
"Gua yang duluan, lu kan tadi udahan!!"
"Ngawur lu, gua aja baru mau makan!"
"Minggir, gua duluan!"
"Woi, jatah gua tuh!!"
"Jangan rebutan, kasian yang lain juga belom kebagian!!"
"Udah-udah, semuanya bakalan kebagian!!" Sayang melerai pertengkaran kusir mereka, dan membawa lagi seporsi makanan yang baru di angkat dari pemangggangan. "Masih banyak ni." Mereka pun dengan semangat kembali berebutan.
Anak-anak bersuka cita memakan hasil buruan tadi siang untuk makan malam. Dan yang menyetor ikan paling banyak ialah bubu yang tadi ku tebar di sepanjang danau. Berbagai jenis ikan dan lobster atau udang danau yang kecil-kecil, berhasil masuk ke dalam perangkap ikan.
Anak-anak saling berebutan memakan hasil ikan tangkapan danau di alam liar karena yang seperti ini jarang di dapatkan apalagi tinggal di area perkotaan, di tambah ikan-ikan ini masih segar dan langsung di tangkap dari habitatnya.
Lagi pula menyantap hidangan di tempat seperti ini memang tiada duanya. Siapapun yang pernah merasakan hal seperti ini pasti akan langsung setuju, karena memang nikmat luar biasa.
"Gua ngantuk nih!!" Ucap Dafa yang pertama kali masuk ke dalam tenda karena dia mudah mengantuk.
"Ga asik lu, dahal kita lagi seru-seruan!" Ujar anak lainnya.
"Gila gua ngantuk banget, jangan gangguin gua ya." Ujar Dafa sambil masuk tenda. "Tora, awas lu. Jangan tidur sebelahan gua. Gua ga tahan sebelahan orang yang suka ngelindur." Dia masuk lagi ke dalam tenda.
__ADS_1
"****, pake nyalahin gua." Tora protes. "Emang beneran gua tidur ngelindur!?" Tanyanya kepada anak lain.
"Banget, g*blok. Lu nya aja yang ga nyadar!!" Jawab Sayang.
"Lu juga g*blok, pegang tangan gua ampe kebas-kebas." Sambung Archie.
"Yang bikin gua kayak gini siapa kalau bukan lu." Sayang membela diri. Akhirnya mereka berdua saling bertengkar sampai membawa nama daftar trigered masing-masing.
Namun entah kenapa, berselang beberapa jam setelah makan malam. Secara kebetulan anak-anak mengeluh pusing di sertai rasa mengantuk yang sangat hebat.
Bahkan, banyak anak-anak yang tak sempat mencapai tenda, dan langsung tumbang di atas tanah karena tak mampu menahan kantuk.
"Kenapa, apa yang terjadi?" Tanyaku yang bahkan merasakan hal yang sama.
"Anya, tetap bera-da di si-si gua, tolong!!" Archie berusaha menggapaiku.
"Archie, apa yang terja-di?" Tanyaku yang hampir tertidur.
"Ki-kita di se-rang!!"
Bruuk....
Archie jatuh tersungkur dan ikut tertidur tanpa bisa melawan.
__ADS_1
Dan kini hanya aku sendirian yang masih tersisa, yang masih sadar dengan pandangan kabur dan mata berkunang-kunang.
"Ti-tidak, Archie, Sakurai, Hendri. Ku mohon siapapun!!" Rintihku yang tak lagi bisa bangkit dan terkapar di tanah.
Hal terakhir yang ku lihat sebelum tertidur adalah siluet seorang laki-laki yang datang menghampiriku dan mengucapkan beberapa patah kata yang tak bisa ku dengar.
Setelah itu, aku tak tahu apa yang terjadi.
***************
"Anya, Anya!!"
Aku tidak bisa membuka mataku, kepalaku masih terasa sakit.
"Anya!!" Seseorang terus memanggil namaku tanpa henti.
"Pikirkan bagaimana caranya keluar, lalu bangunkan Anya!!"
Apa yang terjadi, apa yang sedang mereka bicarakan, kenapa aku belum bisa membuka mata ku juga.
Setelah berusaha keras, aku pun akhirnya mampu membuka mataku secara perlahan-lahan.
Dan hal pertama yang langsung ku saksikan adalah aku bersama anak-anak lainnya yang berjumlah 5 orang terkurung di dalam sebuah ruangan gelap yang pengap, bahkan nyaris tak ada ventilasi.
__ADS_1