Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 5


__ADS_3

Cklekk....


"Abis dari mana lu?"


Aku tercengang menatap seseorang yang sedang berbaring santai di hadapanku.


"Sayang?" Aku meyakinkan diriku sendiri karena dia terlihat berbeda tanpa riasan dan baju wanita.


Mungkin hanya perasaanku saja, karna saat ini dia kelihatan lebih kurus dan lebih jangkung dari biasanya, atau karena dia memakai setelan gombrong dan lekuk tubuhnya tak terlihat, mangkanya kini dia terlihat seperti cowok cantik fantasi yang memegang pedang dengan rambut panjang seperti gambar-gambar seni digital yang sering ku lihat di internet.


"Aku abis ngumpet." Jawabku sambil menanggalkan baju ku dan bebersih bersiap untuk tidur. "Kamu kapan udah sampai sini, ga ketauan Archie kan kalau kita sekamar?!"


Namun Sayang tak menjawab dan memainkan Hp nya membelakangiku yang sedang berganti pakaian.


"Boleh pinjem sabun muka kamu ga, kek nya aku lupa bawa!!" Tanyaku lagi dan mendekat ke sisi nya.


"Bawa kok, lu pake aja punya gua." Jawabnya tapi wajahnya masih terhalang Hp dan tak melihat ke arahku.


Wah gila Kylee skincare, Calvin kleinn, Hermas, perawatan dari produk mandinya saja ratusan juta. Semuanya bahkan merek terkenal, aku saja tak terpikirkan memakai produk skincare semahal ini hanya untuk mandi. Dia juga punya produk lain seperti Addidas, dan juga Allein yang memang di peruntukan oleh kaum lelaki, atau karena wanginya yang memikat itu jadi dia memakai produk ini, yah aku juga kadang memakai sabun mandi Archie sih karena wanginya bikin kangen. Bahkan peralatan mandi nya juga bukan sembarangan merek, level ku dan level Sayang beneran berbeda, aku merasa seperti sekamar dengan selebriti papan atas.


"Sayang, udah tidur belom! Keknya kamu lupa tutup tirai tuh!!" Tanyaku dan mendekat ke sisi sebaliknya arah dia menghadap.


Dia tak menjawab padahal matanya masih terbelak. Namun ada sesuatu yang aneh, saat ku dekati dia membekap mulutnya sendiri dengan wajahnya yang memerah.


"Kau kenapa, ada yang sakit?" Ujarku khawatir dan langsung memegang tubuhnya.


Wajahnya tambah memerah, dan enggan melepaskan bekapan tangan di mulutnya.


"Sayang, kau kenapa?" Aku semangkin khawatir.


Dia menatapku dengan tatapan membelak dan mengerjap-ngerjap dengan cepat.


"I-itu..!!" Dia menunjukku yang memakai gaun tidur yang agak terbuka.


"Kenapa?"


"Lu kok bisa-bisa nya, jadi keliatan imut banget!!" Ujarnya dengan ekspresi malu-malu yang membuat wajahnya memerah hampir meledak.


Tidak ku sangka, orang yang lebih cantik dari ku malah memuji ku dengan pujian seperti ini, bukankah ini seperti seorang manusia yang di akui langsung oleh sang dewi.


"Anya, boleh ga gua minta sesuatu ama lu!" Ujarnya yang berlahan membalikan badan dan melihat ke arahku. "Sebenarnya gua ga bisa tidur kalau ga pegangan tangan ama seseorang kalau berada di tempat asing!!" Bahasnya mendekat ke arahku.

__ADS_1


"Kau mau tanganku?"


Aku langsung mengambil tangannya dan sekarang kami pun berpegangan tangan. Namun entah kenapa ekspresinya terlihat sangat menderita seperti sedang menahan boker.


"Wajahmu tambah merah tuh, apa kau sakit perut?" Tanyaku yang memegang erat tangannya sampai sela-sela jari kami bertaut.


Dia tak berkata apa pun, namun langsung menutupi wajahnya sendiri dan menggeleng-geleng tanda kalau dia baik-baik saja.


**************


"Pantai!!"


Beruntung sekali karena hari ini cuaca nya lumayan cerah, meskipun baru menginjak pagi hari mereka semua langsung bersemangat dan menyebar untuk menikmati acara masing-masing.


Namun ada juga yang tak turun ke bumi dan nangkring di dalam resort. Karena sebagian dari mereka mungkin tak terlalu terbiasa dengan matahari yang menyengat di negara tropis.


Seperti Sayang dan Sakurai yang hanya duduk menikmati anak-anak yang bermain di pantai.


"Kamu kenapa?" Tanya Sakurai pada Sayang yang sejak keluar dari kamar sudah memakai kacamata hitam, padahal dia masih di dalam ruangan.


Aku pun mencuri dengar dan mendekat ke arah mereka berdua.


"Liat nih!!" Sayang membuka matanya dan terlihatlah lingkaran hitam di bawah matanya. "Gadang, semalaman gua ga bisa molor!!" Jawabnya.


"Gua punya alasan sendiri!!" Jawabnya dan memasang kembali kacamata hitamnya, "lagi pula sekarang gua menemukan sesuatu yang menarik!!" Jawab Sayang menyeringai.


"Menarik katamu?"


Sayang mengangguk sampai menaikkan alisnya.


"Apa kau menggunakan tubuhmu lagi untuk menipu orang?"


