
Sakurai bilang, jika ingin pergi ke tempat seperti diskotik sebaikanya pilihlah pakaian yang tidak terlalu casual dan tidak terlalu biasa dengan begitu maka tidak akan terlihat seperti orang yang baru pertama kali pergi ke tempat seperti itu. Bahkan Sakurai memilihkan sendiri setelan yang akan ku gunakan malam ini.
Tapi, apa ini tidak terlalu terbuka.
Kalau Archie tau aku memakai pakaian seperti ini, habislah aku.
"Kak, kau sudah siap?" Teriak Sakurai dari balik pintu kamarku.
"Tunggu sebentar!!" Sahutku sambil membenarkan letak busa pada BH karena terlihat terlalu rendah dan mengekspose belahan dadaku. "Apa aku, ganti baju saja!!" Gumamku sekali lagi melihat cermin.
"Kak!!" Panggil Sakurai lagi.
Ahhh..sudahlah tak ada waktu.
Ceklek....
"Aku sudah siii...ap!!" Ucapku yang terhenti saat melihat Sakurai yang berdiri di hadapanku.
Buset, apa dia benar-benar Sakurai yang ku kenal.
Pertama kalinya aku melihat laki-laki yang begitu anggun dan serasi dengan bentuk tubuhnya di saat memakai baju corak macan tutul dengan kancing terbuka yang mengekspos dadanya, dia juga berdandan seperti paras seorang idol. Aghh...dia juga menata rambutnya dan mengubahnya menjadi coklat.
Tapi dandanannya ini terlihat lebih ke g*rmo simpanan tante-tante dari pada remaja normal, bahkan ilmunya tentang berpakaian di segala situasi lebih luas di banding Archie yang sering menggunakan celana sobek dan aoter kotak-kotak di segala tempat.
"Kakak, cantik!!" Pujinya antusias dengan senyum merekah.
"Kau juga.." Balas ku tampak canggung karena di puji orang ganteng.
"Nyonya, Tuan Muda!!" Seru Hendri dari kejauhan dan datang menghampiri kami.
Ehhh..wait, Hendri!! Apa aku salah lihat.
Aku sampai kaget sampai tak mampu berkata-kata, ternyata selama ini aku menyimpan orang-orang gudluking yang tak terjamah.
Hendri selalu memakai pakaian yang sama setiap harinya jadi di saat dia memakai pakaian yang berbeda dari biasanya aura ketampanannya melenceng keluar dari jalur. Dia memakai Coat hitam dengan branded guccay, baju berkerah berwarna putih dengan aksesoris kalung rantai yang amat cocok dengan kesan elegan nan gagah. Tak seperti biasanya, rambutnya yang selalu rapi dan di sisir ke belakang, sekarang malah di biarkan menjuntai dan menutupi sebagian jidatnya.
Mereka berdua ini, beneran niat mengawal ku atau ingin pergi ke peragaan busana.
*************
"Anya, disini!!" Panggil Laila dan Arya yang sudah menunggu kami di pinggir jalan yang tak jauh dari lokasi.
__ADS_1
"Masuklah!!" Ucapku sambil membukakan mereka pintu mobil.
"Anya, ini beneran lu." Pekik Laila heboh saat melihat dandanan ku yang berbeda. "Ehhh..mereka ini siapa?" Tanya Laila yang tak mengenali Hendri dan Sakurai.
"Mereka, ini kan Hendri!!" Ucapku menunjuk Hendri, "Dan ini Sakurai!!"
"Hallo kak, kita ketemu lagi." Sapa balik Sakurai.
Laila berbisik di sisi ku. "Gila, guanteng bet. Buat gua aja udah dua-duanya."
"Ngasal, yang di sebelah noh jangan di anggurin." Balasku melirik Arya.
"Koniciwah, watasih Arya!!" Ujar Arya kepada Sakurai dengan logat bahasa jepang ngasal.
"Njir, apa sih lu, dia bisa kok ngomong pake bahasa indonesia!!" Serobot Laila.
"Hallo juga, aku sakurai." Balas Sakurai antusias.
"Dia bisa ngomong pake bahasa indonesia." Arya tampak kaget.
"Geblek, kan tadi udah gua bilang." Sambut Laila.
Tibalah kami di lokasi.
Tempatnya agar tertutup dan berada di sebuah gedung pencakar langit. Dan di tempat ini ternyata pusatnya jualan kacang goreng lokal dan import berkelas se ibukota. Tak bisa ku bayangkan Libiru bekerja di tempat seperti ini.
"Saya sudah menyelidikinya, ternyata tempat ini memakai sistem kartu member untuk mencegah orang sembarangan masuk, dan juga tempat ini hanya di peruntukan bagi kalangan atas," Ucap Hendri. "Karena itu, saya sudah mempersiapkan semuanya." Sambungnya lalu menunjukkan sebuah kartu berhologram emas dengan warna hitam pekat dan memberikan kepada kami masing-masing satu.
Kami semua melewati pintu penjaga saat ingin memasuki sebuah lift, lalu dua orang berbadan besar dan sangar dengan telaten meminta satu persatu kartu member kami. Dan ternyata lift yang di gunakan tak sama, bahkan kartu yang di pakai pun berbeda dan menurut pengamatanku barusan kartu yang kami pakai merupakan mode VVIP, yaitu kartu paling berkelas yang di pakai kalangan atas.
