame," Respon Dafa dengan wajah kaget yang tak bisa di samarkan. "Lah b*bi, ngapa lu ngebuf B*bi."


"Lu yang ngebuf bacod." Balasku balik mengatainya.


YOU WIN.


"Kok bisa sih lu jago banget." Cetus Dafa dengan sinis. "Mana skin ama pangkat lu udah dewa."


"Kamu mau!!" Ucapku yang langsung menunjukan padanya jumlah berlian yang ku miliki.


"Buset, ba-banyak banget." Balasnya terbata-bata. "Lu lagi berusaha ngerayu gua lagi kan?" Ucapnya sambil mengalihkan tatapannya.


"Mau gak?" Ucapku berusaha memancingnya dengan merebut kelemahannya.


Dafa diam sejenak seperti sedang mengheningkan cipta. Lalu dia menatapku seperti anak kecil yang menginginkan kembalian belanjaannya sedangkan dia masih ingin membeli jajan.


"Lu gak seharusnya ngelakuin ini ke gua." Ucapnya dengan nada rendah seperti sedang menyuruhku menyerah. "Tapi, kalau lu maksa ya udah gua mau." Sambungnya tertawa cengengesan.


Sudah ku duga, dafa lemah terhadap apa pun yang menjadi kesenangan hobinya. Seperti Sakurai yang memberikan komik mesum kesukaanya, aku juga harus menggunakan trik yang sama untuk mengambil hatinya.


"Nah kalau gitu, ceritakan semuanya yang kamu tau tentang Sakurai?" Ucapku dengan tegas memandang kedua pupil matanya yang bergetar karena mendengar pertanyaanku.


"Tapi, janji ya lu gosah bilang Mas Eko kalau lu taunya dari gua!" Ujar Dafa sambil menggaruk kepalanya karena masih merasakan tekanan yang tak enak.


"Emang kenapa? Bukannya gak apa-apa kalau aku tau nya dari kamu."


"Issh...pokoknya anggap aja kalau lu browsing di internet." Ujarnya lagi kalang kabut.


"Dih, apa sih. Emang informasi tentangnya bakalan muncul di internet!" Balasku karena risih melihat ekspresi khawatirnya.


"Suzuran Sakurai," Ujarnya sambil diam dan menautkan dagunya. "Sejauh yang gua tau dia merupakan wakil komandan divisi 3 tentara bayaran di rusia dan karirnya tercatat dalam sejarah sebagai yang termuda menduduki posisi teratas berkat prestasinya di bidang militer dan kemahirannya dalam mengolah senjata." Jelasnya secara singkat dengan tatapan lurus mengarah ke langit.


"Tentara bayaran rusia!" Responku kaget. "Maksudmu Sakurai!" Aku tak lagi dapat berfikir jernih.


"Denger dulu woi!" Ucapnya kesel.


"Tunggu-tunggu, dia udah jadi tentara bayaran di umur segitu."


"Singkatnya dia udah menggeluti dunia militer sejak berumur 11 tahun dan langsung di rekrut sebagai tim khusus yang menyergap orang-orang berbahaya seperti ******* di umur 14 tahun. Suzuran Sakurai juga merupakan sniper berpengalaman dan handal, mampu merakit sendiri senjata berkaliber maximum, dan merupakan kapten dari tim penjinak bom selama 2 tahun."


"Salah orang kali, masa iya sih Sakurai yang itu!" Aku berusaha menyangkalnya walaupun aku sudah menyaksikan sendiri kehebatan bocah gak jelas itu.

__ADS_1


"Tapi gak cuman itu!!" Ujar Dafa yang menyulutku dalam rasa penasaran. "Dalam 5 tahun karirnya di bidang militer, di tengah jalan dia berenti dan memutuskan untuk terlibat dengan orang-orang yang berbahaya."


"Orang-orang berbahaya?"


"Ho'oh, setelah misi terakhirnya yang berhasil meringkus pasukan mafia yang terkenal sebagai orang yang paling di cari sedunia karna kasus kejahatannya, dia mutusin untuk mengakhiri karirnya dan pergi gitu aja tanpa ninggalin jejak."


"Kenapa?" Tanyaku yang langsung terdiam dan menunggu jawabannya dengan hati-hati.


Dafa berhenti sesaat dan menundukan wajahnya. "Orang-orang mikir kalau dia menghilang karena bunuh diri akibat depresi di umurnya yang segitu dia udah bergelut ama senjata dan kekerasan, ada juga yang bilang kalau dia terbunuh dalam misi terakhirnya dan berita kematiannya di samarkan hanya untuk menghormati kematian terakhirnya, namun siapa sangka setahun setelah berita kehilangannya dia malah kembali dan menjadi anjing peliharaan dari salah satu geng paling berbahaya di dunia. Kelompok ini menamakan dirinya sebagai RED RATS yang merupakan sisa-sisa dari pasukan mafia yang dia sendiri ringkus setahun yang lalu." Jelasnya dengan tatapan searah tanpa berkedip.