"Lu juga mau nyoba?" Sayang malah mewarkan diri.


Sakurai pun langsung menunjukan ekspresi jijik.


"Anya cepetan sini, kita kurang satu orang lagi nih!?" Panggil anak-anak melambai padaku.


Spontan aku berlari terbirit-birit dan secara natural tak mendengarkan pembicaraan mereka tadi.


"Haaapp....!!"

__ADS_1


Main voli pantai. Aku berpasangan dengan Hendri, sedangkan lawanku adalah Laila dan Arya. Archie yang menjadi wasitnya, dia tak mau main karna benci dengan pasir pantai yang lengket ke kulitnya.


Pertandingan berakhir berat sebelah, karena Laila dan Arya merupakan atlet voli pantai sejak SMP. Sialnya mereka berdua mau pamer, sampai-sampai men-smash ku segala. Tapi Archie malah memberikan pointnya kepada kami, karna katanya tangan Laila mengenai net.


"Akhirat balasannya, jika engkau memberikan ketidakadilan dalam memimpin!!" Laila sampai bersabda, karena dongkol tak bisa melawan Archie.


Selain main voli, anak-anak juga bermain lempar bola di dalam air, memukul semangka dengan mata tertutup, mengubur teman dengan pasir hingga hanya tersisi kepala, mengumpulkan bintang laut dan kulit kerang, hingga bertaruh siapa yang masih bertahan meskipun di terjang ombak.


Semuanya terasa menyenangkan, aku bahkan tak ingat pernah mengalami keseruan seperti yang ku alami saat ini. Aku berharap kebahagian ini, rasa ini, saat-saat bersama mereka, bersama teman-temanku, juga bersama orang yang ku sayangi, berlanjut hingga akhir hidupku.


Aku tak kan pernah melupakan hari ini.


*************


Ini sudah hampir siang, tapi anak-anak malah tambah bersemangat bermain di dalam air. Karena lautnya pasang, kami pun ramai-ramai menerjunkan diri ke laut dan bermain ombak.


Aku tak punya firasat buruk saat itu, karena semuanya terlihat sedang bermain di dalam air. Sebagian anak-anak bermain lempar bola, dan ada juga yang sedang menahan ombak.


Hingga tanpa ada yang menyadari malapetaka sedang mengincarku.


Aku bisa merasakan kalau seseorang sedang berenang di sekelilingku dan mengitariku sejak 28 detik yang lalu, ku pikir ini hanya permainan mereka saja dan tak terlalu mengidahkan tindakannya. Namun tiba-tiba dengan cepat, sebuah tangan merenggut tubuhku dan menyeretku berenang ke tengah lautan. Tak ada yang memperhatikan karena selain ombaknya yang tinggi, mereka juga sibuk bermain dengan sesamanya hingga tak memperhatikan ku.


Aku mencoba memberontak dengan cara menendang tubuhnya, dan melepaskan tangannya yang mengekang perutku, tapi sia-sia saja. Dalam sekejab, kaki ku tak bisa menapaki pasir, dan kepalaku sudah di penuhi oleh air laut yang membuat mata ku perih.


Gawat, tak ada yang melihat kejadian ini, aku benar-benar dalam bahaya. Baru beberapa detik aku berfikir untuk menyelamatkan diri, tubuhku sudah lemah tak berdaya.


Dalam waktu singkat, aku pun kehilangan tenaga akibat terombang-ambing oleh hempasan gelombang laut, lagi pula orang yang sedari tadi menyeretku tak berniat untuk melepaskan ku, dia bukanlah anak-anak yang mengajakku bercanda di tengah kegembiraan ini, tentu saja dia berniat untuk membunuhku dengan cara menenggelamkan ku di lautan.


Saat tubuhku benar-benar tak bergerak bahkan untuk sekedar berenang, orang itu melepaskan tubuhku dan membiarkan ku menghujam ke dasar lautan, rasanya tubuhku masih terombang-ambing oleh ombak laut.


Ini lah kesadaran terakhirku, dalam sekejab ingatan masa lalu berputar di kepalaku, dan terlintas kenangan indah yang pernah ku lakukan dahulu. Wajah ibuku, ayahku, teman-temanku sewaktu SD, Laila, Arya, Libiru dan Archie.


Apa aku akan mati konyol seperti ini! Bahkan aku belum melakukan apa pun untuk mengungkap sumber dari penderitaanku selama ini.


Sial, aku tidak mau mati dengan cara seperti ini, mereka yang telah membuat ku menderita harus membayar semua ini, aku bahkan belum melakukan apapun untuk Archie!! Aku harus terus hidup, dan berada di sisi nya.


Tapi bagaimana caranya, bahkan tubuhku sudah mati rasa, rasa dingin lautan ini bahkan tak terasa di tubuhku.


Byyuuurrr.....!!!


Tiba-tiba sebuah tangan menarik tubuhku dan mengangkatku dari dasar lautan. Aku langsung bisa merasakan hangatnya matahari, dan kelegaanku dalam menarik napas.

__ADS_1


Dalam sekejab, aku mendengar suara teriakan histeris dari orang-orang yang sepertinya sedang merubungku. Namun entah mengapa rasanya sangat lelah, lelah untuk bergerak, lelah untuk membuka mata, bahkan lelah untuk sekedar bernapas.


__ADS_2