"Silahkan Tuan-tuan dan Nona, lewat sini." Pandu salah satu dari pria berotot dan berbadan besar, mempersilahkan kami untuk menaiki sebuah lift khusus.
"Duh deg-degan gua!!" Ujar Laila yang gugup karena baru pertama kali ke tempat seperti ini.
Jedak jeduk jedakk jeduk...
Musik hingar bingar terdengar dari luar di saat lift hampir menuju ke tempat peraduannya.
Tiiing.....
Saat lift terbuka lebar, terlihatlah pemandangan yang amat begitu asing bagi anak baik-baik, unyu-unyu, kinyis-kinyis dan polos seperti ku ini.
Bagaimana tidak, pertama kalinya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, orang-orang yang bercampur antara pria dan wanita dalam satu ruangan bergembira ria menikmati alunan musik EDM yang membuat orang-orang hanyut dalam kegembiran.
__ADS_1
Semua hingar bingar ini, lampu kelap-kelip warna warni, orang-orang yang meminum miras seperti air putih biasa, dan juga tarian aduhai mbak-mbak yang hampir semuanya memakai kutang dengan renda, ini benar-benar terlihat sangat asing dan mengerikan bagi ku.
Begitu pun juga tatapan kaget yang di rasakan oleh Laila dan Arya, mereka juga hampir sama shock nya seperti ku.
Namun yang membuat nya berbeda ialah, pandangan orang-orang yang langsung memperhatikan kami sejurus setelah kami memasuki tempat ini. Kami langsung menjadi pusat perhatian dan dalam sekejab tempat ini menjadi panggung debut kami, tentu saja semua ini di karenakan penampilan Sakurai dan Hendri yang amat mencolok.
"Hallo kak, main bareng kita yuk!!" Tiba-tiba 2 wanita cantik, berbodi asoy, dan hampir telanjang datang-datang langsung menggaet tangan Hendri dan mengajaknya pergi.
"Dari sini kita berpencar, saya bakalan ngawasin kalian dari jauh. Cari teman kalian dengan hati-hati dan jangan menarik perhatian yang mengancam keberadaan kita." Bisik Hendri pelan sebelum dia benar-benar pergi di gotong dua mbak-mbak semok tadi.
"Gi-gimana dong!" Ujar Laila bingung dan mengamit lenganku.
"Kak, kakak cantik banget. Mau main bareng kita ga." Ujar seorang pria yang terlihat mempunyai maksud yang tidak baik kepada ku dan Laila.
"Sorry, mereka berdua udah punya kita." Ucap Sakurai yang langsung berdiri di hadapan pria itu.
"****, ga seru banget!!" Gerutu pria itu karena kalah saing dan meninggalkan kami.
Tapi belum selesai gangguan seperti itu datang, datang lagi gangguan lainnya. Seorang wanita tiba-tiba datang menggoda dan langsung membawa Sakurai dan Hendri pergi meninggalkan kami berdua. Tak lama kemudian seorang pria yang tadi kami tolak datang lagi dan membawa Laila pergi ke perkumpulan mereka. Dan sekarang hanya aku sendiri yang berada di tengah keramaian ini.
"Jangan bikin mereka curiga!" Ucap Sakurai dari kejauhan menggunakan bahasa isyarat, karena sekarang Laila pun sudah berbaur dengan keadaan dan berpura-pura tak terjadi apa-apa.
Aku mengerti maksud Sakurai, dan bertindak sewajarnya dengan tenang, lalu berlahan mencari kursi kosong yang di sebelahnya terdapat sepasang kekasih yang sudah teler dan sedang beradu jigong di keramaian.
"ahh..yang benar saja!" gumamku jelas risih, menatap dua muda mudi yang tak kenal tempat.
"Sendirian aja mbak!" Tanya seorang pria di sampingku yang baru saja tiba. "Mau saya temenin gak nih." Ucapnya lagi sok akrab.
Aku diam saja dan mengalihkan tatapan ku dari pria penggangu. Karena fokusku sekarang adalah menemukan Libiru.
"Gak usah, makasih." Jawabku menolak.
"Ga baik loh mbak, cewek sendirian di tempat kek gini, mending ikut saya. Bareng temen-temen saya di sana biar mbak ada yang jagaian." Ucapnya berusaha merayuku.
"Hhhhh..aku gak butuh di jagain." Balasku dengan cuek.
Tiba-tiba datang seorang pria mabuk dan langsung menyentuh pinggulku dari belakang, karena shock di lecehkan secara tiba-tiba oleh pria yang tak di kenal, dengan spontan tubuhku bergerak sendiri dan membanting pria itu ke lantai dengan keras.
Tanpa sadar, aku menggunakan jurus silatku di tengah keramaian. Dan semua orang pun heboh dan memperhatikan ku.
Terutama pria yang tadi menggodaku, dia bahkan tanpa sadar menumpahkan minumannya sendiri ke bajunya.
Lalu di saat kondisi yang tak terduga tersebut berlangsung, tiba-tiba seseorang menarikku dari sana dan membawaku ke suatu tempat yang agak jauh dari tempat terjadinya keributan. Walaupun agak shock karena tiba-tiba seseorang membawaku pergi, aku pun dengan tenang mengikutinya tanpa membuat perlawanan.
__ADS_1
"Ternyata bener lu cewenya Archie!!" Pekik nya saat melihat wajahku.
"Hah, siapa?" Tanyaku dan mengangkat pandanganku, dan terlihatlah wajah yang tidak asing namun samar-samar sudah ku lupakan.