Aku diam dan tak berani memberikan respon apa pun, walaupun aku tak tahu pasti mengapa, tapi jari-jariku serasa lemas saat mendengar kan Dafa memberitahukan secara langsung rahasia Sakurai kepadaku.


"Suzuran Sakurai terlibat dalam lebih dari 100 kasus pembunuhan yang di antaranya merupakan musuh lama dari RED RATS itu sendiri, dan yang mengerikannya dia menghabisi lawannya dalam kondisi yang hampir gak bisa di kenalin." Tambah Dafa memandangku sekilas di saat dia sadar kalau aku menampakan ekspresi kaget. "Yaah, seenggaknya lu udah liat sendiri kemarin, gimana cara dia ngabisin orang tanpa pandang bulu."


Spontan ingatan mengerikan kemarin langsung menyeruak masuk ke dalam pikiranku. Ekspresinya, tatapan matanya yang tak kenal ampun, dan juga cara dia menunjukan keahliannya, semuanya membuatku gemetar.


"Suzuran Sakurai tertangkap tangan di teluk meksiko bersama para pasukan lainnya saat menyeludupkan barang-barang berbahaya yang akan di kirim ke tiongkok, namun dakwaan atas pembunuhan dan kasus lainnya dia beneran gak terlibat karna memang gak ad bukti kuat mengenai hal itu. Dan karena dia masih berada di bawah umur, dia di bawa ke lapas remaja dan di asingkan dari dunia luar untuk pemulihan selama beberapa bulan." Jelasnya lagi, "Terdengar kabar, kalau ada keluarga yang mengadopsinya saat dia keluar dari lapas remaja, dan sekarang pun gua baru tau kalau itu adalah keluarga Yuaga." Ucapnya memandangiku.


Aku tertegun dalam diam dan menatapnya balik. Sampai sekarang pun setelah mendengar semua penjelasannya aku tak tahu harus meresponnya seperti apa, karena yang sesungguhnya terjadi adalah Sakurai bukannya di adopsi oleh keluarga Yuaga melainkan mereka masih punya hubungan darah.


"Lalu, kenapa kau bisa kenal dengan Sakurai, dan apa hubungan kalian?" Tanyaku berusaha tenang.


"Itu..karena.." Dafa menjeda perkataanya seperti sedang berfikir, lalu dia mengalihkan tatapannya pada ponselnya yang sedang menyala.


"Haaaahhh...!!" Dia menghembuskan napasnya dan menatapku. "Karena gua pikir Mas Eko sengaja ninggalin kita bedua agar gua bisa ngasih tau segalanya ama lu, ada baiknya gua juga ngaku aja."


"Maksud mu?" Tanyaku tambah bingung.


"Sebenarnya selama ini gua kerja buat Mas Eko. Gua jual informasi berharga yang orang ga bisa tau dan gua bisa dapetin, gua punya jaringan informasi dari orang-orang yang ngelakuin apa pun demi informasi rahasia dan menjualnya dengan uang dengan jaminan yang tak terbatas. Yah meskipun perkenalan pertama gua ama Mas Eko sebagai fans juga sih." Jelas Dafa.


"Jadi, selama ini kamu itu tukang jual informasi gitu!"


"Bisa di bilang gitu! Cuman dapetin informasi dari gua tuh ga gampang, imbalannya juga harus sesuai." Ujar nya sombong dan memintal telunjuk dengan jempolnya.


Yang benar saja, barusan aku menyogoknya dengan seblak dan top up game. Dan dia bilang imbalannya juga harus sesuai.


"Terus, informasi apa yang pengen Sakurai dapetin dari kamu." Tanyaku sambil melirik manga hentai yang terbalut tas karton yang ada di sampingnya.


"Yah bisa di bilang sih, rencana musuh?" Jawabnya spontan.


"Rencana?" Responku terdiam.


"Lu tau gak, selama ini ada lebih dari 13 kasus terencana penyerangan terhadap satu wanita muda yang kuliah di kampus kita, dan 10 di antara penyerangan terencana tersebut berhasil di gagalkan dengan penyergapan berkala dan informasi yang mempuni." Ucapnya, "Dan gua juga baru tau kalau cewe yang berusaha dia lindungin sampai rela mempertaruhkan nyawanya dan menggagalkan rencana musuh sampai berkali-kali itu adalah lu."

__ADS_1


DEG...


__ADS_2